Sabtu, 04 Oktober 2014

MY PRINCE IS YOU | #3


MY PRINCE IS YOU #CHAPTER 3


Cast : KIM JONGDAE, KIM JONGIN
PARK RAE HOON, JUNG RAE HEE, SHIN DONGJIN
KIM WONSHIK
Genre : ROMANCE
Author: NINDYA KIM

Sampai dirumah aku masih kebingungan, siapa dia? sepertinya aku mengenalinya.
Tapi, siapa? aku seperti orang bodoh. Kenapa bisa merasa mengenali orang, padahal ketemu saja tidak pernah... yaa, sungguh bodoh...

kulangkahkan kaki ini dengan berat menuju ruang paraktek. Menyedihkan sekali, kenapa harus paraktek disaat aku lagi tidak mood? semua pertanyaan itu, kini sedang melayang-layang di kepala.. aku sungguh pusing sehingga tak dapat melihat jalan dengan jelas.. #Brugkkhhh!!! "omo!! issss... apo!" pekikku kesakitan.. siapa yang berani-berani menabrakku dan langsung berlalu? tidak tau malu. "aiisssh.. siapa yang menabrakku?" kataku kesal sambil berlalu pergi dari tempat yang sial itu.

"annyeong! kenapa wajahmu kusut begitu? seperti kain yang tidak pernah di setrika saja" kata Rae Hee meledek "aisss.. jinjja?" "ne.." katanya terkekeh..
Sudah se-jam kami menunggu, tapi di mana Hyo seosaengnim? apa dia tidak masuk hari ini? baguslah kalau begitu..
"hei! dimana dosennya?" tanyaku pada Taemin, dia hanya mengedikkan bahunya. "baguslah kalau dia tidak masuk, aku lebih baik pergi ke kantin daripada bosan disini.." gerutuku, yang di dengarkan Taemin "silakan!" katanya mempersilakanku aku hanya tersenyum judes lalu pergi. "Rae Hee ke kantin yukkk!" ajakku pada Rae Hee yang sedang asik menata rambutnya. "ne.. tunggu sebentar".
Sekeluarnya kami dari kelas kami sempat bertemu dengan Dongjin "hi!" sapanya, Rae Hee sempat tersipu malu. sekarang terbukti bahwa Rae Hee juga menyukai Dongjin. Dua sahabatku kalau pacaran, kira-kira bagaimana ya? pikirku dalam hati dan sempat membuat seulas senyum. "hey, kau kenapa? senyam-senyum sendiri. apa kau gila?" ledek Rae Hee "oh,ya? kalau aku gila berarti kau juga gila.. weeee" balasku meledeknya..

"gomawo ahjuma" kataku pada seorang bibi, ia hanya tersenyum tanda mengiyakan. Kami makan dan bersenda gurau di kantin, sampai-sampai tidak sadar kalau ada jam pelajaran lain. "ahh. kita sudah terlambat Rae Hee! ayo ke kelas!" kataku sambil menarik tangan Rae Hee yang masih memegang minuman.
langkah kami terhenti saat melihat kelas sudah di mulai. Omo! bagaimana ini? pantas saja Taemin dengan santainya membiarkanku keluar kelas tadi. Ternyata dia mengerjaiku, awas nanti. Pikirku, "kalian dari mana saja, eumm?" tanya Kris seosaengnim dengan nada tinggi dan berhasil membuat kami hampir jatuh ke belakang "mianhae seosaengnim. jeongmal mianhae" kataku memohon. "ya sudah, silakan duduk" ucap Kris seosaengnim pada kami "jinjja? gomawo seosaengnim" kataku sambil tersenyum.
Saat duduk di tempatku, aku menatap Taemin dengan tatapan membunuh, sayangnya dia hanya tersenyum penuh kemenangan. Awas kau Taemin! pikirku dalam hati, berniat membalasnya.

Sungguh melelahkan, hari yang penuh sial. "awas kau Taemin! berani-beraninya kau mengerjaiku. Tunggu saja besok, aku akan buat yang lebih para!!" niatku dalam hati. "Rae Hoon, ayo makan dulu. Nanti kau sakit!" teriak Wonshik oppa dari lantai satu.. suaranya besar sekali "ahh.. ne, tunggu sebentar. Menit berikutnya aku sudah duduk di meja makan bersiap untuk menyantap makan yang tersedia "waaaaa.. eomma, banyak sekali!" pekikku saat melihat makanan yang begitu banyak "tidak.. eomma hanya rajin saja memasak." kata eomma tersenyum.
Sungguh kenyang, perutku terasa penuh. Aku merasa memiliki kekuatan baru untuk membalas Taemin.

Esoknya, aku bangun pagi untuk bersiap ke Kampus lebih awal. Ini ku lakukan supaya bisa mengerjai Taemin. "lem, sudah, gunting sudah,! kataku sambil mempersiapkan alat-alat yang ku perlukan untuk mengerjai Taemin "nhaa.. sudah selesai. sekarang tinggal berangkat ke sekolah" kataku semangat dan berlari ke garasi mobil. Di perjalanan aku merasa sangat senang karena bisa melakukan ini. Dari awal aku bertemu dengan Taemin, kami tidak pernah akur. Selalu mengerjai satu sama lain, walaupun akhirnya aku yang kalah. Tapi, kali ini pasti aku yang menang. "hahaha.. mungkin setelah di kerjai Taemin harus menyanyikan lagu ini 'Overdose' ya, dia pasti akan habis setelah ku kerjai.

Sesampainya di kelasku, aku langsung mengambil alat yang ku sediahkan tadi. Saat ini aku mencari kursi Taemin, "nhaaa ini dia!" kataku tersenyum lebar sambil mengoleskan lem di kursinya "kena kau Taemin. Kali ini kau pasti kalah." kataku sambil melompat-lompat dan pergi keluar kelas agar tidak ketahuan. Agar lebih misterius lagi aku pulang kembali kerumah, karena kalau aku tetap berada di kelas pastinya akan lebih cepat ketahuan siapa yang mengerjai Taemin.

>skip<
Sekarang kelas sudah ramai karena Taemin sekarang sudah melekat dengan kursi. Aku segera meletakan tasku dan duduk, seakan tidak tau apa yang terjadi. Aku sempat melirik Taemin, ternyata dia sedang memperhatikanku dengan tatapan sinis. Mungkin dia tau ini pekerjaanku, tapi saat mau membuka mulut, seakan bibirnya juga ikut melekat. Aku kini merasa 100 % menang. "hai, Rae Hoon. ada apa dengan Taemin? kenapa dia tidak bisa bangun lagi?" tanya Rae Hee penuh selidik "molla! tapi itu lebih bagus!" kataku tersenyum evil "hmmm.. apa ini perbuatanmu?" kata Rae Hee, aku langsung membekap mulutnya agar tidak didengar orang lain "ssssttttt.. diam. Nanti ketahuan" kataku dengan nada lebih pelan. "ahh jinjja? jadi ini perbuatanmu? kau ini... " kata Rae Hee marah, dia kini seperti seorang eomma yang sedang memarahi anaknya. "sudahlah, ini balasan untuk dia yang sudah membuat kita terlambat kemarin. " ucapku pada Rae Hee tidak mau kalah "tapi itu juga salahmu. Siapa suruh kau minta izin padanya untuk pergi ke kantin padahal kau sudah tau kalau otaknya itu seperti iblis. " kata Rae Hee serius. "biarkan saja!" kataku singkat dan berlalu pergi.
Sekarang aku menyendiri di perpustakaan dengan novel yang sedari tadi aku baca. "boleh aku duduk disini?" kata seseorang "ne, silakan" kataku singkat tak menjauhkan mataku pada novel. "hei! siapa namamu?" tanya orang itu lagi. "Park Rae Hoon imnida" kataku singkat. Lagi-lagi mataku tetap menatap novelku "oh, kau tidak mau menanyakan namaku?" tanya orang itu lagi dan sempat membuatku membelalakkan mataku, "aisss.. apa harus begitu?" kataku masih tetap sema dengan yang tadi . "tidak,, hanya saja" ucapnya terpotong dengan kalimatku "ok, siapa namamu? " kataku memotong pembicaraan " Kim Jongdae imnida." katanya dan membuatku menurunkan novel dan menatapnya. Aku tidak percaya, apa ini? sepertinya keberuntungan berpihak padaku. Sekarang idolaku sedang duduk di depanku dan menatapku "jinjja? apa kau benar-benar Kim Jongdae? member Exo-M?" kataku tak percaya, ia hanya mengangguk tanda mengiyakan. "aiiggoo! apa kau tau? aku ini adalah fansmu. I'm Sparks" kataku dengan tersenyum lebar "oh, ya?? waaaaa. ternyata ada orang yang mengidolakanku juga!" katanya terkekeh "mwo? waeyo? apa tidak ada yang meminta tanda tanganmu? atau foto-foto bareng?" tanyaku sambil mengerutkan dahi. "ne.." ucapnya sambil mengangguk dengan cepat. "kalau begitu, tanda tangan disini" kataku sambil menyodorkan selembar kertas, "gomawo. Aku akan memberitahu yang lain agar mereka sadar akan kehadiranmu di kampus ini. okay?" kataku sambil megedipkan mata dan pergi meninggalkanny.

>Jongdae proof

Aku hanya tersenyum menatap punggung gadis itu. "gadis yang baik" kataku bergumam.





TBC



Sampai sini dulu ya chingu, otakku
masih buntu mau lanjutin.


~Annyeong~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar