Cast : Song Seung Gi
Song Seung Yeon
Kim jongdae
Park Chanyeol
Kim Na Na
Genre : school life, family
Author : SwagJD
Note
: ff ini gk pke pemeran utamanya cowok. Si
bang Yeol and Jongdae gw pake buat penengah ajah. genre romancenya lumayan, bercerita
tentang saudara kembar yang saling membenci. Maksudnya satu ajah yang pembenci.
Dan main castnya yaitu Song Seung Gi, itu nama korea gw. Tapi tenang ajah kok,
ceritanya gk nyata. Cuman khayalan gw ajah. . Gw mau menceritakan tentang 2 orang gadis
bersaudara.
Ahh,
gw kebanyakan bacot yethh? Ngeselin jga..
Okeee
ChenKaiD.Ottttttttt!!!
Pagi
yang biasa kegiatan yang biasa. Dua orang gadis cantik turun dari mobil mereka
ketika seorang pria separuh baya membukakan pintu untuk mereka. Dua gadis itu
terlihat seperti orang kaya dan itu sontak membuat perhatian dari seisi
sekolah.
Siapa
kedua gadis cantik itu? Apakah mereka anak baru? Apa mereka bersaudara?
Nampaknya tidak. Lihat saja ekspresi mereka. Mereka berdua turun dari mobil
bersama, namun satu dari mereka berjalan lebih cepat. Gadis yang didepan sana
terlihat anggun tapi terlihat dingin. Tanpa senyum. Kecuali yang mengekor di
belakangnya, sesekali dia tersenyum pada murid-murid disana.
****
Kim
saem melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kepala sekolah. Entah
kenapa tiba-tiba dia dipanggil kepala sekolah.
Dia
mengetuk pintu sebelum masuk keruangan itu.
“selamat
pagi, pak. Ada perlu apa ya?” tanyanya pada seorang pria yang terlihat lebih
tua darinya. “ehemmm...” dia sedikit berdehem sambil mengatur kacamatanya. “ada
anak baru hari ini. Dua gadis anak seorang konglomerat, kau tahu kan?” ucap
sang kepala sekolah. Namun, Kim saem menggeleng. “sudah kuduga, mereka anak
dari tuan Song Jong Won. Pemilik cafe dan hotel terbesar di Korea. Kau tahu
kan” tanya kepala sekolah membuat Kim saem tersenyum lalu mengangguk. “terimah
mereka dikelasmu” pintah kepala sekolah yang langsung disetujui oleh Kim Saem.
****
Dua
gadis tadi sekarang duduk dihadapan Kim saem dengan sopan.
“siapa
nama kalian?” tanya Kim saem memecah keheningan.
“Song
Seunggi” ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.
“Song
Seungyeon imnida, saem” ucap yang satunya lagi dengan nada gembira dan sopan.
Kim saem tersenyum.
“kalian
akan masuk kekelasku” Kim saem tersenyum lalu bangkit dari duduknya membiarkan
kedua gadis itu mengikutinya.
“selamat
pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru” ucap Kim saem membuat
seisi kelas bertanya-tanya.
“annyeong,
Song Seunggi imnida” ucap Seunggi memperkenalkan dirinya. Dia sedikit
memaksakan senyum. Tidak baik jika baru masuk harus dibenci seisi kelas karena
sombong.
“annyeong
chingudeul, Song Seungyeon imnida” ucap Seungyeon ramah membuat Seunggi memutar
bola matanya malas.
“oke,
Seunggi-ssi kau duduk disebelah Kim Na Na. Dan Seungyeon-ssi kau bisa duduk
disebelah Chanyeol” ucap Kim saem mempersilakan mereka duduk.
****
Seunggi
meletakkan tasnya lalu duduk. “hai.. aku Kim Na na” ucap gadis yang bernametag
Kim na na dengan senyum sumringah. “ne..” balas Seunggi sedikit memaksakan
senyum membuat Na Na kembali menoleh kedepan.
Ditempat
lain terlihat juga SeungYeon meletakkan tasnya lalu duduk disebelah Chanyeol.
“hai.. aku Park Chanyeol. Bangapta” ucap Chanyeol tersenyum lebar. “hai
Chanyeol-ah” jawab Seungyeon tersenyum manis.
Pelajaran
berlangsung dengan baik. Seunggi dan Seungyeon tampak seperti orang yang sedang
berkompetesi. “ya! SeungYeon-ah, kau salah” ucap Cho saem, mengatakan kalau
jawaban Seungyeon salah “sudah kubilang ‘kan?” ucap Seunggi tersenyum penuh
kemenangan. “ahh, ne saem. Mianhae” ucap Seungyeon lalu kembali duduk. “apa kau
bersaudara dengan Seunggi?” tanya Chanyeol hati-hati. “ne..” jawab Seungyeon
tersenyum.
Lonceng
pun berbunyi menandakan pelajaran sudah selesai. Beberapa murid berhamburan
keluar kelas dan berlari menuju kantin termasuk Chanyeol dan Seungyeon. “tunggu
sebentar ya? Ku ajak Seunggi dulu” Seungyeon melangkah menuju Seunggi yang
sedang memainkan kukunya. “Seunggi-ah, apa kau mau ikut ke kantin?” tanya
Seungyeon. “kenapa harus mengajakku?” Seunggi balik bertanya dengan nada
dingin. “apa kau tidak mau ikut, kalau begitu aku pergi dulu” Seungyeon
membalikkan tubuhnya lalu menghampiri Chanyeol. “bagaimana?” Seungyeon
menggeleng.
Seunggi PoV
Menyebalkan
sekali bisa satu kelas dengannya. Bagaimana kalau mereka tahu kami bersaudara
kembar. Bisa-bisa usahaku akan sia-sia. Argggghh. Aku membencimu Song
Seungyeon. Kau merebut semuanya dan tak menyisakannya untukku. Sebenarnya yang
jahat aku atau dia? Hhh, kurasa dia. Mana ada saudara yang tega mengambil
semuanya dan tak pernah berpikir tentang perasaan saudaranya?
Aku
tahu aku tak pantas membencinya. Kami saudara. Tapi, dia yang duluan. Sejak
umur 2 tahun aku mulai merasakan kecemburuan, dia terlihat lebih disayang appa
dan eomma. Dia selalu dipeluk dengan hangat, tapi aku? Aku merasa bahwa mereka
tak pernah menginginkan aku hadir.
Setiap
malam sejak umur 6 tahun aku menangis mengingat kepedihan hidupku. 6 tahun itu
sudah bisa mengerti dengan keadaan sekitar begitu pun aku. Aku semakin tumbuh
dewasa, dan rasa benci dan iri itupun tumbuh bersamanya.
Sekarang
aku sudah 16 tahun, aku menginginkan kasih sayang dari appa dan eomma. Tapi,
kenapa Seungyeon yang mendapatkannya?? Arggggghhh...
Kini
air mataku mengalir. Aku tak sanggup menahan sakit hati ini. “kenapa Seungyeon?
Dan kenapa bukan aku?” lirihku sambil terisak.
Aku
sendiri diruangan ini jadi aku bisa dengan leluasa menangis. Aku membencimu
Seungyeon-ah. Kau saudara yang sangat menyebalkan.
PoV End
Seungyeon
dan Chanyeol duduk dan mengobrol bersama. Sesekali Chanyeol melemparkan
beberapa lelucon yang langsung membuat Seungyeon tertawa lepas.
“ahahahahaah...
kau sungguh lucu Chanyeol-ah” ucap Seungyeon diselah tawanya. “begitukah?
Ahahahahaha..” Chanyeol ikut tertawa lebih keras.
“maaf,
aku mengganggu kalian. Tapi, Chanyeol-ah kau dipanggil Han saem” Kim Nana
menghampiri mereka. “kau tidak bohong kan?” tanya Chanyeol menyelidik. Kim Nana
adalah gadis paling menyebalkan disekolah. “untuk apa Chanyeol-ah” Kim Nana
berusaha meyakinkan. “hmmm.. kalau begitu Seungyeon-ah. Aku duluan” Chanyeol
pergi setelah mendapat anggukan kecil dari Seungyeon.
Seungyeon
melanjutkan kegiatannya, tapi tiba-tiba Nana menariknya dengan kasar. “ahh,,
ada apa ini?” Seungyeon mengernyit heran “diamlah” dan ‘Byurrrrrr’ Seungyeon
diguyur air dingin. “ahahah.. awal yang baik Seungyeon. Bagus kau tidak
memberontak” Nana mengelus pipi Seungyeon.
Tubuhnya
basah kuyup sekarang. “a-a—apa yang ka—kau kau lakukan?” tanya Seungyeon
menahan isaknya sementara semua orang disitu menertawakannya.
“jelaskan
padaku, kenapa kau dekati CHANYEOL??!!” bentak Nana
“apa
maksudmu? Kami hanya berteman” Seungyeon heran dengan sikap Nana yang kasar.
“apa maksudku? Kau bercanda? Aku menyukainya, dan saat aku hampir menggapainya
kau datang ditengah-tengah kami dan langsung mengambilnya. Apa kau mau berakhir
disini?” Nana terlihat marah. Seungyeon hanya tertunduk menahan isak.
“apa
yang kau lakukan?” tanya seseorang pada Nana dengan nada dingin. Itu Seunggi. “apa
yang kau lakukan?” ulang Seunggi, “memangnya kau tidak lihat? Aku mau memberi
pelajaran padanya. Apa urusannya denganmu?” nantang Nana. “apa kau tidak pikir
pakai otakmu? Tadi dikelas, apa kau tidak sadar kalau jawabanmulah yang paling
banyak salah. Dan kau bilang mau memberi pelajaran? Hahhh, yang benar saja? Kau
tahu? Kau hanya memalukan dirimu saja nona Kim” ucap Seunggi membuat semua
orang ditempat itu saling berbisik-bisik.
“hey!!
Kau masih baru disini!! Kau mau aku membuatmu keluar dari sekolah?” nantang
Nana dengan tatapan tajam. “coba saja kalau bisa, aku tidak takut. Toh, sekolah
ini juga menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan adalah bertemu denganmu” ucap
Seunggi lalu menarik lengan Seungyeon pergi.
“AWASSS
KAU SONG SEUNGGIII!!!!!” teriak Kim Nana kesal.
“jadi
kau salah menjawab dan kalah dengan anak baru? Memalukan sekali Kim Nana”
sindir salah seorang dari mereka. “hehhh!! Apa kalian mau aku buat keluar dari
sekolah?” ancam Nana. “itu sudah basi Kim Nana” ucap yang lainnya.
“hhh,
menyebalkan” gumam Nana lalu menghentakkan kakinya keluar dari tempat itu.
****
Seunggi
melepaskan tangannya dari Seungyeon lalu menatapnya tajam. “kenapa kau tidak
melawan?” tanya Seunggi dingin. “gomawo Seunggi-ah, tapi aku tidak mau dibenci
jika melawannya. Aku masih baru disini” jawab Seungyeon. “kau masih memikirkan
itu? Apa kau tidak lihat? Kau masih baru saja sudah diguyur seperti itu apalagi
kalau kau melakukan hal yang jauh menyebalkan.”
Seungyeon
tetap tertunduk. “pakai ini” Seunggi menyodorkan pakaian olahraga lalu berlalu
pergi. “gomawao” lirih Seungyeon sambil terisak.
Seungyeon Pov
Baru
kali ini aku melihat Seunggi membelaku dengan berani. Padahal kami baru hari
pertama bersekolah disini. Seunggi saudara yang paling kusanyang tapi, dia tak
pernah menyayangiku. Dia membenciku. Aku tidak tahu apa salahku sehingga
membuatnya membenciku. Tapi, aku tidak peduli lagi. Dia menolongku dan aku
merasa senang. Mungkin dia sudah mulai menyayangiku.
Aku
melangkahkan kaki menuju toilet. Apa lagi kalau bukan mengganti pakaianku yang
basa kuyub seperti ini?
“hhh, awal yang buruk” gumamku menatap pantulan
wajahku di cermin.
PoV End
Chanyeol
menghampiri meja Nana dan ‘BRAKKK’ Chanyeol menggebrak meja itu membuat Kim
Nana terlonjak kaget. “apa yang kau lakukan pada Seungyeon? Kenapa dia basah
kuyub, hahh?!!” bentak Chanyeol. “ahh, itu.. annia, tadi dia jatuh” sangkal
Nana tapi Chanyeol mendekatkan wajahnya sehingga Nana dapat merasakan hembusan
nafas Chanyeol. “mau bohong lagi? Aku tau dari anak-anak yang dikantin tadi...”
bisik Chanyeol.
“lalu
kenapa kau membelanya, hah?”
“memangnya
kenapa? Aku hanya mau menjadi teman yang baik”
“baik
atau apa? Hah”
Mereka
berdua sekarang beradu mulut membuat seisi kelas menatap mereka.
“apa?
Maumu apa hah?” tanya Chanyeol dengan nada yang semakin meninggi
“mauku
adalah kau. Apa salah?” Nana terlihat menahan isaknya.
“ada
apa ini?” tanya seseorang dengan nada datar. Siapa lagi kalau bukan Seunggi?
Semua
menoleh menatap Seunggi yang berdiri di depan pintu. “Oh,, Kim Nana. Ada apa?”
Seunggi mendekati Nana menyentuh pundaknya. “apa yang kau lakukan?” Nana
menatapnya tajam. “eohh, aku hanya bertanya” Seunggi tetap berkata lembut. “apa
kau mau membuatku malu lagi?”
“ah,
kenapa kau berpikir begitu?”
“sudah,
katakan dimana Seungyeon?!” Chanyeol membuka suara
“aku
disini Chanyeol-ah” ucap Seungyeon yang datang dengan rambut yang basah dan
tentu baju olahraga yang acak-acakkan. “Seungyeon-ah, apa kau baik-baik saja?”
Chanyeol menghampiri Seungyeon. “ak..”
“hhh,, panas sekali disini..” Seunggi membuka suara lalu melangkah
menuju tempatnya. “isshhh” Chanyeol mendecak kesal. “aku baik-baik saja
Chanyeol-ah” Seungyeon tersenyum tulus.
“arrrggg...
aku benci kalian berdua!!” teriak Nana marah lalu kembali duduk.
****
*tingg~tingg~tingg* (anggap ajah ni
bunyi lonceng)
Akhirnya
lonceng tanda sekolah berahir berbunyi. Semua murid bersorak gembira tak
terkecuali Chanyeol yang melompat-lompat kegirangan.
“ayo
Seungyeon-ah, kita pulang bersama” ajak Chanyeol, Seungyeon melirik Seunggi
yang sedang mengemas barangnya. “kau pulang bersamanya?” tanya Chanyeol
Seungyeon mengangguk ragu. “oh, kalau begitu lain kali saja. Aku duluan.
Anyyeong~” Chanyeol pun berlalu meninggalkan sepasang saudara itu.
Seungyeon
melangkah mendekati Seunggi. “Seunggi-ah, apa Choi ahjussi menjemput kita?”
tanya Seungyeon pelan. Seunggi mengedikkan bahunya kemudian berlalu
meninggalkan Seungyeon yang berdiri. “kenapa dia selalu begini?” lirih
Seungyeon.
****
Setelah
menunggu beberapa saat, akhirnya mobil jemputan kedua gadis itu pun datang.
Seunggi tampak langsung masuk tanpa mengatakan apa-apa. Seperti berterimah
kasih kepada Choi ahjussi atau yang lainnya. Tak seperti Seungyeon yang
tersenyum pada choi ahjussi.
Choi
ahjussi adalah supir pribadi mereka yang telah bekerja di keluarga Song selama 15
tahun. Jadi tak heran jika dia tahu perbedaan kedua gadis itu.
Seunnggi menutup matanya dia malas jika harus
berhadapan dengan Seungyeon. Choi ahjussi yang melihatnya juga hanya
menggeleng-gelengkan kepala.
Mobil
berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah. Itu milik tuan Song Jong Woon
pengusaha terkaya di kota Seoul. Beruntung sekali anaknya. Tapi, tidak dengan
Seunggi. Tentu Seunggi tidak pernah merasa bahagia. Dia hidup mewah, punya
kamar yang lebih besar dari Seungyeon, tapi kenapa dia tidak bahagia?
Seunggi
membuka pintu mobil dan langsung melesat pergi. Dia malas melihat Seungyeon
yang menurutnya sok akrab dengan Choi ahjussi.
****
Seunggi
memasuki kamarnya dan dengan cepat ia mengganti baju seragam dengan baju kaos
biru dengan setelan mantel hitam untuk melengkapinya. Ia mengambil tas lalu
beranjak keluar dari kamar.
Seunggi
ingin pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku pelajaran agar bisa
dipelajari. Tentu saja, dia kan masih baru.
Seunggi
menutup pintu kamarnya dan hendak berjalan menuruni tangga tapi, langkahnya
terhenti ketika melihat Seungyeon yang juga menggunakan baju kaos yang sama
dengannya. Seunggi mendengus kesal lalu kembali memasuki kamarnya.
“akh..
dia itu kenapa ? kenapa selalu mengikuti gayaku?” gumam Seunggi kesal lalu
mengganti baju kaosnya dengan sweter merah kesukaannya.
****
Seunggi
melangkah keluar dari dalam mobil menuju sebuah gedung besar didepannya. Sesampainya
didalam gedung itu, matanya segera menulusuri setiap rak buku disana. Sesekali dia
juga sempat membacanya jika ada buku atau novel yang menarik.
“aiisshh..
dimana buku itu?” gumamnya mencari buku pelajaran yang dicari. Seunggi tidak
memperhatikan jalan sehingga tidak melihat seorang pria yang juga sedang
mencari buku pelajaran.
‘BUGGHH’
mereka bertabrakkan sehingga Seunggi terjatuh kebelakang.
“mianhae..”
ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.
“gwaenchana”
jawab Seunggi tanpa menyambut uluran tangan itu.
“siapa
namamu?” tanya pria itu, Seunggi menatapnya dingin. ‘pria ini aneh..’ batin
Seunggi. “eungg.. apa harus aku memberitahumu?” Seunggi balik bertanya dengan
nada dingin, pria itu tersenyum hangat. Seunggi melihat senyuman dan uluran
tangan itu. ‘sepertinya dia baik’ nilai Seunggi lalu memaksakan sebuah senyuman.
“Song
Seunggi imnida” jawab Seunggi kemudian berlalu meninggalkan pria itu.
“hhh,
gadis yang menarik”
TBC
eumm.. gaje banget ya chap 1nya.. mianhae...
annyeong~
paiipaii~

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusgak aneh kok, cuma alur nya agak kecepetan. Iya gak sih?
BalasHapuspasti namja yang nabrak Seunggi itu Jong Dae *mulai deh sok tahu hahahaha :v
di tunggu chapter 2nya ;)