Jumat, 29 Mei 2015

I HATE YOU [Chap 1]

I HATE YOU !!

Cast : Song Seung Gi
Song Seung Yeon
Kim jongdae
Park Chanyeol
Kim Na Na
Genre : school life, family
Author : SwagJD
Note : ff ini gk pke pemeran utamanya cowok. Si bang Yeol and Jongdae gw pake buat penengah ajah.  genre romancenya lumayan,  bercerita tentang saudara kembar yang saling membenci. Maksudnya satu ajah yang pembenci. Dan main castnya yaitu Song Seung Gi, itu nama korea gw. Tapi tenang ajah kok, ceritanya gk nyata. Cuman khayalan gw ajah.  . Gw mau menceritakan tentang 2 orang gadis bersaudara.
Ahh, gw kebanyakan bacot yethh? Ngeselin jga..
Okeee ChenKaiD.Ottttttttt!!!

Pagi yang biasa kegiatan yang biasa. Dua orang gadis cantik turun dari mobil mereka ketika seorang pria separuh baya membukakan pintu untuk mereka. Dua gadis itu terlihat seperti orang kaya dan itu sontak membuat perhatian dari seisi sekolah.
Siapa kedua gadis cantik itu? Apakah mereka anak baru? Apa mereka bersaudara? Nampaknya tidak. Lihat saja ekspresi mereka. Mereka berdua turun dari mobil bersama, namun satu dari mereka berjalan lebih cepat. Gadis yang didepan sana terlihat anggun tapi terlihat dingin. Tanpa senyum. Kecuali yang mengekor di belakangnya, sesekali dia tersenyum pada murid-murid disana.
****

Kim saem melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kepala sekolah. Entah kenapa tiba-tiba dia dipanggil kepala sekolah.
Dia mengetuk pintu sebelum masuk keruangan itu.
“selamat pagi, pak. Ada perlu apa ya?” tanyanya pada seorang pria yang terlihat lebih tua darinya. “ehemmm...” dia sedikit berdehem sambil mengatur kacamatanya. “ada anak baru hari ini. Dua gadis anak seorang konglomerat, kau tahu kan?” ucap sang kepala sekolah. Namun, Kim saem menggeleng. “sudah kuduga, mereka anak dari tuan Song Jong Won. Pemilik cafe dan hotel terbesar di Korea. Kau tahu kan” tanya kepala sekolah membuat Kim saem tersenyum lalu mengangguk. “terimah mereka dikelasmu” pintah kepala sekolah yang langsung disetujui oleh Kim Saem.
****
Dua gadis tadi sekarang duduk dihadapan Kim saem dengan sopan.
“siapa nama kalian?” tanya Kim saem memecah keheningan.
“Song Seunggi” ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.
“Song Seungyeon imnida, saem” ucap yang satunya lagi dengan nada gembira dan sopan. Kim saem tersenyum.
“kalian akan masuk kekelasku” Kim saem tersenyum lalu bangkit dari duduknya membiarkan kedua gadis itu mengikutinya.
“selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru” ucap Kim saem membuat seisi kelas bertanya-tanya.
“annyeong, Song Seunggi imnida” ucap Seunggi memperkenalkan dirinya. Dia sedikit memaksakan senyum. Tidak baik jika baru masuk harus dibenci seisi kelas karena sombong.
“annyeong chingudeul, Song Seungyeon imnida” ucap Seungyeon ramah membuat Seunggi memutar bola matanya malas.
“oke, Seunggi-ssi kau duduk disebelah Kim Na Na. Dan Seungyeon-ssi kau bisa duduk disebelah Chanyeol” ucap Kim saem mempersilakan mereka duduk.
****
Seunggi meletakkan tasnya lalu duduk. “hai.. aku Kim Na na” ucap gadis yang bernametag Kim na na dengan senyum sumringah. “ne..” balas Seunggi sedikit memaksakan senyum membuat Na Na kembali menoleh kedepan.
Ditempat lain terlihat juga SeungYeon meletakkan tasnya lalu duduk disebelah Chanyeol. “hai.. aku Park Chanyeol. Bangapta” ucap Chanyeol tersenyum lebar. “hai Chanyeol-ah” jawab Seungyeon tersenyum manis.
Pelajaran berlangsung dengan baik. Seunggi dan Seungyeon tampak seperti orang yang sedang berkompetesi. “ya! SeungYeon-ah, kau salah” ucap Cho saem, mengatakan kalau jawaban Seungyeon salah “sudah kubilang ‘kan?” ucap Seunggi tersenyum penuh kemenangan. “ahh, ne saem. Mianhae” ucap Seungyeon lalu kembali duduk. “apa kau bersaudara dengan Seunggi?” tanya Chanyeol hati-hati. “ne..” jawab Seungyeon tersenyum.
Lonceng pun berbunyi menandakan pelajaran sudah selesai. Beberapa murid berhamburan keluar kelas dan berlari menuju kantin termasuk Chanyeol dan Seungyeon. “tunggu sebentar ya? Ku ajak Seunggi dulu” Seungyeon melangkah menuju Seunggi yang sedang memainkan kukunya. “Seunggi-ah, apa kau mau ikut ke kantin?” tanya Seungyeon. “kenapa harus mengajakku?” Seunggi balik bertanya dengan nada dingin. “apa kau tidak mau ikut, kalau begitu aku pergi dulu” Seungyeon membalikkan tubuhnya lalu menghampiri Chanyeol. “bagaimana?” Seungyeon menggeleng.
Seunggi PoV
Menyebalkan sekali bisa satu kelas dengannya. Bagaimana kalau mereka tahu kami bersaudara kembar. Bisa-bisa usahaku akan sia-sia. Argggghh. Aku membencimu Song Seungyeon. Kau merebut semuanya dan tak menyisakannya untukku. Sebenarnya yang jahat aku atau dia? Hhh, kurasa dia. Mana ada saudara yang tega mengambil semuanya dan tak pernah berpikir tentang perasaan saudaranya?
Aku tahu aku tak pantas membencinya. Kami saudara. Tapi, dia yang duluan. Sejak umur 2 tahun aku mulai merasakan kecemburuan, dia terlihat lebih disayang appa dan eomma. Dia selalu dipeluk dengan hangat, tapi aku? Aku merasa bahwa mereka tak pernah menginginkan aku hadir.
Setiap malam sejak umur 6 tahun aku menangis mengingat kepedihan hidupku. 6 tahun itu sudah bisa mengerti dengan keadaan sekitar begitu pun aku. Aku semakin tumbuh dewasa, dan rasa benci dan iri itupun tumbuh bersamanya.
Sekarang aku sudah 16 tahun, aku menginginkan kasih sayang dari appa dan eomma. Tapi, kenapa Seungyeon yang mendapatkannya?? Arggggghhh...
Kini air mataku mengalir. Aku tak sanggup menahan sakit hati ini. “kenapa Seungyeon? Dan kenapa bukan aku?” lirihku sambil terisak.
Aku sendiri diruangan ini jadi aku bisa dengan leluasa menangis. Aku membencimu Seungyeon-ah. Kau saudara yang sangat menyebalkan.
PoV End
Seungyeon dan Chanyeol duduk dan mengobrol bersama. Sesekali Chanyeol melemparkan beberapa lelucon yang langsung membuat Seungyeon tertawa lepas.
“ahahahahaah... kau sungguh lucu Chanyeol-ah” ucap Seungyeon diselah tawanya. “begitukah? Ahahahahaha..” Chanyeol ikut tertawa lebih keras.
“maaf, aku mengganggu kalian. Tapi, Chanyeol-ah kau dipanggil Han saem” Kim Nana menghampiri mereka. “kau tidak bohong kan?” tanya Chanyeol menyelidik. Kim Nana adalah gadis paling menyebalkan disekolah. “untuk apa Chanyeol-ah” Kim Nana berusaha meyakinkan. “hmmm.. kalau begitu Seungyeon-ah. Aku duluan” Chanyeol pergi setelah mendapat anggukan kecil dari Seungyeon.
Seungyeon melanjutkan kegiatannya, tapi tiba-tiba Nana menariknya dengan kasar. “ahh,, ada apa ini?” Seungyeon mengernyit heran “diamlah” dan ‘Byurrrrrr’ Seungyeon diguyur air dingin. “ahahah.. awal yang baik Seungyeon. Bagus kau tidak memberontak” Nana mengelus pipi Seungyeon.
Tubuhnya basah kuyup sekarang. “a-a—apa yang ka—kau kau lakukan?” tanya Seungyeon menahan isaknya sementara semua orang disitu menertawakannya.
“jelaskan padaku, kenapa kau dekati CHANYEOL??!!” bentak Nana
“apa maksudmu? Kami hanya berteman” Seungyeon heran dengan sikap Nana yang kasar. “apa maksudku? Kau bercanda? Aku menyukainya, dan saat aku hampir menggapainya kau datang ditengah-tengah kami dan langsung mengambilnya. Apa kau mau berakhir disini?” Nana terlihat marah. Seungyeon hanya tertunduk menahan isak.
“apa yang kau lakukan?” tanya seseorang pada Nana dengan nada dingin. Itu Seunggi. “apa yang kau lakukan?” ulang Seunggi, “memangnya kau tidak lihat? Aku mau memberi pelajaran padanya. Apa urusannya denganmu?” nantang Nana. “apa kau tidak pikir pakai otakmu? Tadi dikelas, apa kau tidak sadar kalau jawabanmulah yang paling banyak salah. Dan kau bilang mau memberi pelajaran? Hahhh, yang benar saja? Kau tahu? Kau hanya memalukan dirimu saja nona Kim” ucap Seunggi membuat semua orang ditempat itu saling berbisik-bisik.
“hey!! Kau masih baru disini!! Kau mau aku membuatmu keluar dari sekolah?” nantang Nana dengan tatapan tajam. “coba saja kalau bisa, aku tidak takut. Toh, sekolah ini juga menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan adalah bertemu denganmu” ucap Seunggi lalu menarik lengan Seungyeon pergi.
“AWASSS KAU SONG SEUNGGIII!!!!!” teriak Kim Nana kesal.
“jadi kau salah menjawab dan kalah dengan anak baru? Memalukan sekali Kim Nana” sindir salah seorang dari mereka. “hehhh!! Apa kalian mau aku buat keluar dari sekolah?” ancam Nana. “itu sudah basi Kim Nana” ucap yang lainnya.
“hhh, menyebalkan” gumam Nana lalu menghentakkan kakinya keluar dari tempat itu.
****
Seunggi melepaskan tangannya dari Seungyeon lalu menatapnya tajam. “kenapa kau tidak melawan?” tanya Seunggi dingin. “gomawo Seunggi-ah, tapi aku tidak mau dibenci jika melawannya. Aku masih baru disini” jawab Seungyeon. “kau masih memikirkan itu? Apa kau tidak lihat? Kau masih baru saja sudah diguyur seperti itu apalagi kalau kau melakukan hal yang jauh menyebalkan.”
Seungyeon tetap tertunduk. “pakai ini” Seunggi menyodorkan pakaian olahraga lalu berlalu pergi. “gomawao” lirih Seungyeon sambil terisak.
Seungyeon Pov
Baru kali ini aku melihat Seunggi membelaku dengan berani. Padahal kami baru hari pertama bersekolah disini. Seunggi saudara yang paling kusanyang tapi, dia tak pernah menyayangiku. Dia membenciku. Aku tidak tahu apa salahku sehingga membuatnya membenciku. Tapi, aku tidak peduli lagi. Dia menolongku dan aku merasa senang. Mungkin dia sudah mulai menyayangiku.
Aku melangkahkan kaki menuju toilet. Apa lagi kalau bukan mengganti pakaianku yang basa kuyub seperti ini?
“hhh,  awal yang buruk” gumamku menatap pantulan wajahku di cermin.
PoV End
Chanyeol menghampiri meja Nana dan ‘BRAKKK’ Chanyeol menggebrak meja itu membuat Kim Nana terlonjak kaget. “apa yang kau lakukan pada Seungyeon? Kenapa dia basah kuyub, hahh?!!” bentak Chanyeol. “ahh, itu.. annia, tadi dia jatuh” sangkal Nana tapi Chanyeol mendekatkan wajahnya sehingga Nana dapat merasakan hembusan nafas Chanyeol. “mau bohong lagi? Aku tau dari anak-anak yang dikantin tadi...” bisik Chanyeol.
“lalu kenapa kau membelanya, hah?”
“memangnya kenapa? Aku hanya mau menjadi teman yang baik”
“baik atau apa? Hah”
Mereka berdua sekarang beradu mulut membuat seisi kelas menatap mereka.
“apa? Maumu apa hah?” tanya Chanyeol dengan nada yang semakin meninggi
“mauku adalah kau. Apa salah?” Nana terlihat menahan isaknya.
“ada apa ini?” tanya seseorang dengan nada datar. Siapa lagi kalau bukan Seunggi?
Semua menoleh menatap Seunggi yang berdiri di depan pintu. “Oh,, Kim Nana. Ada apa?” Seunggi mendekati Nana menyentuh pundaknya. “apa yang kau lakukan?” Nana menatapnya tajam. “eohh, aku hanya bertanya” Seunggi tetap berkata lembut. “apa kau mau membuatku malu lagi?”
“ah, kenapa kau berpikir begitu?”
“sudah, katakan dimana Seungyeon?!” Chanyeol membuka suara
“aku disini Chanyeol-ah” ucap Seungyeon yang datang dengan rambut yang basah dan tentu baju olahraga yang acak-acakkan. “Seungyeon-ah, apa kau baik-baik saja?” Chanyeol menghampiri Seungyeon. “ak..”   “hhh,, panas sekali disini..” Seunggi membuka suara lalu melangkah menuju tempatnya. “isshhh” Chanyeol mendecak kesal. “aku baik-baik saja Chanyeol-ah” Seungyeon tersenyum tulus.
“arrrggg... aku benci kalian berdua!!” teriak Nana marah lalu kembali duduk.
****
*tingg~tingg~tingg* (anggap ajah ni bunyi lonceng)
Akhirnya lonceng tanda sekolah berahir berbunyi. Semua murid bersorak gembira tak terkecuali Chanyeol yang melompat-lompat kegirangan.
“ayo Seungyeon-ah, kita pulang bersama” ajak Chanyeol, Seungyeon melirik Seunggi yang sedang mengemas barangnya. “kau pulang bersamanya?” tanya Chanyeol Seungyeon mengangguk ragu. “oh, kalau begitu lain kali saja. Aku duluan. Anyyeong~” Chanyeol pun berlalu meninggalkan sepasang saudara itu.
Seungyeon melangkah mendekati Seunggi. “Seunggi-ah, apa Choi ahjussi menjemput kita?” tanya Seungyeon pelan. Seunggi mengedikkan bahunya kemudian berlalu meninggalkan Seungyeon yang berdiri. “kenapa dia selalu begini?” lirih Seungyeon.
****
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mobil jemputan kedua gadis itu pun datang. Seunggi tampak langsung masuk tanpa mengatakan apa-apa. Seperti berterimah kasih kepada Choi ahjussi atau yang lainnya. Tak seperti Seungyeon yang tersenyum pada choi ahjussi.
Choi ahjussi adalah supir pribadi mereka yang telah bekerja di keluarga Song selama 15 tahun. Jadi tak heran jika dia tahu perbedaan kedua gadis itu.
Seunnggi  menutup matanya dia malas jika harus berhadapan dengan Seungyeon. Choi ahjussi yang melihatnya juga hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah. Itu milik tuan Song Jong Woon pengusaha terkaya di kota Seoul. Beruntung sekali anaknya. Tapi, tidak dengan Seunggi. Tentu Seunggi tidak pernah merasa bahagia. Dia hidup mewah, punya kamar yang lebih besar dari Seungyeon, tapi kenapa dia tidak bahagia?
Seunggi membuka pintu mobil dan langsung melesat pergi. Dia malas melihat Seungyeon yang menurutnya sok akrab dengan Choi ahjussi.
****
Seunggi memasuki kamarnya dan dengan cepat ia mengganti baju seragam dengan baju kaos biru dengan setelan mantel hitam untuk melengkapinya. Ia mengambil tas lalu beranjak keluar dari kamar.
Seunggi ingin pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku pelajaran agar bisa dipelajari. Tentu saja, dia kan masih baru.
Seunggi menutup pintu kamarnya dan hendak berjalan menuruni tangga tapi, langkahnya terhenti ketika melihat Seungyeon yang juga menggunakan baju kaos yang sama dengannya. Seunggi mendengus kesal lalu kembali memasuki kamarnya.
“akh.. dia itu kenapa ? kenapa selalu mengikuti gayaku?” gumam Seunggi kesal lalu mengganti baju kaosnya dengan sweter merah kesukaannya.
****
Seunggi melangkah keluar dari dalam mobil menuju sebuah gedung besar didepannya. Sesampainya didalam gedung itu, matanya segera menulusuri setiap rak buku disana. Sesekali dia juga sempat membacanya jika ada buku atau novel yang menarik.
“aiisshh.. dimana buku itu?” gumamnya mencari buku pelajaran yang dicari. Seunggi tidak memperhatikan jalan sehingga tidak melihat seorang pria yang juga sedang mencari buku pelajaran.
‘BUGGHH’ mereka bertabrakkan sehingga Seunggi terjatuh kebelakang.
“mianhae..” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.
“gwaenchana” jawab Seunggi tanpa menyambut uluran tangan itu.
“siapa namamu?” tanya pria itu, Seunggi menatapnya dingin. ‘pria ini aneh..’ batin Seunggi. “eungg.. apa harus aku memberitahumu?” Seunggi balik bertanya dengan nada dingin, pria itu tersenyum hangat. Seunggi melihat senyuman dan uluran tangan itu. ‘sepertinya dia baik’ nilai Seunggi lalu memaksakan sebuah senyuman.
“Song Seunggi imnida” jawab Seunggi kemudian berlalu meninggalkan pria itu.
“hhh, gadis yang menarik”


TBC

eumm.. gaje banget ya chap 1nya.. mianhae... 

annyeong~

paiipaii~

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. gak aneh kok, cuma alur nya agak kecepetan. Iya gak sih?
    pasti namja yang nabrak Seunggi itu Jong Dae *mulai deh sok tahu hahahaha :v
    di tunggu chapter 2nya ;)

    BalasHapus