Senin, 08 Desember 2014

[TO HEAVEN - KIM JONGDAE] lyrics ChenLy :*








Title : To Heaven
Singer : Chen EXO
Covering : Jo Sung Mo
Album : Live perform on ‘EXO 90:2014’ episode 4
Tracklist : –
Date Release : 2014.09.05


***

gwaenchanheungeoni eotteoke jinaeneungeoya na eopdagotto ulgo geureojin
annni maeil kkumsoge chajawa jaejaldaedeon neo yojeumeun wae boijil
annneungeoni hoksi museun irirado saenggyeonni naege ol su eobseul
mankeum deo meolli ganni niga eobsido na jal jinae boyeo gwaenhi
neo simsullaseo jangnanchingeoji... birado naerimyeon gureumdwie sumeoseo
niga ulgo inneungeon aninji
geokjeongman haneun naege jebal ireojima bol su eopdago swipge
neol ijeulsu inneun naega aningeol jal aljanha

hoksi niga eobseo himi deulkkabwa niga anin dareun sarang
mannal su itge neoui jaril biwodun geosiramyeon geu jarin
jeolmangbakken chae’ul su eobseo....
mianhae...
hajima meolli tteonagasseodo yejeoncheoreom ni moseup
geudaero nae ane gadeukhande
geuri orae geollijin anheulgeoya
ibyeori eomneun geu gose uri dasi mannal geu nari geuttaekkaji
jogeumman nal gidaryeo jwo

hajima meolli tteonagasseodo yejeoncheoreom ni moseup
geudaero nae ane gadeukhande
geuri orae geollijin anheulgeoya
ibyeori eomneun geu gose uri dasi mannal geu nari
geuttaekkaji
jogeumman nal gidaryeo jwo...

kenapa gw pos ne lirik lagu? because yang nyanyi abang gw *muntah..*
lo pada, pasti udah dengar kan lagunya? gimana-gimana bagus kan? "hahahaha* udah psti bagus dong, soalnya kan abang JONGDAE yang nyanyi.. *wekekekkekek*
Annyeong ~

[THE SAME DESTINY] FANFICTION BY ME CAPTHER #2



cast : Kim Myungsoo, Nam Seo Kyung, Kim Jongdae, Park Hye Sin
genre : romance
length : 1 - 10 

CAPTHER #2


Myungsoo, melangkahkan kakinya gontai ketika keluar dari rumah gadis itu. Nampak dari raut wajahnya, Myungsoo sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya tambah pusing. “suaranya seperti aku kenal, tapi dimana?” gumamnya bingung.
******
“ya! Dari mana saja kau semalam? Dasar anak tak tahu diri” bentak Ny. Kim ketika melihat Myungsoo yang pulang dengan penampilan yang acak-acakkan. “tolong biarkan aku masuk. Aku sangat capek” jawabnya tak peduli dengan ibunya. “ya! Mau kemana kau, Kim Myungsoo?” teriak ibunya. “tidur” jawabnya singkat. Ny. Kim yang melihat anaknya yang berkata seperti itu hanya bisa membelalakkan matanya.
“melelahkan” gumam Myungsoo sambil merebahkan tubuhnya di kasur super empuknya. “hmm. Soo Young-ya, apa kau bahagia disana?” katanya sambil memperhatikan foto Soo Young yang dipajang di dinding kamar. “arraseo, aku tidak boleh bersedih” ucapnya melanjutkan ketika tak mendengar sahutan dari orang yang diajak berbicara. “selamat malam.” Katanya lalu tertidur dengan memeluk foto Soo Young.
******
Tahun ajaran baru dimulai. Hari ini, adalah hari pertama Seo Kyung masuk sekolah. Gadis cantik bermata sayu, dengan senyuman manis yang selalu ia pamerkan keorang-orang akan memulai hari baru di sekolah barunya. “Kirin Art School, i’m coming.” Gumamnya girang sambil membentangkan kedua tangannya dan tersenyum bahagia.
“annyeonghaseyo Nam Seo Kyung imnida, bangapta ne” ucapnya memperkenalkan diri. Sesuatu menahanya ketika melihat seorang pria yang duduk dengan tenang. Pria yang tampan, batinnya. “silakan duduk” pintah gurunya.
Pelajaran pertama usai sudah, tibanya untuk mengisi perut. “annyeong Jongdae imnida” sapa pria itu, “ne” ucapku tersenyum. Mataku tetap memperhatikan pria yang sedari tadi duduk termenung, wajahnya tampan. Tapi, Seo Kyung dapat melihat bahwa dibalik wajah tampannya ada sebuah kesedihan mendalam yang tak dapat dilupakan. Seo Kyung begitu penasaran, ia ingin mencari tahu tentang pria itu. Kenapa dia bisa bersedih seperti itu sedangkan teman-temannya tertawa bersama. “Jongdae-ssi, karena kau yang pertama aku kenal disekolah ini. Jadi, apa aku boleh bertanya?” tanyanya akhirnya. “ne, silakan” jawab Jongdae. “kau tahu dia siapa?” tanya Seo Kyung sambil menunjuk Myungsoo, Jongdae hanya mengangguk cepat seakan tahu bahwa ia belum dipersilakan berbicara. “kenapa dia hanya diam? Bukannya sedari tadi temannya berbicara padanya? Kenapa tidak dihiraukan?” tanya Seo Kyung dengan serentetan pertanyaan yang membuat kerutan di dahi Jongdae. “dia sedang bersedih. Kekasihnya meninggal dua tahun yang lalu. Kalau ku lihat-lihat kekasihnya mirip sekali dengan wajahmu.” Ucapnya. ‘wajah yang mirip?’ kata itu membuat Seo Kyung membelalakkan mata tak percaya. “kalau tidak salah namanya adalah Lee Soo Young” katanya melanjutkan. Seo Kyung terkejut, ia tidak percaya jika ada orang yang begitu mirip dengannya. “ohh.. gomawo..” ucapnya berterimah kasih dengan nada yang agak terkejut.
“aku harus mengenalinya. Aku harus membantu pria itu, melihat wajahnya aku seperti tak tahan. Kesedihan yang mendalam membuatku kasihan ditambah lagi kekasihnya yang sudah meninggal sangat mirip denganku?? Ahh.. apa-apaan ini?” gumam Seo Kyung sambil berjalan pulang kerumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Seo Kyung melihat Myungsoo yang tergeletak dipinggir jalan. Rasanya ia tidak mau menolong. Tapi dengan keadaanya yang seperti itu, terpaksa mengharuskan Seo Kyung membopongnya pulang. Lagi-lagi Seo Kyung membawanya pulang kerumah. “bukannya dia pria yang ada dikelas tadi?” gumamnya sambil melihat setiap detail wajah Myungsoo. “Kim Myungsoo!?” katanya sambil membaca papan nama yang ada didada Myungsoo. “jadi, namanya Myungsoo? Hmmm.. satu masalah sudah kutemukan” gumamnya.
“kau sudah bangun?” tanya Seo Kyung ketika melihat Myungsoo yang berdiri di teras rumahnya. Tanpa basa basi Myungsoo pergi meninggalkan Seo Kyung yang berdiri seperti patung. “mwo? Begitu saja? Dasar pria aneh, ditanya malah pergi.” Gumam gadis itu jengkel.
******
Kembali bersekolah, itu yang kini dilakukan Seo Kyung. Dengan semangat ia menuntun kakinya melangkah menuju sekolah yang membuatnya senang. “aku akan mencari tahu tentang pria itu” ucapnya sambil memperlambat langkahnya. “Kirin Art School. Akhirnya sampai juga” ucapnya girang. Semua orang memperhatikan Seo Kyung yang bertingkah seperti anak baru. Padahal sudah sebulan dia bersekolah disitu.
“annyeong, apa aku boleh duduk disini?” tanya Seo Kyung pada Myungsoo yang duduk sendirian. “tidak. Jangan disitu” ucapnya ketus. Melihat itu Seo Kyung hanya mengangguk dan tersenyum. “kalau aku bertanya boleh?” tanyaku lagi. “apa yang mau kau tanyakan?” katanya membuat senyum diwajah Seo Kyung. “apa aku boleh berteman denganmu?” tanya Seo Kyung dan sontak membuat Myungsoo menoleh. “Soo Young? Kau Soo Young kan?” tanya Myungsoo membuat Seo Kyung terkejut. “maaf, tapi aku bukan Soo Young. Aku..” belum sempat melanjutkan kalimatnya Myungsoo sudah memeluk gadis itu. “aku merindukanmu Soo Young-ah” ucapnya. Seo Kyung tak bisa berbuat apa-apa dia hanya dapat membalas pelukan itu.
“kau kemana saja?” tanya Myungsoo ketika mereka duduk ditaman belakang sekolah. Ingin rasanya Seo Kyung mengatakan yang sebenarnya. Tapi, ia juga tak tega jika harus melihat Myungsoo kembali bersedih. “mau makan?” ucap Seo Kyung sambil menyodorkan tempat bekal. “waaa.. apa ini? Sudah lama kau tak pernah membuatkanku Kimbab” ucapnya tersenyum ketika melihat isi tempat bekal itu. ‘yang jelas saja tidak pernah, aku kan baru datang’ batinnya.
“Myungsoo-ssi, sebenarnya aku bukan Soo Young, namaku Seo Kyung” kata Seo Kyung ketika mereka berdua berjalan bersama. “ya, aku tahu. Jongdae yang memberitahuku. Kau sangat mirip dengan Soo Youngku” jawab Myungsoo membuat Seo Kyung menarik nafas lega. “aku pikir kau marah. Tapi, maukah kau jadi temanku?” tanyaku hati-hati, “tentu saja” jawab Myungsoo sambil merangkul gadis itu.
******




“maaf kalau aku tak bisa menyukaimu” ucapnya tiba-tiba. “te...tentu” jawab Seo Kyung terbatah. Senyum manis terukir jelas diwajah Myngsoo.
“apa yang terjadi dengan Soo Young?” tanya Seo Kyung yang membuat senyum Myungsoo menghilang. “oh.. maaf” ucap Seo Kyung menyesali perbuatannya. “gwaenchana” ucap Myungsoo menenangkan Seo Kyung.

TBC



Sabtu, 06 Desember 2014

[THE SAME DESTINY] FANFICTION BY ME CAPTHER #1


cast : kim myungsoo, Lee Soo Young, Nam Seo Kyung, Kim Jongdae, & Park Hye sin
genre : romance & sad 

CAPTHER #1
Bunyi serine ambulance membangunkan seorang pria tampan berumur sekitar 17 tahun. Ia keluar dan berdiri memperhatikan mobil ambulance yang melewati sebuah gank sempit didepan rumahnya. Perasaan khawatir mulai merasuk dalam dirinya. Kerutan didahinya mulai muncul dengan samar, tanda bahwa ia sedang mengkhawatirkan sesuatu. Pikirannya kini tertuju pada gadis cantik seperti malaikat yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Gadis itu merupakan kekasihnya yang sangat ia cintai. Gadis itu sudah ada dalam kehidupanya sejak 2 tahun yang lalu. Walaupun ia tahu bahwa gadis itu memiliki penyakit yang amat mengerikan dan dapat merenggut nyawanya kapan saja, pria yang bernama Kim Myungsoo itu tetap dengan setia mencintainya. Lee Soo Young, nama gadis yang begitu cantik seperti malaikat itu, ia selalu mengukir senyuman manis diwajahnya walaupun ada rasa sakit yang selalu dia tahan.

“ya! Apa yang kau lakukan disitu ? ayo masuk!! Apa kau mau memperhatikan mobil itu sampai malam? Apa kau mau melihat mayat yang diangkut karena pembunuhan? Atau karena tabrak lari? Sudahlah jangan pikirkan gadis penyakitan itu, dia tidak dapat memberikan masa depan yang baik untukmu. Arraeseo?” teriak Ny. Kim ketika melihat putranya yang melamun karena khawatir. Ia menuruti apa yang dikatakan ibunya. Dengan berat hati Myungsoo kembali melangkahkan kakinya kedalam rumah, walau berat untuk dilakukan.

“mwo? Apa yang kau katakan? Tidak mungkin... kau bercanda kan?” ucap Myungsoo dengan wajah heran bercampur takut.

“baik. Aku akan kesana. Tunggulah” ucapnya melanjutkan, dan pergi tanpa berpamitan. Kini air matanya tak berhenti mengalir. Entah apa yang terjadi.

“ya!!! Soo Young chagiya, ireona...!! jangan tinggalkan aku. Aku belum mengabulkan permitaanmu..” ucapnya terisak ketika sampai dirumah sakit. Diranjang itu telah terbaring seorang gadis yang begitu cantik. Gadis itu telah meninggalkan semuanya, termasuk rasa sakit yang begitu dalam dihati Myungsoo.

“Myungsoo-ssi... biarkan dia tenang, mungkin ini yang terbaik untuk Soo Young...” kata Ny. Lee mencoba untuk menenangkan Myungsoo yang kini menangis tak rela jika Soo Young harus pergi secepat ini.

“kenapa kau lakukan ini padaku?? Kau jahat sekali, kenapa Soo Young??” katanya sambil terisak . “tolong jangan tinggalkan aku. Kau segalanya untukku. Kalau kau pergi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Jadi, tolong bangunlah. Aku mohon. BANGUUNNNN!!!!!!” teriak Myungsoo tak dapat ditahan. Hatinya seakan pecah berkeping-keping.

“Myungsoo-ssi.. Soo Young menitipkan ini untukmu.” Kata Ny. Lee sambil memberikan sepucuk surat dari Soo Young. Dengan segera Myungsoo menghapus air matanya dan menerima surat itu. “dia menulisnya tadi pagi. Mungkin dia sudah merasakan apa yang akan terjadi padanya. Aku mohon, tolong baca surat terakhirnya itu.” Lanjut Ny. Lee sebelum berlalu mengikuti dokter keruangannya.

Myungsoo chagi. Mungkin ini surat terakhir yang kutulis untukmu. Ini juga surat yang aku tuliskan sebelum rasa sakit yang sangat menyakitkan mulai kurasakan. Kau tahu rasa sakit ini sangat menyiksaku. Rasanya sakit sekali, rasanya ingin bunuh diri saja ketika mersakan ini. Seandainya jika ketika aku merasakannya, kau ada disisiku. Mungkin sakitnya tidak akan terasa. Aku menangis sepanjang hari sambil menahan rasa sakit ini. Aku menunggumu datang ketika aku menangis, tapi dimana kau? Aku menunggumu dengan rasa sakit ini. Kanker Hati yang menyiksaku selama bertahun-tahun selalu membuatku tegar. Aku selalu mencoba untuk memberikan senyuman semanis apapun untuk menutupi rasa sakitku ini. Aku begitu mencintaimu, aku juga tahu bahwa kau sangat mencintaiku. Tapi, mungkin semuanya akan berakhir dengan cepat. Rasanya aku akan segera pergi sebentar lagi. Satu pesan untukmu, aku sangat-sangat mencintaimu lebih dari apapun bahkan aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri, aku mohon padamu untuk tidak mengingatku. Karena jika kau mengingat kenangan kita, kau pasti akan menangis dan aku tidak mau melihatmu menangis. Aku akan melihatmu dari atas sana. Hanya ini yang mau kusampaikan sebelum semuanya berakhir.

Aku mencintaimu.”

Lee Soo Young

Air mata kembali mengalir ketika selesai membaca surat itu. Hatinya semakin hancur. Myungsoo masih tak bisa merelakan semuanya ini. Soo Young telah pergi untuk selamanya, ia meninggalkan sebuah goresan besar dihati Myungsoo.

Hari ini, Myungsoo pergi ke pemakaman Soo Young. Dia tidak memberitahu ibunya, dia sudah tahu apa yang akan terjadi ketika ibunya tahu tentang kematian Soo Young. Ny. Kim sangat membenci Soo Young ketika tahu penyakit yang diidapnya.

“selamat tinggal chagi. Semoga kau bahagia disana. Nan jeongmal Saranghae” ucap Myungsoo sambil mengecup batu nisan yang bertuliskan nama ‘LEE SOO YOUNG’ sebelum pergi meninggalkan makamnya.

Kini Myungsoo hidup dengan kenangan yang pedih. Ia mencoba untuk memperbaiki hatinya yang hancur. Sudah 2 bulan ditinggal Soo Young, Myungsoo telah berubah. Dia selalu menghabiskan waktunya dengan minuman keras dan selalu pergi ke club malam untuk bersenang-senang. Semua itu dia lakukan untuk mencoba menghapus kenangan indah dan pedih ketika bersama Soo Young.

Kakinya mulai melangkah dengan gontai. Myungsoo mabuk, tadi dia minum sangat banyak tanpa memikirkan tentang kesehatannya. ‘BUGGGHHH’ tubuhnya jatuh dengan lemas dipinggir jalan.

Seorang wanita yang kebetulan lewat didepannya melihat keadaan Myungsoo yang menyedihkan. Ia segera membopong tubuh kekar itu pulang. Dirawatnya Myungsoo hingga kembali membuka mata.

“a...a..aku dimana?” tanya Myungsoo terbatah

“kau dirumahku, semalam kau pingsan dipinggir jalan jadi aku membawamu kesini.” Jawab gadis itu, tapi dengan tubuh yang membelakangi Myungsoo.

Myungsoo yang heran melihat gadis itu hanya bisa mencoba untuk melihat wajah gadis itu dengan jelas. Mungkin gadis itu seumuran dengan Myungsoo, tubuhnya masih terlihat ramping, suaranya juga begitu lembut.

“kau sudah sadar kan? Pulanglah, orang tuamu mungkin sedang mengkhawatirkanmu.” Kata gadis itu sambil berlalu ke belakang. Myungsoo segera bangun dan mulai mencoba melangkahkan kakinya pergi. Dia pulang tanpa berterimah kasih, mungkin sekarang dia sedang tidak mau berbicara lagi dengan wanita.

“hmmm.. ternyata sudah pulang” gumam gadis itu ketika melihat ranjang yang tadi Myungsoo tempati sudah kosong. Dia gadis yang cantik, senyumnya begitu menawan, suaranya seperti seorang malaikat yang bernyanyi, cantiikkk sekali.



TBC