Jumat, 29 Mei 2015

I HATE YOU [Chap 1]

I HATE YOU !!

Cast : Song Seung Gi
Song Seung Yeon
Kim jongdae
Park Chanyeol
Kim Na Na
Genre : school life, family
Author : SwagJD
Note : ff ini gk pke pemeran utamanya cowok. Si bang Yeol and Jongdae gw pake buat penengah ajah.  genre romancenya lumayan,  bercerita tentang saudara kembar yang saling membenci. Maksudnya satu ajah yang pembenci. Dan main castnya yaitu Song Seung Gi, itu nama korea gw. Tapi tenang ajah kok, ceritanya gk nyata. Cuman khayalan gw ajah.  . Gw mau menceritakan tentang 2 orang gadis bersaudara.
Ahh, gw kebanyakan bacot yethh? Ngeselin jga..
Okeee ChenKaiD.Ottttttttt!!!

Pagi yang biasa kegiatan yang biasa. Dua orang gadis cantik turun dari mobil mereka ketika seorang pria separuh baya membukakan pintu untuk mereka. Dua gadis itu terlihat seperti orang kaya dan itu sontak membuat perhatian dari seisi sekolah.
Siapa kedua gadis cantik itu? Apakah mereka anak baru? Apa mereka bersaudara? Nampaknya tidak. Lihat saja ekspresi mereka. Mereka berdua turun dari mobil bersama, namun satu dari mereka berjalan lebih cepat. Gadis yang didepan sana terlihat anggun tapi terlihat dingin. Tanpa senyum. Kecuali yang mengekor di belakangnya, sesekali dia tersenyum pada murid-murid disana.
****

Kim saem melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kepala sekolah. Entah kenapa tiba-tiba dia dipanggil kepala sekolah.
Dia mengetuk pintu sebelum masuk keruangan itu.
“selamat pagi, pak. Ada perlu apa ya?” tanyanya pada seorang pria yang terlihat lebih tua darinya. “ehemmm...” dia sedikit berdehem sambil mengatur kacamatanya. “ada anak baru hari ini. Dua gadis anak seorang konglomerat, kau tahu kan?” ucap sang kepala sekolah. Namun, Kim saem menggeleng. “sudah kuduga, mereka anak dari tuan Song Jong Won. Pemilik cafe dan hotel terbesar di Korea. Kau tahu kan” tanya kepala sekolah membuat Kim saem tersenyum lalu mengangguk. “terimah mereka dikelasmu” pintah kepala sekolah yang langsung disetujui oleh Kim Saem.
****
Dua gadis tadi sekarang duduk dihadapan Kim saem dengan sopan.
“siapa nama kalian?” tanya Kim saem memecah keheningan.
“Song Seunggi” ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.
“Song Seungyeon imnida, saem” ucap yang satunya lagi dengan nada gembira dan sopan. Kim saem tersenyum.
“kalian akan masuk kekelasku” Kim saem tersenyum lalu bangkit dari duduknya membiarkan kedua gadis itu mengikutinya.
“selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru” ucap Kim saem membuat seisi kelas bertanya-tanya.
“annyeong, Song Seunggi imnida” ucap Seunggi memperkenalkan dirinya. Dia sedikit memaksakan senyum. Tidak baik jika baru masuk harus dibenci seisi kelas karena sombong.
“annyeong chingudeul, Song Seungyeon imnida” ucap Seungyeon ramah membuat Seunggi memutar bola matanya malas.
“oke, Seunggi-ssi kau duduk disebelah Kim Na Na. Dan Seungyeon-ssi kau bisa duduk disebelah Chanyeol” ucap Kim saem mempersilakan mereka duduk.
****
Seunggi meletakkan tasnya lalu duduk. “hai.. aku Kim Na na” ucap gadis yang bernametag Kim na na dengan senyum sumringah. “ne..” balas Seunggi sedikit memaksakan senyum membuat Na Na kembali menoleh kedepan.
Ditempat lain terlihat juga SeungYeon meletakkan tasnya lalu duduk disebelah Chanyeol. “hai.. aku Park Chanyeol. Bangapta” ucap Chanyeol tersenyum lebar. “hai Chanyeol-ah” jawab Seungyeon tersenyum manis.
Pelajaran berlangsung dengan baik. Seunggi dan Seungyeon tampak seperti orang yang sedang berkompetesi. “ya! SeungYeon-ah, kau salah” ucap Cho saem, mengatakan kalau jawaban Seungyeon salah “sudah kubilang ‘kan?” ucap Seunggi tersenyum penuh kemenangan. “ahh, ne saem. Mianhae” ucap Seungyeon lalu kembali duduk. “apa kau bersaudara dengan Seunggi?” tanya Chanyeol hati-hati. “ne..” jawab Seungyeon tersenyum.
Lonceng pun berbunyi menandakan pelajaran sudah selesai. Beberapa murid berhamburan keluar kelas dan berlari menuju kantin termasuk Chanyeol dan Seungyeon. “tunggu sebentar ya? Ku ajak Seunggi dulu” Seungyeon melangkah menuju Seunggi yang sedang memainkan kukunya. “Seunggi-ah, apa kau mau ikut ke kantin?” tanya Seungyeon. “kenapa harus mengajakku?” Seunggi balik bertanya dengan nada dingin. “apa kau tidak mau ikut, kalau begitu aku pergi dulu” Seungyeon membalikkan tubuhnya lalu menghampiri Chanyeol. “bagaimana?” Seungyeon menggeleng.
Seunggi PoV
Menyebalkan sekali bisa satu kelas dengannya. Bagaimana kalau mereka tahu kami bersaudara kembar. Bisa-bisa usahaku akan sia-sia. Argggghh. Aku membencimu Song Seungyeon. Kau merebut semuanya dan tak menyisakannya untukku. Sebenarnya yang jahat aku atau dia? Hhh, kurasa dia. Mana ada saudara yang tega mengambil semuanya dan tak pernah berpikir tentang perasaan saudaranya?
Aku tahu aku tak pantas membencinya. Kami saudara. Tapi, dia yang duluan. Sejak umur 2 tahun aku mulai merasakan kecemburuan, dia terlihat lebih disayang appa dan eomma. Dia selalu dipeluk dengan hangat, tapi aku? Aku merasa bahwa mereka tak pernah menginginkan aku hadir.
Setiap malam sejak umur 6 tahun aku menangis mengingat kepedihan hidupku. 6 tahun itu sudah bisa mengerti dengan keadaan sekitar begitu pun aku. Aku semakin tumbuh dewasa, dan rasa benci dan iri itupun tumbuh bersamanya.
Sekarang aku sudah 16 tahun, aku menginginkan kasih sayang dari appa dan eomma. Tapi, kenapa Seungyeon yang mendapatkannya?? Arggggghhh...
Kini air mataku mengalir. Aku tak sanggup menahan sakit hati ini. “kenapa Seungyeon? Dan kenapa bukan aku?” lirihku sambil terisak.
Aku sendiri diruangan ini jadi aku bisa dengan leluasa menangis. Aku membencimu Seungyeon-ah. Kau saudara yang sangat menyebalkan.
PoV End
Seungyeon dan Chanyeol duduk dan mengobrol bersama. Sesekali Chanyeol melemparkan beberapa lelucon yang langsung membuat Seungyeon tertawa lepas.
“ahahahahaah... kau sungguh lucu Chanyeol-ah” ucap Seungyeon diselah tawanya. “begitukah? Ahahahahaha..” Chanyeol ikut tertawa lebih keras.
“maaf, aku mengganggu kalian. Tapi, Chanyeol-ah kau dipanggil Han saem” Kim Nana menghampiri mereka. “kau tidak bohong kan?” tanya Chanyeol menyelidik. Kim Nana adalah gadis paling menyebalkan disekolah. “untuk apa Chanyeol-ah” Kim Nana berusaha meyakinkan. “hmmm.. kalau begitu Seungyeon-ah. Aku duluan” Chanyeol pergi setelah mendapat anggukan kecil dari Seungyeon.
Seungyeon melanjutkan kegiatannya, tapi tiba-tiba Nana menariknya dengan kasar. “ahh,, ada apa ini?” Seungyeon mengernyit heran “diamlah” dan ‘Byurrrrrr’ Seungyeon diguyur air dingin. “ahahah.. awal yang baik Seungyeon. Bagus kau tidak memberontak” Nana mengelus pipi Seungyeon.
Tubuhnya basah kuyup sekarang. “a-a—apa yang ka—kau kau lakukan?” tanya Seungyeon menahan isaknya sementara semua orang disitu menertawakannya.
“jelaskan padaku, kenapa kau dekati CHANYEOL??!!” bentak Nana
“apa maksudmu? Kami hanya berteman” Seungyeon heran dengan sikap Nana yang kasar. “apa maksudku? Kau bercanda? Aku menyukainya, dan saat aku hampir menggapainya kau datang ditengah-tengah kami dan langsung mengambilnya. Apa kau mau berakhir disini?” Nana terlihat marah. Seungyeon hanya tertunduk menahan isak.
“apa yang kau lakukan?” tanya seseorang pada Nana dengan nada dingin. Itu Seunggi. “apa yang kau lakukan?” ulang Seunggi, “memangnya kau tidak lihat? Aku mau memberi pelajaran padanya. Apa urusannya denganmu?” nantang Nana. “apa kau tidak pikir pakai otakmu? Tadi dikelas, apa kau tidak sadar kalau jawabanmulah yang paling banyak salah. Dan kau bilang mau memberi pelajaran? Hahhh, yang benar saja? Kau tahu? Kau hanya memalukan dirimu saja nona Kim” ucap Seunggi membuat semua orang ditempat itu saling berbisik-bisik.
“hey!! Kau masih baru disini!! Kau mau aku membuatmu keluar dari sekolah?” nantang Nana dengan tatapan tajam. “coba saja kalau bisa, aku tidak takut. Toh, sekolah ini juga menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan adalah bertemu denganmu” ucap Seunggi lalu menarik lengan Seungyeon pergi.
“AWASSS KAU SONG SEUNGGIII!!!!!” teriak Kim Nana kesal.
“jadi kau salah menjawab dan kalah dengan anak baru? Memalukan sekali Kim Nana” sindir salah seorang dari mereka. “hehhh!! Apa kalian mau aku buat keluar dari sekolah?” ancam Nana. “itu sudah basi Kim Nana” ucap yang lainnya.
“hhh, menyebalkan” gumam Nana lalu menghentakkan kakinya keluar dari tempat itu.
****
Seunggi melepaskan tangannya dari Seungyeon lalu menatapnya tajam. “kenapa kau tidak melawan?” tanya Seunggi dingin. “gomawo Seunggi-ah, tapi aku tidak mau dibenci jika melawannya. Aku masih baru disini” jawab Seungyeon. “kau masih memikirkan itu? Apa kau tidak lihat? Kau masih baru saja sudah diguyur seperti itu apalagi kalau kau melakukan hal yang jauh menyebalkan.”
Seungyeon tetap tertunduk. “pakai ini” Seunggi menyodorkan pakaian olahraga lalu berlalu pergi. “gomawao” lirih Seungyeon sambil terisak.
Seungyeon Pov
Baru kali ini aku melihat Seunggi membelaku dengan berani. Padahal kami baru hari pertama bersekolah disini. Seunggi saudara yang paling kusanyang tapi, dia tak pernah menyayangiku. Dia membenciku. Aku tidak tahu apa salahku sehingga membuatnya membenciku. Tapi, aku tidak peduli lagi. Dia menolongku dan aku merasa senang. Mungkin dia sudah mulai menyayangiku.
Aku melangkahkan kaki menuju toilet. Apa lagi kalau bukan mengganti pakaianku yang basa kuyub seperti ini?
“hhh,  awal yang buruk” gumamku menatap pantulan wajahku di cermin.
PoV End
Chanyeol menghampiri meja Nana dan ‘BRAKKK’ Chanyeol menggebrak meja itu membuat Kim Nana terlonjak kaget. “apa yang kau lakukan pada Seungyeon? Kenapa dia basah kuyub, hahh?!!” bentak Chanyeol. “ahh, itu.. annia, tadi dia jatuh” sangkal Nana tapi Chanyeol mendekatkan wajahnya sehingga Nana dapat merasakan hembusan nafas Chanyeol. “mau bohong lagi? Aku tau dari anak-anak yang dikantin tadi...” bisik Chanyeol.
“lalu kenapa kau membelanya, hah?”
“memangnya kenapa? Aku hanya mau menjadi teman yang baik”
“baik atau apa? Hah”
Mereka berdua sekarang beradu mulut membuat seisi kelas menatap mereka.
“apa? Maumu apa hah?” tanya Chanyeol dengan nada yang semakin meninggi
“mauku adalah kau. Apa salah?” Nana terlihat menahan isaknya.
“ada apa ini?” tanya seseorang dengan nada datar. Siapa lagi kalau bukan Seunggi?
Semua menoleh menatap Seunggi yang berdiri di depan pintu. “Oh,, Kim Nana. Ada apa?” Seunggi mendekati Nana menyentuh pundaknya. “apa yang kau lakukan?” Nana menatapnya tajam. “eohh, aku hanya bertanya” Seunggi tetap berkata lembut. “apa kau mau membuatku malu lagi?”
“ah, kenapa kau berpikir begitu?”
“sudah, katakan dimana Seungyeon?!” Chanyeol membuka suara
“aku disini Chanyeol-ah” ucap Seungyeon yang datang dengan rambut yang basah dan tentu baju olahraga yang acak-acakkan. “Seungyeon-ah, apa kau baik-baik saja?” Chanyeol menghampiri Seungyeon. “ak..”   “hhh,, panas sekali disini..” Seunggi membuka suara lalu melangkah menuju tempatnya. “isshhh” Chanyeol mendecak kesal. “aku baik-baik saja Chanyeol-ah” Seungyeon tersenyum tulus.
“arrrggg... aku benci kalian berdua!!” teriak Nana marah lalu kembali duduk.
****
*tingg~tingg~tingg* (anggap ajah ni bunyi lonceng)
Akhirnya lonceng tanda sekolah berahir berbunyi. Semua murid bersorak gembira tak terkecuali Chanyeol yang melompat-lompat kegirangan.
“ayo Seungyeon-ah, kita pulang bersama” ajak Chanyeol, Seungyeon melirik Seunggi yang sedang mengemas barangnya. “kau pulang bersamanya?” tanya Chanyeol Seungyeon mengangguk ragu. “oh, kalau begitu lain kali saja. Aku duluan. Anyyeong~” Chanyeol pun berlalu meninggalkan sepasang saudara itu.
Seungyeon melangkah mendekati Seunggi. “Seunggi-ah, apa Choi ahjussi menjemput kita?” tanya Seungyeon pelan. Seunggi mengedikkan bahunya kemudian berlalu meninggalkan Seungyeon yang berdiri. “kenapa dia selalu begini?” lirih Seungyeon.
****
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mobil jemputan kedua gadis itu pun datang. Seunggi tampak langsung masuk tanpa mengatakan apa-apa. Seperti berterimah kasih kepada Choi ahjussi atau yang lainnya. Tak seperti Seungyeon yang tersenyum pada choi ahjussi.
Choi ahjussi adalah supir pribadi mereka yang telah bekerja di keluarga Song selama 15 tahun. Jadi tak heran jika dia tahu perbedaan kedua gadis itu.
Seunnggi  menutup matanya dia malas jika harus berhadapan dengan Seungyeon. Choi ahjussi yang melihatnya juga hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah. Itu milik tuan Song Jong Woon pengusaha terkaya di kota Seoul. Beruntung sekali anaknya. Tapi, tidak dengan Seunggi. Tentu Seunggi tidak pernah merasa bahagia. Dia hidup mewah, punya kamar yang lebih besar dari Seungyeon, tapi kenapa dia tidak bahagia?
Seunggi membuka pintu mobil dan langsung melesat pergi. Dia malas melihat Seungyeon yang menurutnya sok akrab dengan Choi ahjussi.
****
Seunggi memasuki kamarnya dan dengan cepat ia mengganti baju seragam dengan baju kaos biru dengan setelan mantel hitam untuk melengkapinya. Ia mengambil tas lalu beranjak keluar dari kamar.
Seunggi ingin pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku pelajaran agar bisa dipelajari. Tentu saja, dia kan masih baru.
Seunggi menutup pintu kamarnya dan hendak berjalan menuruni tangga tapi, langkahnya terhenti ketika melihat Seungyeon yang juga menggunakan baju kaos yang sama dengannya. Seunggi mendengus kesal lalu kembali memasuki kamarnya.
“akh.. dia itu kenapa ? kenapa selalu mengikuti gayaku?” gumam Seunggi kesal lalu mengganti baju kaosnya dengan sweter merah kesukaannya.
****
Seunggi melangkah keluar dari dalam mobil menuju sebuah gedung besar didepannya. Sesampainya didalam gedung itu, matanya segera menulusuri setiap rak buku disana. Sesekali dia juga sempat membacanya jika ada buku atau novel yang menarik.
“aiisshh.. dimana buku itu?” gumamnya mencari buku pelajaran yang dicari. Seunggi tidak memperhatikan jalan sehingga tidak melihat seorang pria yang juga sedang mencari buku pelajaran.
‘BUGGHH’ mereka bertabrakkan sehingga Seunggi terjatuh kebelakang.
“mianhae..” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.
“gwaenchana” jawab Seunggi tanpa menyambut uluran tangan itu.
“siapa namamu?” tanya pria itu, Seunggi menatapnya dingin. ‘pria ini aneh..’ batin Seunggi. “eungg.. apa harus aku memberitahumu?” Seunggi balik bertanya dengan nada dingin, pria itu tersenyum hangat. Seunggi melihat senyuman dan uluran tangan itu. ‘sepertinya dia baik’ nilai Seunggi lalu memaksakan sebuah senyuman.
“Song Seunggi imnida” jawab Seunggi kemudian berlalu meninggalkan pria itu.
“hhh, gadis yang menarik”


TBC

eumm.. gaje banget ya chap 1nya.. mianhae... 

annyeong~

paiipaii~

Minggu, 17 Mei 2015

MY GUARDIAN ANGEL chap 2

MY GUARDIAN ANGEL chap 2


cast : Lee Min Ra (OC)
Kim Joonmyun
Jeon Jungkook
Choi Minho
other cast : Song Seunggi (OC)
Jong Taehyo (OC)
genre : romance, school life, action
length : chaptered

annyeong readers.. gw balik egen. gw bawah ffnya Suho yang chapter 2nya. sebenarnya nii ff udah gw post di fb, dan ternyata banyak yang suka. yaudah, gw post ajah disini...


CHAPTER #2
Joonmyun PoV
Aku berjalan dengan kerennya menuju bangkuku, hah, aku masih memikirkan gadis tadi. Dia baik dan tentu juga cantik. Jungkook sahabat terbaik memang. Aku bersyukur mangenal Jungkook. Tapi aku masih bingung kenapa Jungkook memperkenalkan aku dengan Lee Minra atau apa sebenarnya Minra yang meminta Jungkook memperkenalkanku padanya? Entahlah. Tapi, aku cukup bahagia. Gadis itu tidak banyak bicara, dia juga memiliki senyum yang manis dan satu lagi dia gadis yang menarik. Hhhaha... apa aku terlihat aneh sekarang? “hahhhhhhh..” aku menghela nafas ringan. Pikiranku kembali pada gadis itu tanpa menyadari kalau ada yang memanggilku.
“YA!! KIM JOONMYUN!!! APA KAU TULI??!!”teriak Jungkook tepat ditelingaku. Aish, menyebalkan. “apa kau kaget, huh?” “tentu saja bodoh” aku mengelus dadaku karena dibuat kaget. “makanya, dengarkan aku. Sebenarnya apa yang kau pikirkan Joonmyun syg” mwoya? Sayang? Anak ini menggodaku. “cihh.. sayang? Kau gila” aku mencibir membuat Jungkook memanyunkan bibir lalu memandang ke depan. Memandang papan tulis kosong. “eungg.. Jungkook-ah, apa Kim saem tidak masuk hari ini?” tanyaku tapi dia tak menjawab. Anak ini kenapa? Batinku heran.
Huhh.. membosankan. Aku sendiri sekarang. Jungkook pergi entah kemana. Baru mau kutanyakan tentang Minra dia malah pergi dan satu kenapa tidak ada guru yang masuk? Menyebalkan. Hari yang menyebalkan seumur hidupku. Cihh.. aku benci ini.
AUTHOR PoV
Joonmyun terus mencibir tidak jelas. Jungkook pergi entah kemana. Anak itu memang selalu saja begitu. “hmm.. apa yang harus kulakukan sekarang? Ini membosankan” Joonmyun menenggelamkan wajahnya pada lekukan lengannya sambil membuang nafas kasar.
.
.
.
.
.
Kini didalam kelas XIIb menjalankan misi pembelajarannya *apa ini?* membosankan memang. Terlihat beberapa murid memaksakan mata mereka agar tetap memandang kedepan. Tapi tentu saja ada yang tertidur dibelakang seperti Jessica Jung. Cho saem perlahan berjalan menuju tempat Jessica beberapa murid memasang muka tegang. Apa yang akan terjadi setelahnya?
“Jessica?” Cho saem memanggilnya dengan suara lembut tapi tak dijawab. “YA!! JESSICA JUNG!!” Jessica tersentak kaget dari tidurnya dan dengan gelagapan Jessica cepat-cepat membuka buku serta membacanya padahal tidak tahu apa yang dibacanya sekarang. “kau baca apa?” tanya Cho saem tiba-tiba. “ishh.. aku lupa” Jessica menepuk jidatnya setelah tahu apa yang dibacanya. “ahahahha.. aku lupa. Mianhae saem, silakan dilanjutkan.” Dan sekarang hidupmu sudah diujung tanduk Jessica. “sudahlah Jessica-ah, kau keluar saja. Lama sekali” Seunggi membuka suara karena bosan “ne.. itu benar” tambah Minra dan Taehyo hanya tertawa. “ya! Jessica-ah sebaiknya kau keluar sekarang kau mengganggu Minraku belajar” celetuk Minho tiba-tiba membuatnya mendapat tatapan bosan dari seisi kelas. “sebaiknya kau yang keluar Choi Minho!!” great.. Minho diusir.
“ta..ta.tapi saem—“ “sudah, keluar saja” Minho tak dapat membantah dan langsung keluar kelas. “baiklah, lanjutkan” pelajaran kembali dimulai tapi Minra, Seunggi dan Taehyo terkikik melihat Minho diusir.
.
.
.
.
“melelakan” Minra menarik nafas, “hahah.. ya benar.” Taehyo menambahkan dan sekarang mereka bertiga melangkah menuju halaman sekolah untuk bermain-main atau hanya sekedar bercanda. “Minra-ah” panggil seseorang membuat Minra yang pertama menoleh. “ah, Joonmyun-ah” ternyata Joonmyun, “kalau begitu kami duluan” Seunggi dan Taehyo pergi meninggalkan Minra sendiri bersama Joonmyun. “apa kau punya waktu? Kalau tidak, bagaimana kalau kita kekantin bersama?” ajak Joonmyun lalu tersenyum tulus, “eoh?? Ahaha.. tentu” Minra tersenyum senang mengiyakan ajakan Joonmyun.

>> malam ini, pukul 19:30
Joonmyun terlihat begitu senang. Wajahnya yang putih nan mulus menunjukkan rona merah yang jelas sekali dilihat. Apa yang dipikirkannya? Tentu tidak ada yang tahu, bukan? “hahhh...” Joonmyun menghembuskan nafasnya perlahan *bayangkan, nafasnya harum.. :p*
Ditaman belakang rumah yang ditumbuhi berbagai jenis bunga-bunga, kolam ikan, air mancur serta sepeda yang biasa digunakan untuk berjalan-jalan dan jangan lupa bangku taman panjang yang diduduki Joonmyun. Tidak mungkin jika Joonmyun harus duduk di rumput, kan’? ah.. memalukan.
Joonmyun tampak sedang mengingat sesuatu, dia tampak sesekali tersenyum ketika mengingat hal yang menyenangkan. “ah.. Lee Minra, Lee Minra..” Joonmyun bergumam mengingat nama itu. “akan kuajak dia jalan-jalan besok..” lalu tersenyum dan bangkit hendak menuju tempatnya berlabu. *apaan ini?*
Keesokkan harinya saat Joonmyun hendak menuju kelasnya. “Joonmyun-ah!!” panggil seseorang membuatnya menoleh, “ne?” ah, ternyata Se Mi sepupunya. “apa kau sedang jatuh cinta, heum?” goda Se Mi membuat rona merah diwajah Joonmyun. “mwoya? Hahaha.. kau bercanda?” Joonmyun mengelak namun itu tak membuat Se Mi menyerah. “jujur saja.. atau apa harus aku memanggilmu Joonmyun oppa? agar kau mau jujur padaku? Jangan salah sangka, aku tak akan mau..” Se Mi mengejek membuat Joonmyun hanya mendesah kesal. “apa kau bilang, hah? Gadis bodoh..” Joonmyun mencibir tak mau kalah. “MWOYA?? BODOH?? NEO...” pekik Se Mi, membuat Joonmyun harus menutup telinganya, “ah, sudahlah”.
.
.
.
.
>> Di kelas XIIb
 “Minra-ah, kemarilah!”
“ada apa?”
“aku punya sesuatu untukmu”
“apa?”
“Kim Joonmyun, sepertinya menyukaimu..”
“apa?” Minra pura-pura tak dengar.
“Joonmyun menyukaimu, bodoh”
“apa? Jinjja??” tampaknya Minra terkejut. “ne..” Se Mi mengangguk. “ya! Ada apa ini?” Seunggi dan Taehyo bertanya dengan panuh minat. “anii.. tidak ada” Minra tersenyum lebar lalu memberi kode pada Se Mi agar pergi.
Sampai pada detik ini Minra masih tetap tersenyum, sungguh dia tak pernah percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Joonmyun menyukainya? Oh, tidak itu belum pasti. “Minra-ah, perhatikan penjelasannya.. apa kau mau diusir Han saem?” tegur Taehyo yang duduk disebelahnya. Minra tersenyum kikuk.

>> Minra PoV
 Oh, sungguh. Aku tak percaya dengan apa yang barusan kudengar dari Se Mi. Tapi, mungkin saja benar. Bukankah Se Mi adalah sepupu Joonmyun? Oh, inilah yang akan membuatku senang sepanjang hari. Aku bersumpah, jika Joonmyun benar-benar menyukaiku maka aku akan memeluk Se Mi. Aku akan sangat berterimah kasih pada anak itu. Tapi.. tunggu! Tau dari mana dia? Ah, menyebalkan. Aku lupa menanyakan hal itu, bisa saja dia menipuku. Jangan sampai itu terjadi.
“aku ke toilet ya” pamitku pada kedua sahabat tersayangku.
Se Mi, kemana kau? Aku menjadi gelisah sekarang. Aku harus cepat menanyakan hal itu, tapi anak itu dimana? Oh God! Dimana Se Mi? Sekarang aku benar-benar frustasi. Tapi.. siapa itu??

>> Author Pov
Minra menajamkan matanya lagi, “bukankah itu Choi Minho? Pria brengsek, kenapa wajahnya merah seperti itu?” Minra bertanya-tanya dalam hati. “ah, sudahlah” dia memalingkan wajah lalu kembali pada aktivitas sebelumnya. Menunggu Kim Se Mi.
Sudah hampir 30 menit Minra berdiri sambil mengotak-atik handphonenya berharap itu dapat mengusir kebosanannya. “eoh..?? Minra-ah??” seorang mengejutkannya dan hampir membuat Handphone kesayangannya itu mencium lantai. ‘aish.. huh.. hampir saja’ umpatnya dalam hati kemudian tersenyum pada Se Mi yang berdiri didepannya. “ah, Se Mi-ah. Aku mau menanyakan sesuatu padamu. Kajja...” sebelum mereka melangkah bel tanda pelajaran ke2 dimulai ‘TINGG TINGG’ *anggap saja itu bunyinya* ‘jinjja? Huh.. menyebalkan’ Minra melepaskan Se Mi dari genggamannya lalu pergi tanpa memedulikan Se Mi yang berteriak memanggilnya. “MENYEBALKANN!!” Minra frustasi.
.
.
.
.
Terlihat Choi Minho yang berdiri didepan sebuah ruang kelas yang sudah sepi dengan muka garang. Sepertinya dia sedang marah. “akan kubunuh dia, dia tidak boleh mencintai gadisku” dia bergumam kesal. Seseorang keluar dari kelas itu lalu menyernyit bingung melihat Minho yang berdiri dengan muka garang. “eoh..? choi Minho, kan’?” tanya sebuah suara membuat Minho mendongak, “ah.ternyata kau disini” Minho tersenyum sinis melihat Joonmyun yang ada dihadapannya. “apa kau tahu, siapa aku?” Joonmyun hanya tersenyum tak mengerti dengan apa yang Minho ucapkan, jelas saja dia mengenalnya. Bodoh. “apa kau tahu kalau aku mencintai Lee Minra?!” Joonmyun tersentak mendengar nama itu. ‘Minho mencintai Minra?’ Joonmyun terpaku sekarang, entah apa yang akan dilakukannya. “dan aku tidak suka jika kau menyukainya atau hanya sekedar mendekatinya” lanjut Minho semakin membuat hati Joonmyun teriris *eaaaaaa*
Dengan ekspresi seperti itu membuat Minho semakin memperlebar senyum sinisnya. “kau sudah tahu,kan’? kalau begitu JAUHI MINRA!!” kata Minho sebelum meninggalkan Joonmyun yang terdiam. Entah kemana raganya. “jinjja? Minho? Aku harap tidak dengan Minra” masih ada secercah harapan bagi Joonmyun. Diapun tersenyum lebar lalu melangkah.

>> skip
Minra, Seunggi dan Taehyo melangkah beriringan sambil sesekali bersendawa. Inilah yang selalu mereka lakukan jika sudah keluar dari kelas yang mereka sebut ‘PENJARA’. “Minra-ah!!” teriakkan itu seakan menghentikan waktu termasuk langkah ketiga gadis itu. “annyeong..” sapa Joonmyun ketika sudah tepat berdiri didepan ketiga gadis itu. “ah..” “kau hanya memanggil Minra? Menyebalkan” protes Taehyo membuat Joonmyun menggaruk tengkuknya malu. “sudahlah, emm.. ada apa Joonmyun-ah?” ‘apa dia ingin menembakku?’ Minra keGRan :p. “mau pulang bersama?..” “ehemmm.. jadi begitu? Hanya mau mengajak pulang jadi harus berteriak seperti itu?” timpal Seunggi lalu terkikik. “mau kan’?” oh, Joonmyun memaksa? “baiklah..” akhirnya mereka ber4 pulang bersama. Mereka tidak tahu kalau ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik mereka.
>> Skip
Seunggi yang terakhir meninggalkan Minra dan Joonmyun. Suasana yang hanya ada mereka berdua membuatnya semakin canggung. Dingin. Suasananya dingin. Tak ada dari mereka berdua yang berbicara hanya saling menoleh lalu tersenyum. “ehemm..” Joonmyun sedikit berdehem mencoba membuat suasana agar lebih cair. “apa kau sibuk malam ini Minra-ah?” tanya Joonmyun membuka suara. “anii..” Minra menggeleng. ‘ini bagus’ Joonmyun tersenyum senang sebelum melanjutkan kalimatnya. “apa kau mau makan malam bersamaku?” tanya Joonmyun takut-takut jika Minra mennolaknya. “eoh..? baiklah” hanya itu yang bisa dikatakan Minra, dia begitu senang sekaligus gugup. ‘apa ini kencan?’
“baiklah, aku akan menunggumu didepan gerbang sekolah..” Joonmyun pun pergi meninggalkan Minra yang tersenyum bahagia. “aku ingin sekali terbang.. apa ini kencan?”
.
.
.
.
“baiklah, aku akan menunggumu didepan gerbang sekolah..” Joonmyun pergi. “maka aku yang akan datang..” gumam Minho dengan nada yang bisa dibilang cukup mengerikan.
“Minra tak akan datang, dan aku yang akan datang untuk membuatmu tidak akan melupakan malam ini..”


TBC

Kamis, 14 Mei 2015

WHY ?? [FF ONESHOT]

WHY ?? 

Cast : Park Jen Ah (OC)
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Genre : School life , *romance? gw sendiri bingung*
Length : Oneshot
Disclameir : ditegaskan lagi kalau ini ff murni dari otak autor. pemerannya jga milik Tuhan dan ortunya. so, buat plagiaters jebal jangan copas sembarangan tanpa ada ijin.
Note : kali ini gw pake si Bacon, tapi dia bkan pemeran utamanya. yaaa,, walaupun nantinya ada sesuatu yang terjadi sama dia layaknya main cast. okelah, gw minta maaf bwt Shiners yethhh.. kalau ada salah kata yang gw bwt ke Bacon kalian.. hihihih

CHENKAID.OTTTTTTTTTTTTT!!!!!!!!

aku tahu, aku bukanlah gadis yang pandai. aku juga gadis pembuat onar. hhh,, guru-guru sudah hafal dengan kelakuanku. tapi, setidaknya aku masih dibilang cantik..
"Park Chanyeol!!" panggilku, yang dipanggil menoleh dan tersenyum konyol. aku menghampirinya. "Ya! kenapa kau selalu tersenyum bodoh seperti itu , huh?!" ya, aku muak dengan senyumannya. "masa bodoh, kita kan sama-sama bodoh" dia nyengir. kita?? hhh,, baiklah aku menyerah.

aku dan Chanyeol memang bersahabat baik. kami selalu melakukan ini dan itu bersama-sama. marga kami juga sama yaitu 'Park', dan tak jarang juga orang-orang sering mengira kami bersaudara. dan jika ada yang berkata demikian maka aku akan menjitak kepala Chanyeol. siapa suruh dia mengikuti margaku? ehh, salahh *huhhh*

"Chanyeol-ah, apa kau sudah mengerjakan tugas dari Oh saem? yaa, dia menyebalkan seperti Sehun" aku berharap dewi fortuna berpihak padaku "anni.. belum juga. bagaimana denganmu?" dia malah tanya balik. bagaimana ini, Oh Tuhan! aku akan mati sekarang.
"selamat pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru, silakan masuk Baekhyun-ah"
"annyeong chingudeul, je ireumeun Byun Baekhyun imnida. bangapta~" membosankan.
"ne, silakan duduk"

hhh, kenapa para yeoja dibelakang begitu histeris melihatnya? aku biasa saja. "Jen Ah-ya, kau menyukainya?" *plakkkk "itu hadiah untukmu. jaga mulutmu Park Chanyeol" 

*
*
*
*
*
hhh,, akhirnya. waktu yang kutunggu-tunggu tiba juga. yaa waktunya break. "Jen Ah-ya, mau kekantin bersama?" ajak Chanyeol. "ahh, tidak trimah kasih" Chanyeol pun melenggang sambil merangkul anak Oh saem yang menyebalkan itu. yaa, Oh Sehun.
"Jen Ah-ya, kau dipanggil Lee saem" ucap Jongdae. yaaa, dia pria yang tampan sekaligus sangat pandai *maklum bias author, plakkk* tapi, aku tak tertarik padanya. aku cantik dia tampan kami serasi, tapi ditegaskan lagi aku tak tertarik "ne.." aku mengangguk lalu pergi menuju neraka ketiga setelah kelas dan neraka yang asli (?)

"ada apa saem?" tanyaku to the point, terlalu malas untuk sekedar berbasa basi dengannya.
"yaakk, apa kau tak diajari sopan santun?" bentaknya, membuatku memutar bola mata malas. "langsung saja saem, ada apa?" tanyaku lagi. "hmmm.. kau tahu kan murid baru dikelasmu itu. tolong bantu dia untuk memahami materi kita" apa? Byun Baekhyun?
"ahh.. annii saem. shireo!!" tolakku mentah-mentah
"memangnya kenapa?"
"yakk, saem jangan pura-pura polos. kau tahu aku kan?" aku berbisik lalu berbalik dan pergi.

hhh,, terlalu panas didalam. 
tunggu!! Lee saem itu gila atau pura-pura amnesia? dia kan tahu aku murid yang bodoh.. kenapa tidak Jongdae saja? arrgggghhhh...

aku melihat Baekhyun berjalan kearahku, hhhh menyebalkan.
"annyeong, siapa namamu?" aku diam. "ahh, Park Jen Ah" dia membaca nametagku. dasar!
"yaa, ada apa?" seperti bias, to the point
"bolehkah aku meminjam buku catatanmu untuk pelajaran Fisika?" tanyanya, sudah kuduga. pasti perintahnya Lee Saem. arggghh.
"untuk apa?" tetap dingin, itu yang kupertahankan
"aku ingin mengikuti materi kalian."
"tidak, aku tidak mau.." tolakku mentah-mentah
"kau tidak mau atau hanya kau saja yang memang malas" apa? dia mengejekku?
"apa kau bilang? kau masih baru dan kau berani mengejekku, huhh?" bentakku membuatnya tertunduk. "mianhae, tapi aku hanya ingin mengikuti materi kalian. Lee saem yang menyuruhku meminjam padamu"
hhh, aku pergi saja.

apa aku jahat? ohhh, dunia menertawakanku sekarang. 
"baiklah, ini untukmu. jangan dirusak" demi kehormatanku kupinjamkan.

*
*
*
*
3 bulan berlalu dan Baekhyun masih mengikutiku? menyebalkan, sungguh.
aku menyeret kakiku malas menuju perpustakaan. tiba-tiba Chanyeol merangkul pundakku. 
"apa?" tanyaku sarkastis "apa kau pacaran dengan Baekhyun? ahh, chukkaee" *plakkk aku menjitak kepalnya. seenaknya saja bicara. "sudah 3 bulan da bersekolah dengan kita, tapi apa ? dia tetap mengikutiku" jelasku malas. "mungkin dia menyukaimu.. ahh.. aku tahuu"
apa-apaan kau Park Chanyeol "jangan tersenyum konyol seperti itu Yeoll, aku muak melihatnya" ejekku dia merenggut kesal.

drtt..drtt..drttt.. handphoneku bergetar tanda ada pesan masuk.

from : Baekhyun cabe 
bisakah kau menemuiku ditaman belakang sekolah, Jen Ah-ya?

seenak jidatmu menyuruhku

to : Baekhyun cabe
apa?  katakan saja

from : Baekhyun cabe
ku mohon

akhh, baikla.

"Yeoll, aku pergi dulu."

*
*
*
*
aku melihat Baekhyun duduk di bangku panjang yang biasa aku duduki bersama Chanyeol, jika kami membolos. 

"ada apa Baek?" seperti biasa, to the point
"duduklah" aku tahu
"apa yang ingin kau bicarakan? cepatlah" pintahku
"eumm.. Jen Ah-ya, bisakahh--"
"jangan berbelit-belit" potongku *lama-lama kasian juga si Bacon*
"bisakahh. aku mencintaimuu?" apa? jaa...jaa.. jadi sekarang Baekhyun menyatakan perasaannya?
"Baek? mianhae. tapi, aku tidak bisa" ucapku. entah kenapa kata-kata itu melucur begitu saja.
"kenapa?"
"mollaseo Baek. tapi aku tidak bisa. maaf" aku pun melenggang pergi. sunggu aku tak ingin menyakitinya. tapi, aku juga tak ingin menyakiti diriku sendiri.

aku memang jahatt.. Mianhae Baekhyun-ah


END


gajee ya? akh, endingnya juga kagak bagus ya? emang slah gw. mian readers...

maksih udah mau baca.. muuaccchhhhhhhhh :*



Annyeong~
Paiipaii :* 

EXO - EXODUS (hangul)



EXODUS



Yeah, babe. My queen. 지배하는
Oh yeah Stand up! 외쳐도 결국엔 답은 No
부서진 맘의 조각이 반짝반짝
빠져들었고 출구 따윈 없었고
결국엔 자리 길을 잃어가
타는 해가 그렇게 너는 더욱 눈부셔
어느새 눈이 멀어버려
앞에 타오른 불길조차 보이지 않아
천천히 타들어가
모든 잔인한 Queen
아름다움 가시 감췄으니
Dangerous Dangerous, She’s so dangerous
깨지 않는 안에서
외로움을 꺾고서 달아나리
Exodus Exodus, It’s my Exodus
Stand back! 외쳐도 맘의 도미노
쓰러져 가는데 고갤 까딱까딱
더는 해도 되돌릴 없었고
깊어진 한숨에 힘이 빠져가 girl
머릿속 너는 Shock 어디를 가도 네가 들려와
어느새 귀도 멀어버려
무얼 말해도 너밖에는 들리지 않아
없이 사로잡혀
모든 잔인한 Queen
아름다움 가시 감췄으니
Dangerous Dangerous, She’s so dangerous
깨지 않는 안에서
외로움을 꺾고서 달아나리
Exodus Exodus, It’s my Exodus
투명한 유리의 성벽 보석처럼 빛나다 안에 나를 가둬
너에게 미친 이러다 미처
피하지 못할 병에 걸려
She’s dangerously hot
달콤한 나약한 King
아닌 모든 전부 잃었으니
Dangerous Dangerous, She’s so dangerous
가둔 너머의
빛을 향해 너를 탈출하리
Exodus Exodus, It’s my Exodus
Exodus
Exodus