cast : Kim Myungsoo, Nam Seo Kyung, Kim Jongdae, Park Hye Sin
genre : romance
length : 1 - 10
CAPTHER #2
Myungsoo,
melangkahkan kakinya gontai ketika keluar dari rumah gadis itu. Nampak dari
raut wajahnya, Myungsoo sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya tambah
pusing. “suaranya seperti aku kenal, tapi dimana?” gumamnya bingung.
******
“ya! Dari
mana saja kau semalam? Dasar anak tak tahu diri” bentak Ny. Kim ketika melihat
Myungsoo yang pulang dengan penampilan yang acak-acakkan. “tolong biarkan aku
masuk. Aku sangat capek” jawabnya tak peduli dengan ibunya. “ya! Mau kemana
kau, Kim Myungsoo?” teriak ibunya. “tidur” jawabnya singkat. Ny. Kim yang
melihat anaknya yang berkata seperti itu hanya bisa membelalakkan matanya.
“melelahkan”
gumam Myungsoo sambil merebahkan tubuhnya di kasur super empuknya. “hmm. Soo
Young-ya, apa kau bahagia disana?” katanya sambil memperhatikan foto Soo Young
yang dipajang di dinding kamar. “arraseo, aku tidak boleh bersedih” ucapnya
melanjutkan ketika tak mendengar sahutan dari orang yang diajak berbicara.
“selamat malam.” Katanya lalu tertidur dengan memeluk foto Soo Young.
******
Tahun ajaran
baru dimulai. Hari ini, adalah hari pertama Seo Kyung masuk sekolah. Gadis
cantik bermata sayu, dengan senyuman manis yang selalu ia pamerkan
keorang-orang akan memulai hari baru di sekolah barunya. “Kirin Art School, i’m
coming.” Gumamnya girang sambil membentangkan kedua tangannya dan tersenyum
bahagia.
“annyeonghaseyo
Nam Seo Kyung imnida, bangapta ne” ucapnya memperkenalkan diri. Sesuatu
menahanya ketika melihat seorang pria yang duduk dengan tenang. Pria yang
tampan, batinnya. “silakan duduk” pintah gurunya.
Pelajaran
pertama usai sudah, tibanya untuk mengisi perut. “annyeong Jongdae imnida” sapa
pria itu, “ne” ucapku tersenyum. Mataku tetap memperhatikan pria yang sedari
tadi duduk termenung, wajahnya tampan. Tapi, Seo Kyung dapat melihat bahwa
dibalik wajah tampannya ada sebuah kesedihan mendalam yang tak dapat dilupakan.
Seo Kyung begitu penasaran, ia ingin mencari tahu tentang pria itu. Kenapa dia
bisa bersedih seperti itu sedangkan teman-temannya tertawa bersama.
“Jongdae-ssi, karena kau yang pertama aku kenal disekolah ini. Jadi, apa aku
boleh bertanya?” tanyanya akhirnya. “ne, silakan” jawab Jongdae. “kau tahu dia
siapa?” tanya Seo Kyung sambil menunjuk Myungsoo, Jongdae hanya mengangguk
cepat seakan tahu bahwa ia belum dipersilakan berbicara. “kenapa dia hanya
diam? Bukannya sedari tadi temannya berbicara padanya? Kenapa tidak
dihiraukan?” tanya Seo Kyung dengan serentetan pertanyaan yang membuat kerutan
di dahi Jongdae. “dia sedang bersedih. Kekasihnya meninggal dua tahun yang lalu.
Kalau ku lihat-lihat kekasihnya mirip sekali dengan wajahmu.” Ucapnya. ‘wajah
yang mirip?’ kata itu membuat Seo Kyung membelalakkan mata tak percaya. “kalau
tidak salah namanya adalah Lee Soo Young” katanya melanjutkan. Seo Kyung
terkejut, ia tidak percaya jika ada orang yang begitu mirip dengannya. “ohh..
gomawo..” ucapnya berterimah kasih dengan nada yang agak terkejut.
“aku harus
mengenalinya. Aku harus membantu pria itu, melihat wajahnya aku seperti tak
tahan. Kesedihan yang mendalam membuatku kasihan ditambah lagi kekasihnya yang
sudah meninggal sangat mirip denganku?? Ahh.. apa-apaan ini?” gumam Seo Kyung
sambil berjalan pulang kerumahnya.
Dalam
perjalanan pulang, Seo Kyung melihat Myungsoo yang tergeletak dipinggir jalan.
Rasanya ia tidak mau menolong. Tapi dengan keadaanya yang seperti itu, terpaksa
mengharuskan Seo Kyung membopongnya pulang. Lagi-lagi Seo Kyung membawanya
pulang kerumah. “bukannya dia pria yang ada dikelas tadi?” gumamnya sambil
melihat setiap detail wajah Myungsoo. “Kim Myungsoo!?” katanya sambil membaca
papan nama yang ada didada Myungsoo. “jadi, namanya Myungsoo? Hmmm.. satu
masalah sudah kutemukan” gumamnya.
“kau sudah
bangun?” tanya Seo Kyung ketika melihat Myungsoo yang berdiri di teras
rumahnya. Tanpa basa basi Myungsoo pergi meninggalkan Seo Kyung yang berdiri
seperti patung. “mwo? Begitu saja? Dasar pria aneh, ditanya malah pergi.” Gumam
gadis itu jengkel.
******
Kembali
bersekolah, itu yang kini dilakukan Seo Kyung. Dengan semangat ia menuntun
kakinya melangkah menuju sekolah yang membuatnya senang. “aku akan mencari tahu
tentang pria itu” ucapnya sambil memperlambat langkahnya. “Kirin Art School.
Akhirnya sampai juga” ucapnya girang. Semua orang memperhatikan Seo Kyung yang
bertingkah seperti anak baru. Padahal sudah sebulan dia bersekolah disitu.
“annyeong,
apa aku boleh duduk disini?” tanya Seo Kyung pada Myungsoo yang duduk
sendirian. “tidak. Jangan disitu” ucapnya ketus. Melihat itu Seo Kyung hanya
mengangguk dan tersenyum. “kalau aku bertanya boleh?” tanyaku lagi. “apa yang
mau kau tanyakan?” katanya membuat senyum diwajah Seo Kyung. “apa aku boleh
berteman denganmu?” tanya Seo Kyung dan sontak membuat Myungsoo menoleh. “Soo
Young? Kau Soo Young kan?” tanya Myungsoo membuat Seo Kyung terkejut. “maaf,
tapi aku bukan Soo Young. Aku..” belum sempat melanjutkan kalimatnya Myungsoo
sudah memeluk gadis itu. “aku merindukanmu Soo Young-ah” ucapnya. Seo Kyung tak
bisa berbuat apa-apa dia hanya dapat membalas pelukan itu.
“kau kemana
saja?” tanya Myungsoo ketika mereka duduk ditaman belakang sekolah. Ingin rasanya
Seo Kyung mengatakan yang sebenarnya. Tapi, ia juga tak tega jika harus melihat
Myungsoo kembali bersedih. “mau makan?” ucap Seo Kyung sambil menyodorkan
tempat bekal. “waaa.. apa ini? Sudah lama kau tak pernah membuatkanku Kimbab”
ucapnya tersenyum ketika melihat isi tempat bekal itu. ‘yang jelas saja tidak
pernah, aku kan baru datang’ batinnya.
“Myungsoo-ssi,
sebenarnya aku bukan Soo Young, namaku Seo Kyung” kata Seo Kyung ketika mereka
berdua berjalan bersama. “ya, aku tahu. Jongdae yang memberitahuku. Kau sangat
mirip dengan Soo Youngku” jawab Myungsoo membuat Seo Kyung menarik nafas lega.
“aku pikir kau marah. Tapi, maukah kau jadi temanku?” tanyaku hati-hati, “tentu
saja” jawab Myungsoo sambil merangkul gadis itu.
******
“maaf kalau
aku tak bisa menyukaimu” ucapnya tiba-tiba. “te...tentu” jawab Seo Kyung
terbatah. Senyum manis terukir jelas diwajah Myngsoo.
“apa yang
terjadi dengan Soo Young?” tanya Seo Kyung yang membuat senyum Myungsoo
menghilang. “oh.. maaf” ucap Seo Kyung menyesali perbuatannya. “gwaenchana”
ucap Myungsoo menenangkan Seo Kyung.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar