Senin, 08 Desember 2014

[THE SAME DESTINY] FANFICTION BY ME CAPTHER #2



cast : Kim Myungsoo, Nam Seo Kyung, Kim Jongdae, Park Hye Sin
genre : romance
length : 1 - 10 

CAPTHER #2


Myungsoo, melangkahkan kakinya gontai ketika keluar dari rumah gadis itu. Nampak dari raut wajahnya, Myungsoo sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya tambah pusing. “suaranya seperti aku kenal, tapi dimana?” gumamnya bingung.
******
“ya! Dari mana saja kau semalam? Dasar anak tak tahu diri” bentak Ny. Kim ketika melihat Myungsoo yang pulang dengan penampilan yang acak-acakkan. “tolong biarkan aku masuk. Aku sangat capek” jawabnya tak peduli dengan ibunya. “ya! Mau kemana kau, Kim Myungsoo?” teriak ibunya. “tidur” jawabnya singkat. Ny. Kim yang melihat anaknya yang berkata seperti itu hanya bisa membelalakkan matanya.
“melelahkan” gumam Myungsoo sambil merebahkan tubuhnya di kasur super empuknya. “hmm. Soo Young-ya, apa kau bahagia disana?” katanya sambil memperhatikan foto Soo Young yang dipajang di dinding kamar. “arraseo, aku tidak boleh bersedih” ucapnya melanjutkan ketika tak mendengar sahutan dari orang yang diajak berbicara. “selamat malam.” Katanya lalu tertidur dengan memeluk foto Soo Young.
******
Tahun ajaran baru dimulai. Hari ini, adalah hari pertama Seo Kyung masuk sekolah. Gadis cantik bermata sayu, dengan senyuman manis yang selalu ia pamerkan keorang-orang akan memulai hari baru di sekolah barunya. “Kirin Art School, i’m coming.” Gumamnya girang sambil membentangkan kedua tangannya dan tersenyum bahagia.
“annyeonghaseyo Nam Seo Kyung imnida, bangapta ne” ucapnya memperkenalkan diri. Sesuatu menahanya ketika melihat seorang pria yang duduk dengan tenang. Pria yang tampan, batinnya. “silakan duduk” pintah gurunya.
Pelajaran pertama usai sudah, tibanya untuk mengisi perut. “annyeong Jongdae imnida” sapa pria itu, “ne” ucapku tersenyum. Mataku tetap memperhatikan pria yang sedari tadi duduk termenung, wajahnya tampan. Tapi, Seo Kyung dapat melihat bahwa dibalik wajah tampannya ada sebuah kesedihan mendalam yang tak dapat dilupakan. Seo Kyung begitu penasaran, ia ingin mencari tahu tentang pria itu. Kenapa dia bisa bersedih seperti itu sedangkan teman-temannya tertawa bersama. “Jongdae-ssi, karena kau yang pertama aku kenal disekolah ini. Jadi, apa aku boleh bertanya?” tanyanya akhirnya. “ne, silakan” jawab Jongdae. “kau tahu dia siapa?” tanya Seo Kyung sambil menunjuk Myungsoo, Jongdae hanya mengangguk cepat seakan tahu bahwa ia belum dipersilakan berbicara. “kenapa dia hanya diam? Bukannya sedari tadi temannya berbicara padanya? Kenapa tidak dihiraukan?” tanya Seo Kyung dengan serentetan pertanyaan yang membuat kerutan di dahi Jongdae. “dia sedang bersedih. Kekasihnya meninggal dua tahun yang lalu. Kalau ku lihat-lihat kekasihnya mirip sekali dengan wajahmu.” Ucapnya. ‘wajah yang mirip?’ kata itu membuat Seo Kyung membelalakkan mata tak percaya. “kalau tidak salah namanya adalah Lee Soo Young” katanya melanjutkan. Seo Kyung terkejut, ia tidak percaya jika ada orang yang begitu mirip dengannya. “ohh.. gomawo..” ucapnya berterimah kasih dengan nada yang agak terkejut.
“aku harus mengenalinya. Aku harus membantu pria itu, melihat wajahnya aku seperti tak tahan. Kesedihan yang mendalam membuatku kasihan ditambah lagi kekasihnya yang sudah meninggal sangat mirip denganku?? Ahh.. apa-apaan ini?” gumam Seo Kyung sambil berjalan pulang kerumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Seo Kyung melihat Myungsoo yang tergeletak dipinggir jalan. Rasanya ia tidak mau menolong. Tapi dengan keadaanya yang seperti itu, terpaksa mengharuskan Seo Kyung membopongnya pulang. Lagi-lagi Seo Kyung membawanya pulang kerumah. “bukannya dia pria yang ada dikelas tadi?” gumamnya sambil melihat setiap detail wajah Myungsoo. “Kim Myungsoo!?” katanya sambil membaca papan nama yang ada didada Myungsoo. “jadi, namanya Myungsoo? Hmmm.. satu masalah sudah kutemukan” gumamnya.
“kau sudah bangun?” tanya Seo Kyung ketika melihat Myungsoo yang berdiri di teras rumahnya. Tanpa basa basi Myungsoo pergi meninggalkan Seo Kyung yang berdiri seperti patung. “mwo? Begitu saja? Dasar pria aneh, ditanya malah pergi.” Gumam gadis itu jengkel.
******
Kembali bersekolah, itu yang kini dilakukan Seo Kyung. Dengan semangat ia menuntun kakinya melangkah menuju sekolah yang membuatnya senang. “aku akan mencari tahu tentang pria itu” ucapnya sambil memperlambat langkahnya. “Kirin Art School. Akhirnya sampai juga” ucapnya girang. Semua orang memperhatikan Seo Kyung yang bertingkah seperti anak baru. Padahal sudah sebulan dia bersekolah disitu.
“annyeong, apa aku boleh duduk disini?” tanya Seo Kyung pada Myungsoo yang duduk sendirian. “tidak. Jangan disitu” ucapnya ketus. Melihat itu Seo Kyung hanya mengangguk dan tersenyum. “kalau aku bertanya boleh?” tanyaku lagi. “apa yang mau kau tanyakan?” katanya membuat senyum diwajah Seo Kyung. “apa aku boleh berteman denganmu?” tanya Seo Kyung dan sontak membuat Myungsoo menoleh. “Soo Young? Kau Soo Young kan?” tanya Myungsoo membuat Seo Kyung terkejut. “maaf, tapi aku bukan Soo Young. Aku..” belum sempat melanjutkan kalimatnya Myungsoo sudah memeluk gadis itu. “aku merindukanmu Soo Young-ah” ucapnya. Seo Kyung tak bisa berbuat apa-apa dia hanya dapat membalas pelukan itu.
“kau kemana saja?” tanya Myungsoo ketika mereka duduk ditaman belakang sekolah. Ingin rasanya Seo Kyung mengatakan yang sebenarnya. Tapi, ia juga tak tega jika harus melihat Myungsoo kembali bersedih. “mau makan?” ucap Seo Kyung sambil menyodorkan tempat bekal. “waaa.. apa ini? Sudah lama kau tak pernah membuatkanku Kimbab” ucapnya tersenyum ketika melihat isi tempat bekal itu. ‘yang jelas saja tidak pernah, aku kan baru datang’ batinnya.
“Myungsoo-ssi, sebenarnya aku bukan Soo Young, namaku Seo Kyung” kata Seo Kyung ketika mereka berdua berjalan bersama. “ya, aku tahu. Jongdae yang memberitahuku. Kau sangat mirip dengan Soo Youngku” jawab Myungsoo membuat Seo Kyung menarik nafas lega. “aku pikir kau marah. Tapi, maukah kau jadi temanku?” tanyaku hati-hati, “tentu saja” jawab Myungsoo sambil merangkul gadis itu.
******




“maaf kalau aku tak bisa menyukaimu” ucapnya tiba-tiba. “te...tentu” jawab Seo Kyung terbatah. Senyum manis terukir jelas diwajah Myngsoo.
“apa yang terjadi dengan Soo Young?” tanya Seo Kyung yang membuat senyum Myungsoo menghilang. “oh.. maaf” ucap Seo Kyung menyesali perbuatannya. “gwaenchana” ucap Myungsoo menenangkan Seo Kyung.

TBC



Tidak ada komentar:

Posting Komentar