Sabtu, 06 Desember 2014

[THE SAME DESTINY] FANFICTION BY ME CAPTHER #1


cast : kim myungsoo, Lee Soo Young, Nam Seo Kyung, Kim Jongdae, & Park Hye sin
genre : romance & sad 

CAPTHER #1
Bunyi serine ambulance membangunkan seorang pria tampan berumur sekitar 17 tahun. Ia keluar dan berdiri memperhatikan mobil ambulance yang melewati sebuah gank sempit didepan rumahnya. Perasaan khawatir mulai merasuk dalam dirinya. Kerutan didahinya mulai muncul dengan samar, tanda bahwa ia sedang mengkhawatirkan sesuatu. Pikirannya kini tertuju pada gadis cantik seperti malaikat yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Gadis itu merupakan kekasihnya yang sangat ia cintai. Gadis itu sudah ada dalam kehidupanya sejak 2 tahun yang lalu. Walaupun ia tahu bahwa gadis itu memiliki penyakit yang amat mengerikan dan dapat merenggut nyawanya kapan saja, pria yang bernama Kim Myungsoo itu tetap dengan setia mencintainya. Lee Soo Young, nama gadis yang begitu cantik seperti malaikat itu, ia selalu mengukir senyuman manis diwajahnya walaupun ada rasa sakit yang selalu dia tahan.

“ya! Apa yang kau lakukan disitu ? ayo masuk!! Apa kau mau memperhatikan mobil itu sampai malam? Apa kau mau melihat mayat yang diangkut karena pembunuhan? Atau karena tabrak lari? Sudahlah jangan pikirkan gadis penyakitan itu, dia tidak dapat memberikan masa depan yang baik untukmu. Arraeseo?” teriak Ny. Kim ketika melihat putranya yang melamun karena khawatir. Ia menuruti apa yang dikatakan ibunya. Dengan berat hati Myungsoo kembali melangkahkan kakinya kedalam rumah, walau berat untuk dilakukan.

“mwo? Apa yang kau katakan? Tidak mungkin... kau bercanda kan?” ucap Myungsoo dengan wajah heran bercampur takut.

“baik. Aku akan kesana. Tunggulah” ucapnya melanjutkan, dan pergi tanpa berpamitan. Kini air matanya tak berhenti mengalir. Entah apa yang terjadi.

“ya!!! Soo Young chagiya, ireona...!! jangan tinggalkan aku. Aku belum mengabulkan permitaanmu..” ucapnya terisak ketika sampai dirumah sakit. Diranjang itu telah terbaring seorang gadis yang begitu cantik. Gadis itu telah meninggalkan semuanya, termasuk rasa sakit yang begitu dalam dihati Myungsoo.

“Myungsoo-ssi... biarkan dia tenang, mungkin ini yang terbaik untuk Soo Young...” kata Ny. Lee mencoba untuk menenangkan Myungsoo yang kini menangis tak rela jika Soo Young harus pergi secepat ini.

“kenapa kau lakukan ini padaku?? Kau jahat sekali, kenapa Soo Young??” katanya sambil terisak . “tolong jangan tinggalkan aku. Kau segalanya untukku. Kalau kau pergi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Jadi, tolong bangunlah. Aku mohon. BANGUUNNNN!!!!!!” teriak Myungsoo tak dapat ditahan. Hatinya seakan pecah berkeping-keping.

“Myungsoo-ssi.. Soo Young menitipkan ini untukmu.” Kata Ny. Lee sambil memberikan sepucuk surat dari Soo Young. Dengan segera Myungsoo menghapus air matanya dan menerima surat itu. “dia menulisnya tadi pagi. Mungkin dia sudah merasakan apa yang akan terjadi padanya. Aku mohon, tolong baca surat terakhirnya itu.” Lanjut Ny. Lee sebelum berlalu mengikuti dokter keruangannya.

Myungsoo chagi. Mungkin ini surat terakhir yang kutulis untukmu. Ini juga surat yang aku tuliskan sebelum rasa sakit yang sangat menyakitkan mulai kurasakan. Kau tahu rasa sakit ini sangat menyiksaku. Rasanya sakit sekali, rasanya ingin bunuh diri saja ketika mersakan ini. Seandainya jika ketika aku merasakannya, kau ada disisiku. Mungkin sakitnya tidak akan terasa. Aku menangis sepanjang hari sambil menahan rasa sakit ini. Aku menunggumu datang ketika aku menangis, tapi dimana kau? Aku menunggumu dengan rasa sakit ini. Kanker Hati yang menyiksaku selama bertahun-tahun selalu membuatku tegar. Aku selalu mencoba untuk memberikan senyuman semanis apapun untuk menutupi rasa sakitku ini. Aku begitu mencintaimu, aku juga tahu bahwa kau sangat mencintaiku. Tapi, mungkin semuanya akan berakhir dengan cepat. Rasanya aku akan segera pergi sebentar lagi. Satu pesan untukmu, aku sangat-sangat mencintaimu lebih dari apapun bahkan aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri, aku mohon padamu untuk tidak mengingatku. Karena jika kau mengingat kenangan kita, kau pasti akan menangis dan aku tidak mau melihatmu menangis. Aku akan melihatmu dari atas sana. Hanya ini yang mau kusampaikan sebelum semuanya berakhir.

Aku mencintaimu.”

Lee Soo Young

Air mata kembali mengalir ketika selesai membaca surat itu. Hatinya semakin hancur. Myungsoo masih tak bisa merelakan semuanya ini. Soo Young telah pergi untuk selamanya, ia meninggalkan sebuah goresan besar dihati Myungsoo.

Hari ini, Myungsoo pergi ke pemakaman Soo Young. Dia tidak memberitahu ibunya, dia sudah tahu apa yang akan terjadi ketika ibunya tahu tentang kematian Soo Young. Ny. Kim sangat membenci Soo Young ketika tahu penyakit yang diidapnya.

“selamat tinggal chagi. Semoga kau bahagia disana. Nan jeongmal Saranghae” ucap Myungsoo sambil mengecup batu nisan yang bertuliskan nama ‘LEE SOO YOUNG’ sebelum pergi meninggalkan makamnya.

Kini Myungsoo hidup dengan kenangan yang pedih. Ia mencoba untuk memperbaiki hatinya yang hancur. Sudah 2 bulan ditinggal Soo Young, Myungsoo telah berubah. Dia selalu menghabiskan waktunya dengan minuman keras dan selalu pergi ke club malam untuk bersenang-senang. Semua itu dia lakukan untuk mencoba menghapus kenangan indah dan pedih ketika bersama Soo Young.

Kakinya mulai melangkah dengan gontai. Myungsoo mabuk, tadi dia minum sangat banyak tanpa memikirkan tentang kesehatannya. ‘BUGGGHHH’ tubuhnya jatuh dengan lemas dipinggir jalan.

Seorang wanita yang kebetulan lewat didepannya melihat keadaan Myungsoo yang menyedihkan. Ia segera membopong tubuh kekar itu pulang. Dirawatnya Myungsoo hingga kembali membuka mata.

“a...a..aku dimana?” tanya Myungsoo terbatah

“kau dirumahku, semalam kau pingsan dipinggir jalan jadi aku membawamu kesini.” Jawab gadis itu, tapi dengan tubuh yang membelakangi Myungsoo.

Myungsoo yang heran melihat gadis itu hanya bisa mencoba untuk melihat wajah gadis itu dengan jelas. Mungkin gadis itu seumuran dengan Myungsoo, tubuhnya masih terlihat ramping, suaranya juga begitu lembut.

“kau sudah sadar kan? Pulanglah, orang tuamu mungkin sedang mengkhawatirkanmu.” Kata gadis itu sambil berlalu ke belakang. Myungsoo segera bangun dan mulai mencoba melangkahkan kakinya pergi. Dia pulang tanpa berterimah kasih, mungkin sekarang dia sedang tidak mau berbicara lagi dengan wanita.

“hmmm.. ternyata sudah pulang” gumam gadis itu ketika melihat ranjang yang tadi Myungsoo tempati sudah kosong. Dia gadis yang cantik, senyumnya begitu menawan, suaranya seperti seorang malaikat yang bernyanyi, cantiikkk sekali.



TBC

1 komentar: