cast : kim myungsoo, Lee Soo Young, Nam Seo Kyung, Kim Jongdae, & Park Hye sin
genre : romance & sad
CAPTHER #1
Bunyi serine ambulance membangunkan
seorang pria tampan berumur sekitar 17 tahun. Ia keluar dan berdiri
memperhatikan mobil ambulance yang melewati sebuah gank sempit didepan
rumahnya. Perasaan khawatir mulai merasuk dalam dirinya. Kerutan didahinya
mulai muncul dengan samar, tanda bahwa ia sedang mengkhawatirkan sesuatu.
Pikirannya kini tertuju pada gadis cantik seperti malaikat yang tinggal tak
jauh dari rumahnya. Gadis itu merupakan kekasihnya yang sangat ia cintai. Gadis
itu sudah ada dalam kehidupanya sejak 2 tahun yang lalu. Walaupun ia tahu bahwa
gadis itu memiliki penyakit yang amat mengerikan dan dapat merenggut nyawanya
kapan saja, pria yang bernama Kim Myungsoo itu tetap dengan setia mencintainya.
Lee Soo Young, nama gadis yang begitu cantik seperti malaikat itu, ia selalu
mengukir senyuman manis diwajahnya walaupun ada rasa sakit yang selalu dia
tahan.
“ya! Apa yang kau lakukan disitu ? ayo
masuk!! Apa kau mau memperhatikan mobil itu sampai malam? Apa kau mau melihat
mayat yang diangkut karena pembunuhan? Atau karena tabrak lari? Sudahlah jangan
pikirkan gadis penyakitan itu, dia tidak dapat memberikan masa depan yang baik
untukmu. Arraeseo?” teriak Ny. Kim ketika melihat putranya yang melamun karena
khawatir. Ia menuruti apa yang dikatakan ibunya. Dengan berat hati Myungsoo
kembali melangkahkan kakinya kedalam rumah, walau berat untuk dilakukan.
“mwo? Apa yang kau katakan? Tidak
mungkin... kau bercanda kan?” ucap Myungsoo dengan wajah heran bercampur takut.
“baik. Aku akan kesana. Tunggulah”
ucapnya melanjutkan, dan pergi tanpa berpamitan. Kini air matanya tak berhenti
mengalir. Entah apa yang terjadi.
“ya!!! Soo Young chagiya, ireona...!!
jangan tinggalkan aku. Aku belum mengabulkan permitaanmu..” ucapnya terisak
ketika sampai dirumah sakit. Diranjang itu telah terbaring seorang gadis yang
begitu cantik. Gadis itu telah meninggalkan semuanya, termasuk rasa sakit yang
begitu dalam dihati Myungsoo.
“Myungsoo-ssi... biarkan dia tenang,
mungkin ini yang terbaik untuk Soo Young...” kata Ny. Lee mencoba untuk
menenangkan Myungsoo yang kini menangis tak rela jika Soo Young harus pergi
secepat ini.
“kenapa kau lakukan ini padaku?? Kau
jahat sekali, kenapa Soo Young??” katanya sambil terisak . “tolong jangan
tinggalkan aku. Kau segalanya untukku. Kalau kau pergi, aku tidak tahu apa yang
akan terjadi padaku. Jadi, tolong bangunlah. Aku mohon. BANGUUNNNN!!!!!!”
teriak Myungsoo tak dapat ditahan. Hatinya seakan pecah berkeping-keping.
“Myungsoo-ssi.. Soo Young menitipkan
ini untukmu.” Kata Ny. Lee sambil memberikan sepucuk surat dari Soo Young.
Dengan segera Myungsoo menghapus air matanya dan menerima surat itu. “dia
menulisnya tadi pagi. Mungkin dia sudah merasakan apa yang akan terjadi
padanya. Aku mohon, tolong baca surat terakhirnya itu.” Lanjut Ny. Lee sebelum
berlalu mengikuti dokter keruangannya.
“Myungsoo chagi. Mungkin ini surat
terakhir yang kutulis untukmu. Ini juga surat yang aku tuliskan sebelum rasa
sakit yang sangat menyakitkan mulai kurasakan. Kau tahu rasa sakit ini sangat
menyiksaku. Rasanya sakit sekali, rasanya ingin bunuh diri saja ketika mersakan
ini. Seandainya jika ketika aku merasakannya, kau ada disisiku. Mungkin
sakitnya tidak akan terasa. Aku menangis sepanjang hari sambil menahan rasa
sakit ini. Aku menunggumu datang ketika aku menangis, tapi dimana kau? Aku
menunggumu dengan rasa sakit ini. Kanker Hati yang menyiksaku selama
bertahun-tahun selalu membuatku tegar. Aku selalu mencoba untuk memberikan
senyuman semanis apapun untuk menutupi rasa sakitku ini. Aku begitu mencintaimu,
aku juga tahu bahwa kau sangat mencintaiku. Tapi, mungkin semuanya akan
berakhir dengan cepat. Rasanya aku akan segera pergi sebentar lagi. Satu pesan
untukmu, aku sangat-sangat mencintaimu lebih dari apapun bahkan aku mencintaimu
lebih dari nyawaku sendiri, aku mohon padamu untuk tidak mengingatku. Karena
jika kau mengingat kenangan kita, kau pasti akan menangis dan aku tidak mau
melihatmu menangis. Aku akan melihatmu dari atas sana. Hanya ini yang mau
kusampaikan sebelum semuanya berakhir.
Aku mencintaimu.”
Lee
Soo Young
Air mata kembali mengalir ketika
selesai membaca surat itu. Hatinya semakin hancur. Myungsoo masih tak bisa
merelakan semuanya ini. Soo Young telah pergi untuk selamanya, ia meninggalkan
sebuah goresan besar dihati Myungsoo.
Hari ini, Myungsoo pergi ke pemakaman
Soo Young. Dia tidak memberitahu ibunya, dia sudah tahu apa yang akan terjadi
ketika ibunya tahu tentang kematian Soo Young. Ny. Kim sangat membenci Soo
Young ketika tahu penyakit yang diidapnya.
“selamat tinggal chagi. Semoga kau
bahagia disana. Nan jeongmal Saranghae” ucap Myungsoo sambil mengecup batu
nisan yang bertuliskan nama ‘LEE SOO YOUNG’ sebelum pergi meninggalkan
makamnya.
Kini Myungsoo hidup dengan kenangan
yang pedih. Ia mencoba untuk memperbaiki hatinya yang hancur. Sudah 2 bulan
ditinggal Soo Young, Myungsoo telah berubah. Dia selalu menghabiskan waktunya
dengan minuman keras dan selalu pergi ke club malam untuk bersenang-senang.
Semua itu dia lakukan untuk mencoba menghapus kenangan indah dan pedih ketika bersama
Soo Young.
Kakinya mulai melangkah dengan gontai.
Myungsoo mabuk, tadi dia minum sangat banyak tanpa memikirkan tentang
kesehatannya. ‘BUGGGHHH’ tubuhnya jatuh dengan lemas dipinggir jalan.
Seorang wanita yang kebetulan lewat
didepannya melihat keadaan Myungsoo yang menyedihkan. Ia segera membopong tubuh
kekar itu pulang. Dirawatnya Myungsoo hingga kembali membuka mata.
“a...a..aku dimana?” tanya Myungsoo
terbatah
“kau dirumahku, semalam kau pingsan
dipinggir jalan jadi aku membawamu kesini.” Jawab gadis itu, tapi dengan tubuh
yang membelakangi Myungsoo.
Myungsoo yang heran melihat gadis itu
hanya bisa mencoba untuk melihat wajah gadis itu dengan jelas. Mungkin gadis
itu seumuran dengan Myungsoo, tubuhnya masih terlihat ramping, suaranya juga
begitu lembut.
“kau sudah sadar kan? Pulanglah, orang
tuamu mungkin sedang mengkhawatirkanmu.” Kata gadis itu sambil berlalu ke
belakang. Myungsoo segera bangun dan mulai mencoba melangkahkan kakinya pergi.
Dia pulang tanpa berterimah kasih, mungkin sekarang dia sedang tidak mau
berbicara lagi dengan wanita.
“hmmm.. ternyata sudah pulang” gumam
gadis itu ketika melihat ranjang yang tadi Myungsoo tempati sudah kosong. Dia
gadis yang cantik, senyumnya begitu menawan, suaranya seperti seorang malaikat
yang bernyanyi, cantiikkk sekali.
TBC