author : Nindya Kim
genre: persahabatan dan cinta
pemeran: kim jongdae, park rae hoon, jung rae hee
kim jongin, shin dongjin, kim wonshik
Ok... kita lanjut ya chingu!
"ne, yeoboseya?" ucapku saat menerima telepon
"rae hoon, mian!" ucapnya,
"mwo? apa maksudmu?" tanyaku heran, aneh saja anak ini tiba-tiba meminta maaf padaku. semenjak kami bersahabat dia tak pernah minta maaf padaku.
"ah.. sudahlah. kau tunggu ya? aku mau ke rumahmu!" uacapnya seraya memutuskan telepon kami.
@@@@
"oppa, apa dongjin sudah datang?" tanyaku pada wonshik oppa yang tengah duduk bersantai di taman belakang. wonshik oppa adalah oppa angkatku. appa menikah dengan eommanya yang seperti nenek sihir itu. awalnya, aku menolak saat appa mengtakan bahwa ia ingin menikah lagi. semua itu karena, di benakku masih terbayang dan terbesit kejadian yang menimpa eomma 2 tahun yang lalu. dan tentu saja masih menyisakan sebuah goresan besar dalam hatiku. tapi, akirnya aku menyetujui permintaan appa , semua ini kulakukuan karena eomma.
"anii, memangnya kenapa saeng-ah?" katanya, membuyarkan lamunanku. aku pun langsung beranjak pergi.
"rae hoon, apa kau didalam? dongjin sudah datang!" kata oppa dari balik pintu kamar. "oh, ne,, sebentar lagi oppa!" kataku sedikit berteriak sambil merapikan rambutku.
"annyeong!" sapaku sesampainya di ruang tamu, ku tatap dongjin dengan tatapan heran. detik berikutnya kutarik dongjin agar ia dapat menjelaskan kedatangannya
"ada apa?" tanyaku
"hey! apa kau tau? aku menyukainya.." katanya dengan senyuman khas, aku hanya dapat mengangkat sebelah alis mataku menandakan bahwa aku tidak mengerti apa yang ia katakan.
"ok! begini, rae hee. aku menyukainya!" lanjutnya seakan tau dengan air mukaku, seketika itu aku tersenyum lebar. "mwo? apa benar? kau menyukainya?" tanyaku tak percaya masih dengan senyuman lebar."ne.!" katanya singkat dan berhsil membuatku melompat kegirangan... "tapi, jangan beritahu rae hee. arasseo?" katanya dengan nada yang diperkecil. "ne..." kataku sambil tertawa kecil.
@@@@
pagi ini aku bangun dengan semangat dan senyuman baru, saat membuka mata aku sempat melihat sinar mentari yang mencoba untuk menerobos masuk lewat jendela kamarku. kulankahkan kakiku dengan gontai menuju kamar manid. detik berikutnya aku keluar dan menghirup udara pagi yang begitu menyejukan. karena hari ini hari minggu, aku mencoba untuk jogging. "annyeong ahjuma!" sapaku pada seorang bibi yang sedang menyiram bunga. ia hanya membalasnya dengan senyuman hangat.
aku berencana pergi ke sungai Han, mungkin kalau pagi begini pemandangannya lebih indah.
sesampainya disana aku melihat seorang namja berkulit eksotik dengan kamera yang bergantung pada lehernya. tanpa sadar namja itu sudah ada di depanku. "annyeong1" sapanya membuatku terkejut dan hampir terjatuh kebelakang "a-annyeong!" balasku sambil memperbaiki cara berdiriku. "ahh, mian. apa aku mengejutkanmu?" katanya merasa bersalah "ah,, anii.. aku baik-baik saja" kataku sambil menunjukkan serentetan gigi putihku pada namja didepanku saat ini. "oh, syukurlah. perkenalkan Jongin imnida, kim jongin" katanya sambil mengulurkan tanganya "oh ne, rae hoon imnida. park rae hoon." kataku membalas menjabat tangannya. "oh,ya. apa yang kau lakukan disini?" tanyanya "aku hanya berkunjung".
setelah perkenalan itu aku pun pamit pulan. dalam perjalanan aku hampir saja tertabrak mobi, tapi entah siapa yang dengan hangatnya merangkul tubuhku dan membawaku ke pinggir jalan. saat aku mendongakkan kepalaku, kulihat seorang namja yang menurutku tampan. aku memperhatikannya mersa bahwa aku mengenalinya. "hati-hati kalau berjalan!" katanya mengingatkan dan berlalu pergi, belum sempat aku mengucapkan terimah kasih, namja itu sudah pergi.
aku hanya menatap punggungnya yang perlaha-lahan menghilang.
"siapa dia? apa dia pangeranku?" kataku ngawur dan melanjutkan perjalanan agar bisa sampai kerumah.
omo! ah, cape juga sih.. sampai sini dulu ya chingudeul!
gomawo sudah membacanya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar