Minggu, 28 Juni 2015

I HATE YOU [FF Chapter #2]

I HATE YOU #2

Cast : Song Seunggi (OC) , Song Seungyeon(OC), Kim Jongdae, Park Chanyeol, Kim Na Na(OC)
Genre : School life, romance, family life, little comedy
Author : Nindya Kim SwagJD
Disclameir : ff ini murni lahir dari pemikiran-pemikiran author, diketik sendiri oleh jari-jari manis author. Jadi, sangat disayangkan jika ada yang ingin memplagiatin ff author ini.
Note : sebenarnya Chanyeol dan Chen bkan coupelan pan yak?? Kan ChanBaek, bukan ChanChen. Tapi, berhubung karena Chen mudah akrab dengan member lain jadi yaa gitu dehh *bhakkksss :v*
Warning : typo bertebaran dimana-mana.. hohohohoh *ala godzila (?)*



Happy reading , guys ~ ^^

CHAPTER #2
Jongdae terlihat melangkahkan kakinya dengan cepat, sesekali dia berlari kecil menuju sebuah kedai diseberang jalan. Dia menarik nafas berat lalu menghembuskannya dengan kasar. Peluh menetes didahinya dengan mulus. “hhh....” Jongdae menghembuskan nafasnya sekali lagi sambil melap keringat didahi.
“mian, apa aku terlambat?” tanyanya ketika dia sudah masuk kedalam kedai itu
“yah, kau terlambat tuan Kim” ejek seorang pria tinggi dengan senyum mengejek
“ya!! Tuan Park..” Jongdae mendengus kesal melihat sahabatnya tersenyum seperti itu.
“hahaha.. oh ya, apa kau jadi pindah kesekolahku? Yeoja disana cantik semua. Tapi, ada satu yang jangan kau dekati” pria yang dikenal dengan Chanyeol itu menatap Jongdae memperingati.
“bagaimana kalau saat aku bertemu dengannya disekolahmu dan aku juga jatuh cinta padanya?” Jongdae tersenyum jahil.
“YAKK!! Kalau begitu jangan pindah kesekolahku” Chanyeol mendengus kesal sambil mempoutkan bibirnya terlihat menggemaskan ah, tidak tapi terlihat menjijikkan dimata Jongdae.
“hhh, jangan bertingkah seperti itu tuan Park. Kau terlihat menjijikkan kalau seperti itu..” ejek Jongdae sambil tertawa keras
Plakkkk.. satu jitakan mendarat dikepala Jongdae dengan mulus.
“YAKK!! Kenapa kau menjitakku, bodoh?” tanya Jongdae kesal.
“memangnya tidak boleh? Ingat ya, kalau kau berani jatuh cinta padanya jangan berani kau temui aku lagi, arraseo?!” Chanyeol memperingati.
“ne.. arrayeo, bodoh” Jongdae mengangguk kesal membuat Chanyeol tersenyum puas.
“kembali ke topik awal. Apa kau jadi pindah kesekolahku? Lalu kau akan tinggal dimana?” Chanyeol dan Jongdae terlihat serius sekarang. “tentu saja. Soal aku akan tinggal dimana sudah kupikirkan. Tenang saja” Jongdae tersenyum menenangkan. “memangnya kau akan tinggal dimana? Beritahu aku supaya aku bisa berkunjung dirumahmu” tanya Chanyeol semangat. “aku tinggal di apartemen yang dibeli eomma sebelum aku pindah kesini” jelas Jongdae. “jinjjja?? Neo eomma baik sekali.. bolehkah aku meminjam neo eomma?” tanya Chanyeol tidak pada tempatnya “Yak! Bodoh.. kau gila atau bagaimana sih.. aku bingung dengan  jalan pikiranmu. Bagaimana kalau kita ke psikiater?” ajak Jongdae dengan nada mengejek. “hey! Lihat wajahku yang tampan ini!! Apa aku terlihat seperti orang gila?”  Chanyeol mendekatkan wajahnya membuat Jongdae mundur dengan raut wajah terkejut.
“yakk!! Apa kau mau menciumku? Hiisshh, menjijikkan” Jongdae menatap Chanyeol ilfeal
“cihh.. aku lebih tak sudi jika harus menciummu” ucap Chanyeol lalu kembali duduk.
“sudahlah.. ceritakan padaku, dimana apartemenmu itu?” tanya Chanyeol dengan tatapan serius.
“ayo, kita ke apartemenku dan kau bisa melihatnya secara langsung” Jongdae bangun dari tempatnya lalu melangkah mendahului Chanyeol yang mengekor dibelakang.
>> skip @Jongdae’s apartement
Jongdae menghentikan mobilnya didepan sebuah gedung yang terbilang sangat megah. Chanyeol tampaknya sudah keluar duluan dan menatap gedung itu dengan kagum. Jongdae tersenyum melihat sahabatnya seperti itu.
“hey, tuan Kim. Inikah apartementmu?” tanya Chanyeol, dan diangguki Jongdae.
“wow!! Lalu kenapa kau hanya disini saja? Kau tidak mau mengajakku melihat-lihat? Hhh, sahabat macam apa kau itu..” Chanyeol mendecak kesal membuat Jongdae terkikik. Sungguh, dua sahabat yang sangat kompak.
“memangnya kau tidak mau? Kajja!!” ajak Jongdae mengembalikkan senyum Chanyeol yang kelewat manis itu.
Mereka berdua memang sudah saling kenal sejak kecil, bahkan sejak lahir (?).
Dulunya mereka tinggal sebagai tetangga. Chanyeollah yang pertama kali mengajak Jongdae bermain bersama. Awalnya mereka berdua tidak saling mengenal walaupun kedua orangtuanya adalah sahabat dari kecil juga. Orangtuanya saja sudah bersahabat baik apalagi mereka berdua?
Chanyeol memiliki kepribadian yang unik. Ia adalah anak yang pendiam terhadap lingkungan sekitarnya walaupun sebenarnya dia adalah anak yang sangat periang. Kalau Jongdae dia adalah anak yang sangat pendiam, hampir setiap hari dia akan menghabiskan waktu dikamar dengan mendengarkan musik. Jadi tak heran jika Jongdae memiliki suara yang indah.
Tapi, bagaimana mereka saling mengenal ?
Flashback 9 tahun lalu
Jongdae kecil tampak sedang mendengarkan musik, terlihat dari bibir mungilnya yang sedang komat-kamit mengikuti lirik dan alunan lagu. Tangannya juga tampak bergerak-gerak seperti orang yang sedang menari.
Menit berikutnya Jongdae menghentikan aksinya lalu berjalan keluar kamar. Bosan juga jika sepanjang hari harus dikamar.
“eomma.. aku pergi ke taman dulu, ne.. annyeong” pamit Jongdae lalu berlalu keluar rumah ketika Ny. Kim tersenyum mengiyakan.
Kini Jongdae berumur 7 tahun tapi dia jarang sekali pergi bermain dengan teman-teman yang sebaya. Dia lebih suka menghabiskan waktu dikamar dan berkencan dengan Ipodnya (?).
Mata kecil Jongdae menelusuri setiap inci taman yang terlihat lenggang sekarang. Ia menghembuskan nafasnya kasar lalu duduk disebuah bangku taman yang memang diletakkan disana.
Sendiri.
Lagi-lagi Jongdae merasa kesepian. “hhh, untuk apa hidup jika hanya terdiam? Tak punya teman.. hhhh” Jongdae beragument sendiri tanpa mengetahui bahwa sepasang mata kecil memperhatikannya dengan dahi mengkerut.
Beberapa menit berlalu dan Jongdae tetap pada tempatnya.
“annyeong” sapa seseorang sontak membuat Jongdae berbalik. Ternyata ada seorang anak laki-laki yang tersenyum pada Jongdae.
“annyeong..” Jongdae membalas sapaan itu dengan senyuman hangat.
“kau sedang apa? Dan siapa namamu?” tanya anak itu lagi. Dan sekali lagi Jongdae tersenyum hangat.
“hanya merenung saja. Namaku Kim Jongdae” jawab Jongdae.
“ohh... namaku Park Chanyeol. Oh ya, mau beramain bersama?” ajak anak laki-laki tadi dan disambut anggukkan dan senyuman gembira dari Jongdae.
Flashback End
Jongdae dan Chanyeol memasuki ruang apartement milik Jongdae. Chanyeol tampak sangat antusias karena ada foto mereka berdua yang dipajang dipintu masuk. Chanyeol begitu bahagia melihat foto mereka berdua yang tampak sangat bahagia.
Jongdae tersenyum ikut merasakan kebahagiaan Chanyeol. “kau memang sahabatku yang paling baik tuan Kim” puji Chanyeol.
“tentu saja...” bangga Jongdae.
“oh iya. Mana minumanku? Aku kan tamu” Chanyeol menyodorkan tangannya “ne.. baiklah tuan” ucap Jongdae kemudian berlalu kedapur mengambil minuman untuk sahabatnya.
****
Seunggi melemparkan tasnya lalu menghempaskan tubuhnya dikasur. Dia merasa lelah karena mencari buku yang menurutnya sangat menyebalkan. Matanya mulai terpejam sedikit demi sedikit, tapi tiba-tiba ‘tokkk~tokkk~tokkk’ seseorang mengetuk pintu kamarnya sontak saja dia terbangun karena kaget.
“apa?” tanyanya malas ketika melihat siapa yang ada didepan pintu. “eomma menyuruhku memberikan ini padamu” ucap Seungyeon sambil menyodorkan mantel berwarna biru tua. Seunggi meliriknya sebentar “pasti mirip dengan punyamu kan’?” tanyanya memastikan dan Seungyeon tersenyum lebar lalu mengangguk. “sudah kuduga. Sinikan aku akan menyimpannya” kata Seunggi lalu menutup pintu.
Didalam kamar Seunggi melempar mantel tadi kedalam lemari lalu mengunci pintu agar tak ada yang masuk kekamarnya, kemudian dia melangkah menuju sound speker dan menyalakan lagu Danger milik BTS. Musiknya seperti akan meruntuhkan rumah ini, bahkan mungkin dapat meruntuhkan rumah-rumah tetangga yang jauh lebih kecil dari rumah milik keluarga Song.
>> malam pukul 23:00 KST
Seunggi terbangun dari tidurnya karena tersadar bahwa dia belum mematikan sound speker yang terdengar keras dari tadi sore.
“aku lupa mematikannya..hhh” lirihnya lalu menekan tombol berwarna merah untuk mematikannya. Detik berikutnya Seunggi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sungguh bodoh, tidak ada orang yang mandi dijam segini.
Setelah selesai mandi Seunggi mengeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut lalu duduk didepan meja belajar sambil mengotak atik komputernya.
Sekitar 25 menit dia mengotak atik komputernya sambil membuka buku dan menulis. Apa dia sedang belajar? Hhh, mana ada anak sekolah yang belajar jam segini? Bukankah jam segini semua orang tengah terlelap? Lalu kenapa Seunggi belajar? Tapi mungkin ini rahasianya sehingga bisa memiliki otak yang jenius.
Paginya Seunggi terbangun, sontak dia kaget karena tertidur dimeja belajar. Belum lagi laptop dan lampu belajarnya masih menyala. Ternyata Seunggi sang gadis dengan hati dingin bisa ceroboh juga. Yah, walaupun hanya masalah kecil.
Klikk~ Seunggi mematikan lampu dan laptopnya lalu melangkah menuju kamar mandi.
Seunggi melangkah menuruni tangga menuju meja makan sambil menenteng tasnya. Tidak lupa untuk memakai mantel karena sekarang adalah musim dingin di Seoul. Tapi, dia tidak mengenakan mantel yang kemarin diberikan Seungyeon melainkan mantel berwarna putih yang begitu manis jika dipadukan dengan gaya rambutnya yang memang menawan.
“kenapa kau tidak pakai mantelnya?” tanya eomma ketika Seunggi sudah duduk di kursinya. “lain kali akan ku pakai, eomma” jawabnya dengan senyuman. Yah, Seunggi hanya akan tersenyum pada appa dan eommanya walaupun mereka jarang sekali tersenyum pada Seunggi.
“hhh, yasudah kalau begitu. Sekarang, habiskan sarapanmu lalu berangkat” pintah eomma dan langsung diangguki Seunggi.
Seungyeon tampak tersenyum juga ketika melihat Seunggi tersenyum seperti itu, tapi dia segera menunduk ketika mendapat tatapan dingin nan kosong dari Seunggi.
@gyeonggi suwon international high school
Seperti biasa, Seunggi akan menuruni mobil lebih dulu lalu pergi menuju kelas dengan tatapan dingin. Dan seperti biasa pula, dia akan disambut dengan senyum licik seorang Kim Na Na.
Sebenarnya, siapa musuh Kim Na Na yang sebenarnya? Seunggi atau Seungyeon? Sepertinya dua-dua.
“hai, nona Kim. Bagaimana tidurmu?” sapa Seunggi dengan smirknya.
“sayangnya aku tidak nyenyak karena bertemu denganmu. Tapi, aku bermimpi indah” ucap Nana dengan senyum liciknya. “baguslah” timpal Seunggi cuek lalu duduk ditempatnya.
“mana Seungyeon?”
“dia akan kesini sebenta-.. ahh, itu dia. Sana, kalau kau merindukannya” ucap Seunggi sambil menggerakan tangan kirinya seolah mengusir Nana.
Sedetik kemudian, Nana sudah berdiri didepan Seungyeon dengan tangan yang dilipat didepan dada. Tak lupa juga, tatapan mematikannya.
“apa kau tidur nyenyak?” tanya Nana dengan nada suara yang arrggg. Entahlah.
“nyenyak” jawab Seungyeon dengan senyuman. “syukurlah, tapi hari ini kau tidak akan tidur nyenyak” bisik Nana dengan nada suara dingin tapi mematikan. Seungyeon sempat melirik Seunggi yang menonton mereka malas.
“terserah kau saja” ucap Seungyeon malas tau lalu duduk ditempatnya.
“kau lihat saja nanti” gumam Nana yang masih bisa didengar oleh Seungyeon.
>>skip
Jam pelajaran dimulai tapi tampaknya Han saem belum mau memulainya. Dia berdiri didepan sana dengan seorang pria dengan pipi tirus, kurus tapi menawan.
Chanyeol tampak tersenyum-senyum sambil mengacungkan jempolnya pada sosok pria tadi. Sedangkan Seunggi, dia tampak sedang berpikir. Nampaknya dia kenal dengan pria tadi, ahh tidak tidak! Bukan kenal, tapi pernah bertemu.
‘rasanya aku pernah bertemu dengannya. Senyumnya juga aku kenal. Tapi siapa dan dimana?’ pikir Seunggi.
“namaku Kim Jongdae, panggil saja Jongdae tapi khusus untuk sahabatku Park Chanyeol yang biasa memanggilku dengan sebutan tuan Kim. Bangapta~” ucapnya memperkenalkan diri.
Semenit kemudian Jongdae sudah duduk ditempatnya. Dia duduk tepat dibelakang Seunggi. Yah, Jongdae tahu siapa yang ada didepanya. Tapi tidak dengan Seunggi.
“hai nona, namamu Song Seunggi kan?” tanya Jongdae dari belakang. Seunggi sontak kaget, kenapa dia bisa tahu? Mungkin itu isi pikirannya.
“ne, lalu kenapa?” Seunggi mengatur suaranya agar tetap terdengar dingin. “ternyata kau gadis yang dingin,ya. Pantas saja kau langsung pergi ketika aku menanyakan namamu” Seunggi tampak mengingat sesuatu. Dan... taraa.. dia ingat dimana dia bertemu Jongdae. Yah,  di toko buku yang kemarin dia kunjungi.
“hmmm” hanya itu yang bisa Seunggi ucapkan, bukan ucapan tapi gumaman.
Pelajaran berlangsung baik, dan ini saatnya untuk berdebat tentang pelajaran. “baiklah, seperti biasa. Kita akan berdebat kecil tentang soal didepan” Han saem tersenyum melihat desahan malas dari murid-muridnya.
“apa kau bisa melewatinya?” tanya Jongdae pada Seunggi.
Seunggi berbalik menatapnya dingin, “justru ini yang kutunggu dari tadi” jawab Seunggi dingin. “sok pintar” ejek Jongdae, “lihat saja” Seunggi menunjukkan smirk mematikannya yang terlihat menawan dimata Jongdae.
“seperti biasa juga, kita akan pakai dua master kita. Song Seunggi dan Song Seungyeon” semua bertepuk tangan tapi tidak dengan Jongdae. Pria itu tampak terkejut ketika nama Seunggi diucapkan. Dan apa tadi? Master? “kau lihat kan?” Seunggi lagi-lagi menunjukkan smirknya lalu berdiri.
Kira-kira 30 menit dihabiskan untuk berdebat. Seunggi tampak sangat semangat ketika melihat Seungyeon yang berkeringat. ‘yupp.. aku menang lagi’ soraknya dalam hati ketika Han saem meminta Seungyeon duduk karena jawabanya kurang memuaskan.
Semua bertepuk tangan lagi. Dan kali ini Jongdae ikut bertepuk tangan. “kau sangat luar biasa nona Song” puji Jongdae tak henti-hentinya bertepuk tangan. “jangan berlebihan, itu sudah biasa” Seunggi menyombongkan diri.
Berhubung Han saem sudah keluar dan bell istirahat sudah berbunyi, jadi anak-anak yang lain berhambur keluar. Kecuali, Seunggi. Dia masih tak bergeming untuk bergerak dari kursinya.
“apa kau tidak mau kekantin? Ayo makan bersamaku, akan kutraktir” ajak Jongdae dengan senyuman tulus. “tidak perlu, trimah kasih atas tawaranmu” Seunggi tetap tak bergeming. “ayolah, kumohon. Kali ini saja kau mau ke kantin dan makan bersamaku. Ini hari pertamaku disekolah, aku ingin melakukan kebaikan” Jongdae merajuk tapi Seunggi menatapnya dingin dan kosong.
“kalau ingin lakukan kebaikan jangan hanya padaku, pada yang lain juga. Lagian kau bersahabat dengan Park Chanyeol kan’? kenapa tidak dia saja yang kau ajak?” Ucap Seunggi lalu kembali membaca bukunya.
“tapi dia sudah pergi dengan yeojachingunya. Siapa namanya? Song.. song.. song seungyeon! Yah, Song Seungyeon. Gadis yang tadi berdebat denganmu itu”
“bodoh, itu saudaraku. Dan dia tidak berpacaran dengan Chanyeol”
“jadi, itu saudaramu? Kenapa wajah kalian beda?” Jongdae berpura-pura berpikir, Seunggi memutar bola matanya malas.
“sudahlah, pergi sana” usir Seunggi.
“kau jahat sekali” gumam Jongdae.
“hhh, terserah”
@kantin
Tak disangkah jika Jongdae berhasil mengajak Seunggi. Tapi dengan satu syarat “kau harus mentraktir semua murid dikantin jika kau mau berbuat baik, okey?” ahh, kalimat itu masih terngiang-ngiang dikepala Jongdae. ‘aku akan jatuh miskin pulang dari sini’ batin Jongdae pasrah tapi tidak dengan Seunggi. Gadis itu tetap berdiri disana menatap Jongdae dengan tatapan ‘ayo, apa yang kau tunggu?’ hhh, dengan berat hati Jongdae menarik nafasnya “chingudeul, ayo pesan apa yang ingin kalian makan, hari ini aku sedang saangaaattttt baikk” ucap Jongdae sedikit melebih-lebihkan kalimat ‘sangat’.
‘oh, menyedihkan. Aku akan miskin dan mungkin tidak akan makan untuk 2 hari kedepan’
“jinjja?? Kau baik sekali tuan Kim” Chanyeol tersenyum lebar lalu menarik Seungyeon untuk ikut menikmati kebaikan Jongdae.
Sekarang tinggal Seunggi yang belum memesan apa-apa dan Jongdae tampak mengerutkan keningnya. “kau tidak mau pesan? Aku sudah menuruti permintaanmu, kau ini jahat sekali” Jongdae menggerutu.
“baiklah, aku mau jus jeruk saja. Aku haus” ucap Seunggi sedikit tersenyum tipis. Apa? Tersenyum? Ohh, ini keajaiban. Jongdae, kau membuat keajaiban.
Fakta baru disini tentang Seunggi, akhirnya Seunggi menampilkan senyumnya juga. Dan orang yang pertama melihatnya adalah Jongdae, anak baru dikelasnya yang sok akrab.
“ini nona..” Jongdae menyodorkan minuman pesanan Seunggi lalu duduk disampingnya.
“kenapa kau dingin sekali, Seunggi-ah?”
TBC


Jumat, 29 Mei 2015

I HATE YOU [Chap 1]

I HATE YOU !!

Cast : Song Seung Gi
Song Seung Yeon
Kim jongdae
Park Chanyeol
Kim Na Na
Genre : school life, family
Author : SwagJD
Note : ff ini gk pke pemeran utamanya cowok. Si bang Yeol and Jongdae gw pake buat penengah ajah.  genre romancenya lumayan,  bercerita tentang saudara kembar yang saling membenci. Maksudnya satu ajah yang pembenci. Dan main castnya yaitu Song Seung Gi, itu nama korea gw. Tapi tenang ajah kok, ceritanya gk nyata. Cuman khayalan gw ajah.  . Gw mau menceritakan tentang 2 orang gadis bersaudara.
Ahh, gw kebanyakan bacot yethh? Ngeselin jga..
Okeee ChenKaiD.Ottttttttt!!!

Pagi yang biasa kegiatan yang biasa. Dua orang gadis cantik turun dari mobil mereka ketika seorang pria separuh baya membukakan pintu untuk mereka. Dua gadis itu terlihat seperti orang kaya dan itu sontak membuat perhatian dari seisi sekolah.
Siapa kedua gadis cantik itu? Apakah mereka anak baru? Apa mereka bersaudara? Nampaknya tidak. Lihat saja ekspresi mereka. Mereka berdua turun dari mobil bersama, namun satu dari mereka berjalan lebih cepat. Gadis yang didepan sana terlihat anggun tapi terlihat dingin. Tanpa senyum. Kecuali yang mengekor di belakangnya, sesekali dia tersenyum pada murid-murid disana.
****

Kim saem melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kepala sekolah. Entah kenapa tiba-tiba dia dipanggil kepala sekolah.
Dia mengetuk pintu sebelum masuk keruangan itu.
“selamat pagi, pak. Ada perlu apa ya?” tanyanya pada seorang pria yang terlihat lebih tua darinya. “ehemmm...” dia sedikit berdehem sambil mengatur kacamatanya. “ada anak baru hari ini. Dua gadis anak seorang konglomerat, kau tahu kan?” ucap sang kepala sekolah. Namun, Kim saem menggeleng. “sudah kuduga, mereka anak dari tuan Song Jong Won. Pemilik cafe dan hotel terbesar di Korea. Kau tahu kan” tanya kepala sekolah membuat Kim saem tersenyum lalu mengangguk. “terimah mereka dikelasmu” pintah kepala sekolah yang langsung disetujui oleh Kim Saem.
****
Dua gadis tadi sekarang duduk dihadapan Kim saem dengan sopan.
“siapa nama kalian?” tanya Kim saem memecah keheningan.
“Song Seunggi” ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.
“Song Seungyeon imnida, saem” ucap yang satunya lagi dengan nada gembira dan sopan. Kim saem tersenyum.
“kalian akan masuk kekelasku” Kim saem tersenyum lalu bangkit dari duduknya membiarkan kedua gadis itu mengikutinya.
“selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru” ucap Kim saem membuat seisi kelas bertanya-tanya.
“annyeong, Song Seunggi imnida” ucap Seunggi memperkenalkan dirinya. Dia sedikit memaksakan senyum. Tidak baik jika baru masuk harus dibenci seisi kelas karena sombong.
“annyeong chingudeul, Song Seungyeon imnida” ucap Seungyeon ramah membuat Seunggi memutar bola matanya malas.
“oke, Seunggi-ssi kau duduk disebelah Kim Na Na. Dan Seungyeon-ssi kau bisa duduk disebelah Chanyeol” ucap Kim saem mempersilakan mereka duduk.
****
Seunggi meletakkan tasnya lalu duduk. “hai.. aku Kim Na na” ucap gadis yang bernametag Kim na na dengan senyum sumringah. “ne..” balas Seunggi sedikit memaksakan senyum membuat Na Na kembali menoleh kedepan.
Ditempat lain terlihat juga SeungYeon meletakkan tasnya lalu duduk disebelah Chanyeol. “hai.. aku Park Chanyeol. Bangapta” ucap Chanyeol tersenyum lebar. “hai Chanyeol-ah” jawab Seungyeon tersenyum manis.
Pelajaran berlangsung dengan baik. Seunggi dan Seungyeon tampak seperti orang yang sedang berkompetesi. “ya! SeungYeon-ah, kau salah” ucap Cho saem, mengatakan kalau jawaban Seungyeon salah “sudah kubilang ‘kan?” ucap Seunggi tersenyum penuh kemenangan. “ahh, ne saem. Mianhae” ucap Seungyeon lalu kembali duduk. “apa kau bersaudara dengan Seunggi?” tanya Chanyeol hati-hati. “ne..” jawab Seungyeon tersenyum.
Lonceng pun berbunyi menandakan pelajaran sudah selesai. Beberapa murid berhamburan keluar kelas dan berlari menuju kantin termasuk Chanyeol dan Seungyeon. “tunggu sebentar ya? Ku ajak Seunggi dulu” Seungyeon melangkah menuju Seunggi yang sedang memainkan kukunya. “Seunggi-ah, apa kau mau ikut ke kantin?” tanya Seungyeon. “kenapa harus mengajakku?” Seunggi balik bertanya dengan nada dingin. “apa kau tidak mau ikut, kalau begitu aku pergi dulu” Seungyeon membalikkan tubuhnya lalu menghampiri Chanyeol. “bagaimana?” Seungyeon menggeleng.
Seunggi PoV
Menyebalkan sekali bisa satu kelas dengannya. Bagaimana kalau mereka tahu kami bersaudara kembar. Bisa-bisa usahaku akan sia-sia. Argggghh. Aku membencimu Song Seungyeon. Kau merebut semuanya dan tak menyisakannya untukku. Sebenarnya yang jahat aku atau dia? Hhh, kurasa dia. Mana ada saudara yang tega mengambil semuanya dan tak pernah berpikir tentang perasaan saudaranya?
Aku tahu aku tak pantas membencinya. Kami saudara. Tapi, dia yang duluan. Sejak umur 2 tahun aku mulai merasakan kecemburuan, dia terlihat lebih disayang appa dan eomma. Dia selalu dipeluk dengan hangat, tapi aku? Aku merasa bahwa mereka tak pernah menginginkan aku hadir.
Setiap malam sejak umur 6 tahun aku menangis mengingat kepedihan hidupku. 6 tahun itu sudah bisa mengerti dengan keadaan sekitar begitu pun aku. Aku semakin tumbuh dewasa, dan rasa benci dan iri itupun tumbuh bersamanya.
Sekarang aku sudah 16 tahun, aku menginginkan kasih sayang dari appa dan eomma. Tapi, kenapa Seungyeon yang mendapatkannya?? Arggggghhh...
Kini air mataku mengalir. Aku tak sanggup menahan sakit hati ini. “kenapa Seungyeon? Dan kenapa bukan aku?” lirihku sambil terisak.
Aku sendiri diruangan ini jadi aku bisa dengan leluasa menangis. Aku membencimu Seungyeon-ah. Kau saudara yang sangat menyebalkan.
PoV End
Seungyeon dan Chanyeol duduk dan mengobrol bersama. Sesekali Chanyeol melemparkan beberapa lelucon yang langsung membuat Seungyeon tertawa lepas.
“ahahahahaah... kau sungguh lucu Chanyeol-ah” ucap Seungyeon diselah tawanya. “begitukah? Ahahahahaha..” Chanyeol ikut tertawa lebih keras.
“maaf, aku mengganggu kalian. Tapi, Chanyeol-ah kau dipanggil Han saem” Kim Nana menghampiri mereka. “kau tidak bohong kan?” tanya Chanyeol menyelidik. Kim Nana adalah gadis paling menyebalkan disekolah. “untuk apa Chanyeol-ah” Kim Nana berusaha meyakinkan. “hmmm.. kalau begitu Seungyeon-ah. Aku duluan” Chanyeol pergi setelah mendapat anggukan kecil dari Seungyeon.
Seungyeon melanjutkan kegiatannya, tapi tiba-tiba Nana menariknya dengan kasar. “ahh,, ada apa ini?” Seungyeon mengernyit heran “diamlah” dan ‘Byurrrrrr’ Seungyeon diguyur air dingin. “ahahah.. awal yang baik Seungyeon. Bagus kau tidak memberontak” Nana mengelus pipi Seungyeon.
Tubuhnya basah kuyup sekarang. “a-a—apa yang ka—kau kau lakukan?” tanya Seungyeon menahan isaknya sementara semua orang disitu menertawakannya.
“jelaskan padaku, kenapa kau dekati CHANYEOL??!!” bentak Nana
“apa maksudmu? Kami hanya berteman” Seungyeon heran dengan sikap Nana yang kasar. “apa maksudku? Kau bercanda? Aku menyukainya, dan saat aku hampir menggapainya kau datang ditengah-tengah kami dan langsung mengambilnya. Apa kau mau berakhir disini?” Nana terlihat marah. Seungyeon hanya tertunduk menahan isak.
“apa yang kau lakukan?” tanya seseorang pada Nana dengan nada dingin. Itu Seunggi. “apa yang kau lakukan?” ulang Seunggi, “memangnya kau tidak lihat? Aku mau memberi pelajaran padanya. Apa urusannya denganmu?” nantang Nana. “apa kau tidak pikir pakai otakmu? Tadi dikelas, apa kau tidak sadar kalau jawabanmulah yang paling banyak salah. Dan kau bilang mau memberi pelajaran? Hahhh, yang benar saja? Kau tahu? Kau hanya memalukan dirimu saja nona Kim” ucap Seunggi membuat semua orang ditempat itu saling berbisik-bisik.
“hey!! Kau masih baru disini!! Kau mau aku membuatmu keluar dari sekolah?” nantang Nana dengan tatapan tajam. “coba saja kalau bisa, aku tidak takut. Toh, sekolah ini juga menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan adalah bertemu denganmu” ucap Seunggi lalu menarik lengan Seungyeon pergi.
“AWASSS KAU SONG SEUNGGIII!!!!!” teriak Kim Nana kesal.
“jadi kau salah menjawab dan kalah dengan anak baru? Memalukan sekali Kim Nana” sindir salah seorang dari mereka. “hehhh!! Apa kalian mau aku buat keluar dari sekolah?” ancam Nana. “itu sudah basi Kim Nana” ucap yang lainnya.
“hhh, menyebalkan” gumam Nana lalu menghentakkan kakinya keluar dari tempat itu.
****
Seunggi melepaskan tangannya dari Seungyeon lalu menatapnya tajam. “kenapa kau tidak melawan?” tanya Seunggi dingin. “gomawo Seunggi-ah, tapi aku tidak mau dibenci jika melawannya. Aku masih baru disini” jawab Seungyeon. “kau masih memikirkan itu? Apa kau tidak lihat? Kau masih baru saja sudah diguyur seperti itu apalagi kalau kau melakukan hal yang jauh menyebalkan.”
Seungyeon tetap tertunduk. “pakai ini” Seunggi menyodorkan pakaian olahraga lalu berlalu pergi. “gomawao” lirih Seungyeon sambil terisak.
Seungyeon Pov
Baru kali ini aku melihat Seunggi membelaku dengan berani. Padahal kami baru hari pertama bersekolah disini. Seunggi saudara yang paling kusanyang tapi, dia tak pernah menyayangiku. Dia membenciku. Aku tidak tahu apa salahku sehingga membuatnya membenciku. Tapi, aku tidak peduli lagi. Dia menolongku dan aku merasa senang. Mungkin dia sudah mulai menyayangiku.
Aku melangkahkan kaki menuju toilet. Apa lagi kalau bukan mengganti pakaianku yang basa kuyub seperti ini?
“hhh,  awal yang buruk” gumamku menatap pantulan wajahku di cermin.
PoV End
Chanyeol menghampiri meja Nana dan ‘BRAKKK’ Chanyeol menggebrak meja itu membuat Kim Nana terlonjak kaget. “apa yang kau lakukan pada Seungyeon? Kenapa dia basah kuyub, hahh?!!” bentak Chanyeol. “ahh, itu.. annia, tadi dia jatuh” sangkal Nana tapi Chanyeol mendekatkan wajahnya sehingga Nana dapat merasakan hembusan nafas Chanyeol. “mau bohong lagi? Aku tau dari anak-anak yang dikantin tadi...” bisik Chanyeol.
“lalu kenapa kau membelanya, hah?”
“memangnya kenapa? Aku hanya mau menjadi teman yang baik”
“baik atau apa? Hah”
Mereka berdua sekarang beradu mulut membuat seisi kelas menatap mereka.
“apa? Maumu apa hah?” tanya Chanyeol dengan nada yang semakin meninggi
“mauku adalah kau. Apa salah?” Nana terlihat menahan isaknya.
“ada apa ini?” tanya seseorang dengan nada datar. Siapa lagi kalau bukan Seunggi?
Semua menoleh menatap Seunggi yang berdiri di depan pintu. “Oh,, Kim Nana. Ada apa?” Seunggi mendekati Nana menyentuh pundaknya. “apa yang kau lakukan?” Nana menatapnya tajam. “eohh, aku hanya bertanya” Seunggi tetap berkata lembut. “apa kau mau membuatku malu lagi?”
“ah, kenapa kau berpikir begitu?”
“sudah, katakan dimana Seungyeon?!” Chanyeol membuka suara
“aku disini Chanyeol-ah” ucap Seungyeon yang datang dengan rambut yang basah dan tentu baju olahraga yang acak-acakkan. “Seungyeon-ah, apa kau baik-baik saja?” Chanyeol menghampiri Seungyeon. “ak..”   “hhh,, panas sekali disini..” Seunggi membuka suara lalu melangkah menuju tempatnya. “isshhh” Chanyeol mendecak kesal. “aku baik-baik saja Chanyeol-ah” Seungyeon tersenyum tulus.
“arrrggg... aku benci kalian berdua!!” teriak Nana marah lalu kembali duduk.
****
*tingg~tingg~tingg* (anggap ajah ni bunyi lonceng)
Akhirnya lonceng tanda sekolah berahir berbunyi. Semua murid bersorak gembira tak terkecuali Chanyeol yang melompat-lompat kegirangan.
“ayo Seungyeon-ah, kita pulang bersama” ajak Chanyeol, Seungyeon melirik Seunggi yang sedang mengemas barangnya. “kau pulang bersamanya?” tanya Chanyeol Seungyeon mengangguk ragu. “oh, kalau begitu lain kali saja. Aku duluan. Anyyeong~” Chanyeol pun berlalu meninggalkan sepasang saudara itu.
Seungyeon melangkah mendekati Seunggi. “Seunggi-ah, apa Choi ahjussi menjemput kita?” tanya Seungyeon pelan. Seunggi mengedikkan bahunya kemudian berlalu meninggalkan Seungyeon yang berdiri. “kenapa dia selalu begini?” lirih Seungyeon.
****
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mobil jemputan kedua gadis itu pun datang. Seunggi tampak langsung masuk tanpa mengatakan apa-apa. Seperti berterimah kasih kepada Choi ahjussi atau yang lainnya. Tak seperti Seungyeon yang tersenyum pada choi ahjussi.
Choi ahjussi adalah supir pribadi mereka yang telah bekerja di keluarga Song selama 15 tahun. Jadi tak heran jika dia tahu perbedaan kedua gadis itu.
Seunnggi  menutup matanya dia malas jika harus berhadapan dengan Seungyeon. Choi ahjussi yang melihatnya juga hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah. Itu milik tuan Song Jong Woon pengusaha terkaya di kota Seoul. Beruntung sekali anaknya. Tapi, tidak dengan Seunggi. Tentu Seunggi tidak pernah merasa bahagia. Dia hidup mewah, punya kamar yang lebih besar dari Seungyeon, tapi kenapa dia tidak bahagia?
Seunggi membuka pintu mobil dan langsung melesat pergi. Dia malas melihat Seungyeon yang menurutnya sok akrab dengan Choi ahjussi.
****
Seunggi memasuki kamarnya dan dengan cepat ia mengganti baju seragam dengan baju kaos biru dengan setelan mantel hitam untuk melengkapinya. Ia mengambil tas lalu beranjak keluar dari kamar.
Seunggi ingin pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku pelajaran agar bisa dipelajari. Tentu saja, dia kan masih baru.
Seunggi menutup pintu kamarnya dan hendak berjalan menuruni tangga tapi, langkahnya terhenti ketika melihat Seungyeon yang juga menggunakan baju kaos yang sama dengannya. Seunggi mendengus kesal lalu kembali memasuki kamarnya.
“akh.. dia itu kenapa ? kenapa selalu mengikuti gayaku?” gumam Seunggi kesal lalu mengganti baju kaosnya dengan sweter merah kesukaannya.
****
Seunggi melangkah keluar dari dalam mobil menuju sebuah gedung besar didepannya. Sesampainya didalam gedung itu, matanya segera menulusuri setiap rak buku disana. Sesekali dia juga sempat membacanya jika ada buku atau novel yang menarik.
“aiisshh.. dimana buku itu?” gumamnya mencari buku pelajaran yang dicari. Seunggi tidak memperhatikan jalan sehingga tidak melihat seorang pria yang juga sedang mencari buku pelajaran.
‘BUGGHH’ mereka bertabrakkan sehingga Seunggi terjatuh kebelakang.
“mianhae..” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.
“gwaenchana” jawab Seunggi tanpa menyambut uluran tangan itu.
“siapa namamu?” tanya pria itu, Seunggi menatapnya dingin. ‘pria ini aneh..’ batin Seunggi. “eungg.. apa harus aku memberitahumu?” Seunggi balik bertanya dengan nada dingin, pria itu tersenyum hangat. Seunggi melihat senyuman dan uluran tangan itu. ‘sepertinya dia baik’ nilai Seunggi lalu memaksakan sebuah senyuman.
“Song Seunggi imnida” jawab Seunggi kemudian berlalu meninggalkan pria itu.
“hhh, gadis yang menarik”


TBC

eumm.. gaje banget ya chap 1nya.. mianhae... 

annyeong~

paiipaii~

Minggu, 17 Mei 2015

MY GUARDIAN ANGEL chap 2

MY GUARDIAN ANGEL chap 2


cast : Lee Min Ra (OC)
Kim Joonmyun
Jeon Jungkook
Choi Minho
other cast : Song Seunggi (OC)
Jong Taehyo (OC)
genre : romance, school life, action
length : chaptered

annyeong readers.. gw balik egen. gw bawah ffnya Suho yang chapter 2nya. sebenarnya nii ff udah gw post di fb, dan ternyata banyak yang suka. yaudah, gw post ajah disini...


CHAPTER #2
Joonmyun PoV
Aku berjalan dengan kerennya menuju bangkuku, hah, aku masih memikirkan gadis tadi. Dia baik dan tentu juga cantik. Jungkook sahabat terbaik memang. Aku bersyukur mangenal Jungkook. Tapi aku masih bingung kenapa Jungkook memperkenalkan aku dengan Lee Minra atau apa sebenarnya Minra yang meminta Jungkook memperkenalkanku padanya? Entahlah. Tapi, aku cukup bahagia. Gadis itu tidak banyak bicara, dia juga memiliki senyum yang manis dan satu lagi dia gadis yang menarik. Hhhaha... apa aku terlihat aneh sekarang? “hahhhhhhh..” aku menghela nafas ringan. Pikiranku kembali pada gadis itu tanpa menyadari kalau ada yang memanggilku.
“YA!! KIM JOONMYUN!!! APA KAU TULI??!!”teriak Jungkook tepat ditelingaku. Aish, menyebalkan. “apa kau kaget, huh?” “tentu saja bodoh” aku mengelus dadaku karena dibuat kaget. “makanya, dengarkan aku. Sebenarnya apa yang kau pikirkan Joonmyun syg” mwoya? Sayang? Anak ini menggodaku. “cihh.. sayang? Kau gila” aku mencibir membuat Jungkook memanyunkan bibir lalu memandang ke depan. Memandang papan tulis kosong. “eungg.. Jungkook-ah, apa Kim saem tidak masuk hari ini?” tanyaku tapi dia tak menjawab. Anak ini kenapa? Batinku heran.
Huhh.. membosankan. Aku sendiri sekarang. Jungkook pergi entah kemana. Baru mau kutanyakan tentang Minra dia malah pergi dan satu kenapa tidak ada guru yang masuk? Menyebalkan. Hari yang menyebalkan seumur hidupku. Cihh.. aku benci ini.
AUTHOR PoV
Joonmyun terus mencibir tidak jelas. Jungkook pergi entah kemana. Anak itu memang selalu saja begitu. “hmm.. apa yang harus kulakukan sekarang? Ini membosankan” Joonmyun menenggelamkan wajahnya pada lekukan lengannya sambil membuang nafas kasar.
.
.
.
.
.
Kini didalam kelas XIIb menjalankan misi pembelajarannya *apa ini?* membosankan memang. Terlihat beberapa murid memaksakan mata mereka agar tetap memandang kedepan. Tapi tentu saja ada yang tertidur dibelakang seperti Jessica Jung. Cho saem perlahan berjalan menuju tempat Jessica beberapa murid memasang muka tegang. Apa yang akan terjadi setelahnya?
“Jessica?” Cho saem memanggilnya dengan suara lembut tapi tak dijawab. “YA!! JESSICA JUNG!!” Jessica tersentak kaget dari tidurnya dan dengan gelagapan Jessica cepat-cepat membuka buku serta membacanya padahal tidak tahu apa yang dibacanya sekarang. “kau baca apa?” tanya Cho saem tiba-tiba. “ishh.. aku lupa” Jessica menepuk jidatnya setelah tahu apa yang dibacanya. “ahahahha.. aku lupa. Mianhae saem, silakan dilanjutkan.” Dan sekarang hidupmu sudah diujung tanduk Jessica. “sudahlah Jessica-ah, kau keluar saja. Lama sekali” Seunggi membuka suara karena bosan “ne.. itu benar” tambah Minra dan Taehyo hanya tertawa. “ya! Jessica-ah sebaiknya kau keluar sekarang kau mengganggu Minraku belajar” celetuk Minho tiba-tiba membuatnya mendapat tatapan bosan dari seisi kelas. “sebaiknya kau yang keluar Choi Minho!!” great.. Minho diusir.
“ta..ta.tapi saem—“ “sudah, keluar saja” Minho tak dapat membantah dan langsung keluar kelas. “baiklah, lanjutkan” pelajaran kembali dimulai tapi Minra, Seunggi dan Taehyo terkikik melihat Minho diusir.
.
.
.
.
“melelakan” Minra menarik nafas, “hahah.. ya benar.” Taehyo menambahkan dan sekarang mereka bertiga melangkah menuju halaman sekolah untuk bermain-main atau hanya sekedar bercanda. “Minra-ah” panggil seseorang membuat Minra yang pertama menoleh. “ah, Joonmyun-ah” ternyata Joonmyun, “kalau begitu kami duluan” Seunggi dan Taehyo pergi meninggalkan Minra sendiri bersama Joonmyun. “apa kau punya waktu? Kalau tidak, bagaimana kalau kita kekantin bersama?” ajak Joonmyun lalu tersenyum tulus, “eoh?? Ahaha.. tentu” Minra tersenyum senang mengiyakan ajakan Joonmyun.

>> malam ini, pukul 19:30
Joonmyun terlihat begitu senang. Wajahnya yang putih nan mulus menunjukkan rona merah yang jelas sekali dilihat. Apa yang dipikirkannya? Tentu tidak ada yang tahu, bukan? “hahhh...” Joonmyun menghembuskan nafasnya perlahan *bayangkan, nafasnya harum.. :p*
Ditaman belakang rumah yang ditumbuhi berbagai jenis bunga-bunga, kolam ikan, air mancur serta sepeda yang biasa digunakan untuk berjalan-jalan dan jangan lupa bangku taman panjang yang diduduki Joonmyun. Tidak mungkin jika Joonmyun harus duduk di rumput, kan’? ah.. memalukan.
Joonmyun tampak sedang mengingat sesuatu, dia tampak sesekali tersenyum ketika mengingat hal yang menyenangkan. “ah.. Lee Minra, Lee Minra..” Joonmyun bergumam mengingat nama itu. “akan kuajak dia jalan-jalan besok..” lalu tersenyum dan bangkit hendak menuju tempatnya berlabu. *apaan ini?*
Keesokkan harinya saat Joonmyun hendak menuju kelasnya. “Joonmyun-ah!!” panggil seseorang membuatnya menoleh, “ne?” ah, ternyata Se Mi sepupunya. “apa kau sedang jatuh cinta, heum?” goda Se Mi membuat rona merah diwajah Joonmyun. “mwoya? Hahaha.. kau bercanda?” Joonmyun mengelak namun itu tak membuat Se Mi menyerah. “jujur saja.. atau apa harus aku memanggilmu Joonmyun oppa? agar kau mau jujur padaku? Jangan salah sangka, aku tak akan mau..” Se Mi mengejek membuat Joonmyun hanya mendesah kesal. “apa kau bilang, hah? Gadis bodoh..” Joonmyun mencibir tak mau kalah. “MWOYA?? BODOH?? NEO...” pekik Se Mi, membuat Joonmyun harus menutup telinganya, “ah, sudahlah”.
.
.
.
.
>> Di kelas XIIb
 “Minra-ah, kemarilah!”
“ada apa?”
“aku punya sesuatu untukmu”
“apa?”
“Kim Joonmyun, sepertinya menyukaimu..”
“apa?” Minra pura-pura tak dengar.
“Joonmyun menyukaimu, bodoh”
“apa? Jinjja??” tampaknya Minra terkejut. “ne..” Se Mi mengangguk. “ya! Ada apa ini?” Seunggi dan Taehyo bertanya dengan panuh minat. “anii.. tidak ada” Minra tersenyum lebar lalu memberi kode pada Se Mi agar pergi.
Sampai pada detik ini Minra masih tetap tersenyum, sungguh dia tak pernah percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Joonmyun menyukainya? Oh, tidak itu belum pasti. “Minra-ah, perhatikan penjelasannya.. apa kau mau diusir Han saem?” tegur Taehyo yang duduk disebelahnya. Minra tersenyum kikuk.

>> Minra PoV
 Oh, sungguh. Aku tak percaya dengan apa yang barusan kudengar dari Se Mi. Tapi, mungkin saja benar. Bukankah Se Mi adalah sepupu Joonmyun? Oh, inilah yang akan membuatku senang sepanjang hari. Aku bersumpah, jika Joonmyun benar-benar menyukaiku maka aku akan memeluk Se Mi. Aku akan sangat berterimah kasih pada anak itu. Tapi.. tunggu! Tau dari mana dia? Ah, menyebalkan. Aku lupa menanyakan hal itu, bisa saja dia menipuku. Jangan sampai itu terjadi.
“aku ke toilet ya” pamitku pada kedua sahabat tersayangku.
Se Mi, kemana kau? Aku menjadi gelisah sekarang. Aku harus cepat menanyakan hal itu, tapi anak itu dimana? Oh God! Dimana Se Mi? Sekarang aku benar-benar frustasi. Tapi.. siapa itu??

>> Author Pov
Minra menajamkan matanya lagi, “bukankah itu Choi Minho? Pria brengsek, kenapa wajahnya merah seperti itu?” Minra bertanya-tanya dalam hati. “ah, sudahlah” dia memalingkan wajah lalu kembali pada aktivitas sebelumnya. Menunggu Kim Se Mi.
Sudah hampir 30 menit Minra berdiri sambil mengotak-atik handphonenya berharap itu dapat mengusir kebosanannya. “eoh..?? Minra-ah??” seorang mengejutkannya dan hampir membuat Handphone kesayangannya itu mencium lantai. ‘aish.. huh.. hampir saja’ umpatnya dalam hati kemudian tersenyum pada Se Mi yang berdiri didepannya. “ah, Se Mi-ah. Aku mau menanyakan sesuatu padamu. Kajja...” sebelum mereka melangkah bel tanda pelajaran ke2 dimulai ‘TINGG TINGG’ *anggap saja itu bunyinya* ‘jinjja? Huh.. menyebalkan’ Minra melepaskan Se Mi dari genggamannya lalu pergi tanpa memedulikan Se Mi yang berteriak memanggilnya. “MENYEBALKANN!!” Minra frustasi.
.
.
.
.
Terlihat Choi Minho yang berdiri didepan sebuah ruang kelas yang sudah sepi dengan muka garang. Sepertinya dia sedang marah. “akan kubunuh dia, dia tidak boleh mencintai gadisku” dia bergumam kesal. Seseorang keluar dari kelas itu lalu menyernyit bingung melihat Minho yang berdiri dengan muka garang. “eoh..? choi Minho, kan’?” tanya sebuah suara membuat Minho mendongak, “ah.ternyata kau disini” Minho tersenyum sinis melihat Joonmyun yang ada dihadapannya. “apa kau tahu, siapa aku?” Joonmyun hanya tersenyum tak mengerti dengan apa yang Minho ucapkan, jelas saja dia mengenalnya. Bodoh. “apa kau tahu kalau aku mencintai Lee Minra?!” Joonmyun tersentak mendengar nama itu. ‘Minho mencintai Minra?’ Joonmyun terpaku sekarang, entah apa yang akan dilakukannya. “dan aku tidak suka jika kau menyukainya atau hanya sekedar mendekatinya” lanjut Minho semakin membuat hati Joonmyun teriris *eaaaaaa*
Dengan ekspresi seperti itu membuat Minho semakin memperlebar senyum sinisnya. “kau sudah tahu,kan’? kalau begitu JAUHI MINRA!!” kata Minho sebelum meninggalkan Joonmyun yang terdiam. Entah kemana raganya. “jinjja? Minho? Aku harap tidak dengan Minra” masih ada secercah harapan bagi Joonmyun. Diapun tersenyum lebar lalu melangkah.

>> skip
Minra, Seunggi dan Taehyo melangkah beriringan sambil sesekali bersendawa. Inilah yang selalu mereka lakukan jika sudah keluar dari kelas yang mereka sebut ‘PENJARA’. “Minra-ah!!” teriakkan itu seakan menghentikan waktu termasuk langkah ketiga gadis itu. “annyeong..” sapa Joonmyun ketika sudah tepat berdiri didepan ketiga gadis itu. “ah..” “kau hanya memanggil Minra? Menyebalkan” protes Taehyo membuat Joonmyun menggaruk tengkuknya malu. “sudahlah, emm.. ada apa Joonmyun-ah?” ‘apa dia ingin menembakku?’ Minra keGRan :p. “mau pulang bersama?..” “ehemmm.. jadi begitu? Hanya mau mengajak pulang jadi harus berteriak seperti itu?” timpal Seunggi lalu terkikik. “mau kan’?” oh, Joonmyun memaksa? “baiklah..” akhirnya mereka ber4 pulang bersama. Mereka tidak tahu kalau ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik mereka.
>> Skip
Seunggi yang terakhir meninggalkan Minra dan Joonmyun. Suasana yang hanya ada mereka berdua membuatnya semakin canggung. Dingin. Suasananya dingin. Tak ada dari mereka berdua yang berbicara hanya saling menoleh lalu tersenyum. “ehemm..” Joonmyun sedikit berdehem mencoba membuat suasana agar lebih cair. “apa kau sibuk malam ini Minra-ah?” tanya Joonmyun membuka suara. “anii..” Minra menggeleng. ‘ini bagus’ Joonmyun tersenyum senang sebelum melanjutkan kalimatnya. “apa kau mau makan malam bersamaku?” tanya Joonmyun takut-takut jika Minra mennolaknya. “eoh..? baiklah” hanya itu yang bisa dikatakan Minra, dia begitu senang sekaligus gugup. ‘apa ini kencan?’
“baiklah, aku akan menunggumu didepan gerbang sekolah..” Joonmyun pun pergi meninggalkan Minra yang tersenyum bahagia. “aku ingin sekali terbang.. apa ini kencan?”
.
.
.
.
“baiklah, aku akan menunggumu didepan gerbang sekolah..” Joonmyun pergi. “maka aku yang akan datang..” gumam Minho dengan nada yang bisa dibilang cukup mengerikan.
“Minra tak akan datang, dan aku yang akan datang untuk membuatmu tidak akan melupakan malam ini..”


TBC