Jumat, 31 Oktober 2014

[DON'T GO !!!] FF SAD














Cast : Lee Donghae & Jessica Jung
Genre : Romance

yoyoyo.. gw kembali lagi. kali ini gw mau posting ff sedih, 
jujur ya, gw nulis nih ff smbl nangis *gak nanya mbak*
ok lah kalau bgitu. langsung ajha ... cekidottt... (y)




Apa yang kulakukan sekarang tak dapat digambarkan lagi, hatiku serasa menangis karena kepergiannya. Seandainya aku bisa memutar kembali waktu, aku akan kembali pada saat dimana ia pergi meninggalkannku. Mungkin kalian menganggap aku gila, ya aku memang gila. Sudah 3 tahun aku merasa kehilangan jati diriku sendiri. Wanita yang selalu ada disisiku, selalu mendampingiku kini hilang entah kemana. Dia adalah separuh jiwaku. Jessica Jung, seorang wanita terbaik yang pernah kutemui. Hanya dia yang dapat mengerti semua yang aku mau.
>flashback.. 3 tahun lalu<
Pagi yang biasa, kegiatan yang biasa. Walau kukatakan biasa tapi ada satu yang tidak biasa. “morning chagi” ucapku sambil mengecup pipi wanita itu yang sedang memasak didapur. Dia hanya tersenyum, sebuah senyum sinis yang kusukai. Wanita itu adalah istriku, seorang istri terbaik yang pernah kupunya. Aku sering membawanya ke tempat acara, semua teman-temanku selalu bilang bahwa aku sangat beruntung memilikinya. Jessica Jung, wanita yang paling sempurna dalam hidupku. “apa kau tidak sarapan lagi???” tanyanya ketika melihatku sedang mengemasi barang ke dalam tas kantorku, “tentu saja tidak, aku akan sarapan dulu. Kau tau kan? Aku menyukai masakkanmu, sejak kapan aku tidak mau makan jika kau yang masak???” ucapku sambil tersenyum. Ia kembali ke dapur dan aku kembali menggemasi barangku.
Kini aku duduk di depan meja makan sambil memandanginya yang sedang menyajikan sarapan untuku. Istri terbaik, pikirku. “silakan makan tuan” ucapnya seperti seorang pelayan, tapi aku menahan pergelangan tangannya “kau tidak sarapan??” tanyaku heran, karena ini pertama kalinya dia tidak mau makan bersamaku. “masih ada yang harus kulakukan, makanlah dan cepat berangkat nanti kau terlambat.” Katanya dan berlalu pergi. Tiba-tiba aku menjadi khawatir, entah kenapa hatiku merasa nanti akan ada sesuatu yang terjadi. Khayalanku yang aneh menghantuiku selama sarapan, aku merasa khawatir sehinnga tak bisa konsen bekerja, “Donghae konsenlah, masih banyak yang harus kau kerjakan” pekik bosku yang melihatku melamun. “ahh.. ne.” Ucapku singkat dan kembali memfokuskan mata ke pekerjaan. Beberapa waktu berlalu, aku tetap memikirkan Jessica, aku berlari cepat agar bisa kembali ke rumah. Kantorku hanya berjarak beberapa langkah saja dari apartementku jadi aku hanya perlu berlari.
Sesampainya di apartement aku melihat Jessica yang duduk menghadap tv dan menonton drama kesukaannya, sekarang aku merasa lebih tenang untuk mengatur nafas. “kau sudah pulang? Kenapa kau seperti ini oppa??” tanyanya menatap wajahku, saat itu hatiku kembali khawatir. Aku melihat wajahnya yang pucat. “apa kau sakit? Ayo ke dokter!” kataku sambil menarik tangannya, tapi di melepas genggamannku “aku baik-baik saja, seharusnya kau yang ke dokter.” Ucapnya balik menyuruhku. Aku terdiam dan memaksakan seulas senyum walaupun aku merasa sangat khawatir.
2 minggu berlalu. Tapi, aku masih merasa khawatir, akhir-akhir ini Jessica tak mau makan bersamaku lagi, aku selalu menanyakan hal ini, tapi dia hanya menjawab “aku baik-baik saja”. Kalimat itu yang selalu di ucapkannya ketika aku bertanya tentang keadaannya. Aku juga sering melihatnya ke dokter sendiri ketika aku sedang ke kantor atau sering membeli tissue yang berpack-pack, tapi tak pernah memberitahu aku untuk apa itu semua. Aku juga hanya bisa memperhatikannya yang terlihat aneh.
Pagi ini, hal yang sama juga. Jessica tak mau sarapan bersamaku “Sicca, sarapanlah bersamaku. Sudah lama kau tak sarapan bersamaku..” ucapku dengan ancaman tidak mau makan kalau dia juga tak mau makan. Tapi sama saja, ia dengan cepat menyuapiku agar tak berhenti makan. “makan saja...” ucapnya dan berlalu. Menit berikutnya, tiba-tiba aku mendengar gelas yang jatuh. Seketika itu aku langsung berlari menuju dapur dan mendapati Jessica yang pingsan. Aku menangis ketika melihat darah yang mengalir dari hidungnya. “bertahanlah, jangan pergi dulu!” bisikku sambil membopongnya menuju rumah sakit. Kali ini aku merasa tak bisa berdiri lagi, aku sangat khawatir dengan keadaanya.
“bagaimana keadaannya, Dok?” tanyaku dengan raut wajah yang kusut dan khawatir. “maaf” ucap dokter itu, menambah kekhawatiranku. “maksudnya apa dok?” tanyaku sambil mengguncang-guncang tubuhnya. “istri anda tidak dapat kami selamatkan. Maafkan kami!” kata dokter itu dan berlalu, aku terjatuh dalam tangis. Aku tak sanggup menerima kenyataan ini. “Sicca, bangunlah. Jangan pergi” teriakku pada telinga Sicca yang tak sadar lagi. “Sicca, kumohon. Bangunlah..!!” ucapku lagi “Siccaaaaa!!!!” teriakku mengisi seluruh ruangan ini.
Kini aku berdiri sendiri di depan makamnya. Rasanya aku ingin mati juga, aku ingin ikut Sicca. Kini aku sendiri menjalani hari-hariku.. hanya tangis dan kepedihan yang mewarnai hidupku.

>flashback end<
Aku berdiri didepan makamnya, yang 3 tahun lalu aku baringkan. Jessica telah pergi untuk selamanya, jika waktu itu aku tau bahwa dia mengidap Kanker Darah. Mungkin ini tidak akan pernah terjadi.
Aku mulai menerima kenyataan bahwa Sicca telah pergi. Tapi, aku berajnji, “Sicca, walau kau telah tiada. Tapi, kau tak akan digantikan.” Kataku sambil menghapus air mata dan pergi.


END




Sabtu, 11 Oktober 2014

[VIXX: LEO & N SALAH MINUM] #1 FF GAJE


VIXX: LEO & N SALAH MINUM #capther 1

cast : member Fix *ehh, salah.. VIXX maksudnya
author : masih sma dan takkan berubah, smpai selama-lamanya amin *ceelah, bahasanya*
genre : humor *gaje*




Di malam yang terang benderang dan dingin
bingitz, N masuk ke dorm dgn menggunakan
syal dan kereta kuda *permaisuri datang.. jrengg.. jreenngg*


N : huhhh.. panas bingitz sumveh!! *kebalik atau apa ya?*
Leo : maksud luu?
N : ia.. panas bingitz..
Leo : weeleee.. weleee.. dasar ne anak lagi dingin gini juga..
N : udah.. terserah dong.. like like (suka suka) dong *hadoww, maaf readers lagi sarap*.. minta kipas dong..
Leo : ogah.. gue juga kepanasan tau /kepala berasap, siap2 meletus\
N : tadinya bilang lain..
Leo : apa??
N : noo.. *kagak nyambung*


N dan Leo menuju dapur untuk minum air.
Ternyata oh ternyata disono udah ada air *putih ato hitam?*


N : glekkk.. glekkkk.. glekkkk
Leo :  glekkk.. glekkkk.. glekkkk
N & Leo : huhhhh.. segerrr.. brrrrrr
N : tidur yukkk
Leo : let's go..


Ravi, Hongbin, and Hyuk masuk ke dorm
dan terkejut sampe kencing di celana gara-gara 
liat sesuatu di meja udah kagak ada.


Ravi : ehh.. dimana air akinya?
Hyuk : kagak tau! kite kan baru masuk bang..
Hongbin : ia... hyung.. eh abang.. eh Ravi.. eh, nama luu siapa bang?
Ravi : eh, sarap.. masa lpa nama gue,,
Hongbin : oh, iya ya? kenapa gue lupa ya?
Ravi : cape dehh /nepuk p**t*t\


> keesokkan paginya

N : /jln kyak cewek\ haii! *ala banci*
Ravi : /nganga + mkan mja\ ha...iii!
Leo : haii.. cyiinn.. *sma*
R, Hb,Hy : *haahh* ha...iii!

> setelah makan batu

N : ehh, jeng.. eike udah mamam hbis nee.. eike mandi dulu ye jeng.. /skrg gw 100% ykin kalau mreka beneran banci... kan elu yang nulis Thor,,, please dhe\
Leo : iaaa.. eike juga.. bye jeng
R,Hb,Hy : hahhh??
Hongbin : mana kapak ?
Ravi : noo.. *nunjuk Hyuk*
Hyuk : eh.. bukan -bukan /sambil lambai-lambai *D\
Hongbin : siapa juga yang mau makan elu?
Hyuk : syukurr,. dah.. /alhamdulilah\


Siangnya N dan Leo kagak Normal-normal juga.

Ravi : mereka minum apaan ya?
Hyuk : minum GPU.. /sadisss\
Hongbin : bukan.. minyak Geliga di campur minyak tanah ama cabe sekebon /eksstriimm\ *Hongbin mau bunuh orang, kalii*
Ravi : *-_-* cape dhee..


> sbar entar ya readers
Author: Ravi, yang sbr ya?
Ravi: eh, Thor elu yang nulis ne fanfic kan /nanya lagi, ya iyalah\ kasih tau jalan ceritanya dong.. *gampangan*
Aurhor : yeeehh.. gampangan amat luu Rav ..*jahat*
Ravi: huweee... hidung gue pusing *kebalik*
Author : minum Paramex.. di jamin ilang
Ravi : ialang apaan?
Author : hidung luu..
>END<

>mari kta lanjutkan

Ravi: hidung gue ilang, bantu cari dong!
Hyuk: hyung, yang bener aja.. emang elu simpan dimana?
Ravi: di kulkas.. ya di muka lah..
Hyuk: truzz?
Ravi: gue harus bilang ya ampyun gitu?
Hyuk: rempong..
Ravi: so what..
Hongbin: *tibe2 nongol, krena udah setahun kagak muncul2* gitu loh.. #weeeekkk :-p


Akhirnya mereka tau kalau N dan Leo salah minum. Entah
dariman mereka tau, gw juga kagak tau *weeeleee...weleeee*


Hongbin: Hyung,, Hyuk *ck* gue udah tau kenapa Leo Hyung dan N hyung jadi ema-emak /banci kalii, tapi tak apalah\
Ravi: kenapa ? *iklan lgi?*
Hongbin: noo.. *sorong kapak*
Ravi: apaan nihh? yang bener ajha? masa mereka minum kapak? *????*
Hongbin: eh, salah.. nihh /ini yang bener\
Ravi: aki?
Hongbin: ho'oh../nganggu-ngangguk smbil kepala putus\
Hyuk: *tiba-tiba nongol*  kenapa? eh, jam berapa sekarang?
Ravi: nggak nyambung kambing..
Hyuk: ihh, gue dipanggil kambing? huweee *makan tanah smbil minum cacing* /iuuuu\
Hongbin: cup...cup...cup.. timang di timang anakku sayang *salah!*
Ravi : truz gimana dong?
Hyuk: mana gue tau? /lempar Hyuk\
Hongbin: udah dhe, biarin ajah.. kita kan dapat hiburan *wink*
Ravi: dari?
Hongbin: binatang! ya, mereka lah..
Ravi: siapa?
Hongbin: tau..
Ravi: siapa?
Hongbin: tau!

>begitu seterusnya hingga Hyuk kawin Sama Kambing pak Somat<




TBC


sampai di sini dulu ya chingu..
idung gw udah pusing, mata gw udah
puter-puter kayak gasing. Jadi, gw mau
pergi beli Paramex dulu!!!

~Annyeong~

Sabtu, 04 Oktober 2014

MY PRINCE IS YOU | #3


MY PRINCE IS YOU #CHAPTER 3


Cast : KIM JONGDAE, KIM JONGIN
PARK RAE HOON, JUNG RAE HEE, SHIN DONGJIN
KIM WONSHIK
Genre : ROMANCE
Author: NINDYA KIM

Sampai dirumah aku masih kebingungan, siapa dia? sepertinya aku mengenalinya.
Tapi, siapa? aku seperti orang bodoh. Kenapa bisa merasa mengenali orang, padahal ketemu saja tidak pernah... yaa, sungguh bodoh...

kulangkahkan kaki ini dengan berat menuju ruang paraktek. Menyedihkan sekali, kenapa harus paraktek disaat aku lagi tidak mood? semua pertanyaan itu, kini sedang melayang-layang di kepala.. aku sungguh pusing sehingga tak dapat melihat jalan dengan jelas.. #Brugkkhhh!!! "omo!! issss... apo!" pekikku kesakitan.. siapa yang berani-berani menabrakku dan langsung berlalu? tidak tau malu. "aiisssh.. siapa yang menabrakku?" kataku kesal sambil berlalu pergi dari tempat yang sial itu.

"annyeong! kenapa wajahmu kusut begitu? seperti kain yang tidak pernah di setrika saja" kata Rae Hee meledek "aisss.. jinjja?" "ne.." katanya terkekeh..
Sudah se-jam kami menunggu, tapi di mana Hyo seosaengnim? apa dia tidak masuk hari ini? baguslah kalau begitu..
"hei! dimana dosennya?" tanyaku pada Taemin, dia hanya mengedikkan bahunya. "baguslah kalau dia tidak masuk, aku lebih baik pergi ke kantin daripada bosan disini.." gerutuku, yang di dengarkan Taemin "silakan!" katanya mempersilakanku aku hanya tersenyum judes lalu pergi. "Rae Hee ke kantin yukkk!" ajakku pada Rae Hee yang sedang asik menata rambutnya. "ne.. tunggu sebentar".
Sekeluarnya kami dari kelas kami sempat bertemu dengan Dongjin "hi!" sapanya, Rae Hee sempat tersipu malu. sekarang terbukti bahwa Rae Hee juga menyukai Dongjin. Dua sahabatku kalau pacaran, kira-kira bagaimana ya? pikirku dalam hati dan sempat membuat seulas senyum. "hey, kau kenapa? senyam-senyum sendiri. apa kau gila?" ledek Rae Hee "oh,ya? kalau aku gila berarti kau juga gila.. weeee" balasku meledeknya..

"gomawo ahjuma" kataku pada seorang bibi, ia hanya tersenyum tanda mengiyakan. Kami makan dan bersenda gurau di kantin, sampai-sampai tidak sadar kalau ada jam pelajaran lain. "ahh. kita sudah terlambat Rae Hee! ayo ke kelas!" kataku sambil menarik tangan Rae Hee yang masih memegang minuman.
langkah kami terhenti saat melihat kelas sudah di mulai. Omo! bagaimana ini? pantas saja Taemin dengan santainya membiarkanku keluar kelas tadi. Ternyata dia mengerjaiku, awas nanti. Pikirku, "kalian dari mana saja, eumm?" tanya Kris seosaengnim dengan nada tinggi dan berhasil membuat kami hampir jatuh ke belakang "mianhae seosaengnim. jeongmal mianhae" kataku memohon. "ya sudah, silakan duduk" ucap Kris seosaengnim pada kami "jinjja? gomawo seosaengnim" kataku sambil tersenyum.
Saat duduk di tempatku, aku menatap Taemin dengan tatapan membunuh, sayangnya dia hanya tersenyum penuh kemenangan. Awas kau Taemin! pikirku dalam hati, berniat membalasnya.

Sungguh melelahkan, hari yang penuh sial. "awas kau Taemin! berani-beraninya kau mengerjaiku. Tunggu saja besok, aku akan buat yang lebih para!!" niatku dalam hati. "Rae Hoon, ayo makan dulu. Nanti kau sakit!" teriak Wonshik oppa dari lantai satu.. suaranya besar sekali "ahh.. ne, tunggu sebentar. Menit berikutnya aku sudah duduk di meja makan bersiap untuk menyantap makan yang tersedia "waaaaa.. eomma, banyak sekali!" pekikku saat melihat makanan yang begitu banyak "tidak.. eomma hanya rajin saja memasak." kata eomma tersenyum.
Sungguh kenyang, perutku terasa penuh. Aku merasa memiliki kekuatan baru untuk membalas Taemin.

Esoknya, aku bangun pagi untuk bersiap ke Kampus lebih awal. Ini ku lakukan supaya bisa mengerjai Taemin. "lem, sudah, gunting sudah,! kataku sambil mempersiapkan alat-alat yang ku perlukan untuk mengerjai Taemin "nhaa.. sudah selesai. sekarang tinggal berangkat ke sekolah" kataku semangat dan berlari ke garasi mobil. Di perjalanan aku merasa sangat senang karena bisa melakukan ini. Dari awal aku bertemu dengan Taemin, kami tidak pernah akur. Selalu mengerjai satu sama lain, walaupun akhirnya aku yang kalah. Tapi, kali ini pasti aku yang menang. "hahaha.. mungkin setelah di kerjai Taemin harus menyanyikan lagu ini 'Overdose' ya, dia pasti akan habis setelah ku kerjai.

Sesampainya di kelasku, aku langsung mengambil alat yang ku sediahkan tadi. Saat ini aku mencari kursi Taemin, "nhaaa ini dia!" kataku tersenyum lebar sambil mengoleskan lem di kursinya "kena kau Taemin. Kali ini kau pasti kalah." kataku sambil melompat-lompat dan pergi keluar kelas agar tidak ketahuan. Agar lebih misterius lagi aku pulang kembali kerumah, karena kalau aku tetap berada di kelas pastinya akan lebih cepat ketahuan siapa yang mengerjai Taemin.

>skip<
Sekarang kelas sudah ramai karena Taemin sekarang sudah melekat dengan kursi. Aku segera meletakan tasku dan duduk, seakan tidak tau apa yang terjadi. Aku sempat melirik Taemin, ternyata dia sedang memperhatikanku dengan tatapan sinis. Mungkin dia tau ini pekerjaanku, tapi saat mau membuka mulut, seakan bibirnya juga ikut melekat. Aku kini merasa 100 % menang. "hai, Rae Hoon. ada apa dengan Taemin? kenapa dia tidak bisa bangun lagi?" tanya Rae Hee penuh selidik "molla! tapi itu lebih bagus!" kataku tersenyum evil "hmmm.. apa ini perbuatanmu?" kata Rae Hee, aku langsung membekap mulutnya agar tidak didengar orang lain "ssssttttt.. diam. Nanti ketahuan" kataku dengan nada lebih pelan. "ahh jinjja? jadi ini perbuatanmu? kau ini... " kata Rae Hee marah, dia kini seperti seorang eomma yang sedang memarahi anaknya. "sudahlah, ini balasan untuk dia yang sudah membuat kita terlambat kemarin. " ucapku pada Rae Hee tidak mau kalah "tapi itu juga salahmu. Siapa suruh kau minta izin padanya untuk pergi ke kantin padahal kau sudah tau kalau otaknya itu seperti iblis. " kata Rae Hee serius. "biarkan saja!" kataku singkat dan berlalu pergi.
Sekarang aku menyendiri di perpustakaan dengan novel yang sedari tadi aku baca. "boleh aku duduk disini?" kata seseorang "ne, silakan" kataku singkat tak menjauhkan mataku pada novel. "hei! siapa namamu?" tanya orang itu lagi. "Park Rae Hoon imnida" kataku singkat. Lagi-lagi mataku tetap menatap novelku "oh, kau tidak mau menanyakan namaku?" tanya orang itu lagi dan sempat membuatku membelalakkan mataku, "aisss.. apa harus begitu?" kataku masih tetap sema dengan yang tadi . "tidak,, hanya saja" ucapnya terpotong dengan kalimatku "ok, siapa namamu? " kataku memotong pembicaraan " Kim Jongdae imnida." katanya dan membuatku menurunkan novel dan menatapnya. Aku tidak percaya, apa ini? sepertinya keberuntungan berpihak padaku. Sekarang idolaku sedang duduk di depanku dan menatapku "jinjja? apa kau benar-benar Kim Jongdae? member Exo-M?" kataku tak percaya, ia hanya mengangguk tanda mengiyakan. "aiiggoo! apa kau tau? aku ini adalah fansmu. I'm Sparks" kataku dengan tersenyum lebar "oh, ya?? waaaaa. ternyata ada orang yang mengidolakanku juga!" katanya terkekeh "mwo? waeyo? apa tidak ada yang meminta tanda tanganmu? atau foto-foto bareng?" tanyaku sambil mengerutkan dahi. "ne.." ucapnya sambil mengangguk dengan cepat. "kalau begitu, tanda tangan disini" kataku sambil menyodorkan selembar kertas, "gomawo. Aku akan memberitahu yang lain agar mereka sadar akan kehadiranmu di kampus ini. okay?" kataku sambil megedipkan mata dan pergi meninggalkanny.

>Jongdae proof

Aku hanya tersenyum menatap punggung gadis itu. "gadis yang baik" kataku bergumam.





TBC



Sampai sini dulu ya chingu, otakku
masih buntu mau lanjutin.


~Annyeong~